Tuntun Transparansi, Mahasiswa dan Tomas Saubi Lakukan Audiensi

Jumat, 28 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa dan tokoh masyarakat melakukan audiensi dengan Kepala Desa Saobi, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep.

Mahasiswa dan tokoh masyarakat melakukan audiensi dengan Kepala Desa Saobi, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep.

SUMENEP, detikkota.com – Mahasiswa dan tokoh masyarakat Desa Saobi, Kecamatan Kangayan melakukan audiensi dengan pemerintah desa setempat di kantor desa. Materi audiensi bertujuan untuk memperjelas alokasi dan realisasi anggaran desa yang dinilai tidak transparans kepada masyarakat.

Perwakilan mahasiswa, Syarifuddin mengatakan, audiensi tersebut dilakukan sebagai wujud tanggung jawab terhadap kesepakatan bersama sebelumnya.

“Dulu, ada kesepakatan terkait transparansi anggaran desa antara Kepala Desa, mahasiswa dan tokoh masyarakat Saobi sejak dua tahun lalu,” jelasnya, Jumat (28/4/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam audiensi, lanjut Syarifuddin, salah satu bahasan yang disoroti adalah pemotongan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) 2022 kepada 28 penerima. Mestinya, penerima mendapatkan Rp900 ribu, ternyata yang diterima masyarakat hanya Rp280 ribu.

“Dalam hal itu, Kades Saobi beralasan untuk pemerataan terhadap masyarakat yang tidak menerima BLT-DD. Itu langkah yang salah, apalagi tanpa kesepakatan dengan warga. Sebab, warga yang tidak terdaftar sebagai penerima BLT, berarti memang tidak layak menerima,” tandasnya.

Materi audiensi lain, pihaknya juga mempersoalkan alokasi anggaran desa yang hanya Rp200 juta untuk perbaikan infrastruktur desa yang mengalami sejumlah kerusakan.

“Salah satunya jalan ke Dusun Pajenassem serta jembatan yang mengalami kerusakaan dan hingga kini tidak kunjung diperbaiki,” tuturnya.

Menurut Syarifuddin, masalah infrastuktur desa harusnya menjadi prioritas Pemdes. “Artinya, kemajuan daerah itu tergantung dari akses penghubung warganya, dan itu juga menjadi cerminan perkembangan desa,” ucapnya.

Sementara itu, Kades Saobi, Hosaini mengaku sudah transparan mengenai pengelolaan anggaran dana desa.

“Banner alokasi anggaran dana desa sudah kami pasang di beberapa titik lokasi, agar masyarakat bisa mengetahui alokasi keuangan desa,” tandasnya.

Berita Terkait

Layanan Adminduk Online Tekan Antrean Pemohon di MPP Siola Surabaya
SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87
Dinas Pertanian Subang Distribusikan Bantuan Program Upland untuk Petani Nanas
Pantau Penyemprotan Padi dengan Drone, Bupati Sumenep Dorong Swasembada Pangan Berbasis Petani
Bunda Indah Ajak Kepala Desa Solid Bangun Lumajang Lewat PKDI
Kapasitas Fiskal Rendah Jadi Tantangan Utama Penyusunan RKPD Lumajang 2027
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Haul Blokagung 2026, Bupati Banyuwangi Puji Kontribusi Pesantren

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:07 WIB

Layanan Adminduk Online Tekan Antrean Pemohon di MPP Siola Surabaya

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:06 WIB

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:21 WIB

Dinas Pertanian Subang Distribusikan Bantuan Program Upland untuk Petani Nanas

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:34 WIB

Pantau Penyemprotan Padi dengan Drone, Bupati Sumenep Dorong Swasembada Pangan Berbasis Petani

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:24 WIB

Bunda Indah Ajak Kepala Desa Solid Bangun Lumajang Lewat PKDI

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB