Warga Minta BPN Telaah Penerbitan SHM di Pantai Lokasi Tambak Garam

Kamis, 4 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir pantai Desa Gersik Putih, Kecamatan Gaputa, Kabupaten Sumenep yang ber-Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama perorangan dan dialihfungsikan sebagai tambak garam.

Pesisir pantai Desa Gersik Putih, Kecamatan Gaputa, Kabupaten Sumenep yang ber-Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama perorangan dan dialihfungsikan sebagai tambak garam.

SUMENEP, detikkota.com – Polemik soal lahan di pesisir pantai Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang bersertifikat hak milik (SHM) atas nama perorangan terus menggelinding. Terbari, warga setempat berkirim surat untuk mendesak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumenep menelaah ulang penerbitan SHM seluas 21 hektar di lahan tersebut.

Sejak awal, warga Desa Gersik Putih yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Menolak Reklamasi (Gema Aksi) menolak rencana pembangunan tambak garam dengan mengalihfungsikan kawasan pantai dan laut oleh pemodal yang difasilitasi oleh Kepala Desa (Kades) setempat.

Penasehat Hukum Gema Aksi, Marlaf Sucipto mengatakan, lahan seluas 21 hektar yang bersertifikat hak milik (SHM) di kawasan pantai harus dibebaskan kembali dan tidak dikuasai perorangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, lanjutnya, pihaknya telah berkirim surat ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumenep untuk menelaah kembali penerbiatan SHM yang mereka terbitkan.

“Dalam surat yang dilayangkan, kami minta BPN untuk menelaah ulang atas terbitnya SHM karena kami menduga SHM itu bermasalah. Sebab, objek tanahnya adalah pantai atau laut,” jelasnya, Kamis (4/5/2023).

Marlaf menyatakan, berdasarkan kajian hukum yang dilakukannya, penerbitan SHM bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sumenep nomor 12 tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2013-2033. Lalu, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 tahun 2017 tentang Perubahan atas PP Nomor Nomor 26 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Nasional serta pasal 5 ayat 2 Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

“Berdasarkan ketentuan tersebut, pantai di Dusun Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura Sumenep masuk sebagai kawasan lindung setempat,” tegasnya.

Pihaknya menyayangkan karena objek SHM yang diterbitkan oleh BPN Sumenep bukan tanah, melainkan pantai atau laut yang merupakan kawasan lindung. Kawasan pantai tersebut tidak boleh diotak atik sebagai apapun termasuk direklamasi menjadi tambak garam.

“Atas dasar ini, warga menolak rencana pembangunan tambak. Disamping akan berdampak pada ekonomi warga dan lingkungan serta beresiko besar terhadap ekosistem,” ucapnya.

Dalam surat yang sama, pihaknya juga meminta salinan surat pernyataan kepemilikan lahan, girik atau latter C, surat riwayat tanah, dan surat pernyataan tidak sengketa atas terbitnya SHM tersebut.

“Sesuai Undang-undang tentang keterbukaan informasi publik, kami juga minta salinan atau foto copy sejumlah dokumen berkaitan dengan terbitnya SHM,” pintanya.

Sayangnya, Kepala Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Muhab belum bisa dikonfirmasi. Nomor kontak yang biasanya dihubungi tidak aktif. Termasuk pesan melalaui whatsapp terlihat masih centang.

Namun sebelumnya, Muhab menyampaikan 21 dari 41 hektar pantai yang awalnya akan dibangun tambak dikuasai per orangan dengan dibuktikan berupa SHM.

SHM tersebut terbit di tahun 2009 melalui program ajudikasi sebelum dirinya menjadi Kepala Desa Gersik Putih. Dia mengklaim, dirinya mengizinkan rencana pembangunan tambak garam oleh pemodal di kawasan tersebut demi kesejahteraan masyarakat setempat.

“Desa nantinya akan mendapat bagian 10 hektar untuk dikelola melalui Yayasan. Dimana hasilnya nanti untuk masyarakat Desa Gersik Putih sendiri,” dalihnya.

Berita Terkait

Layanan Adminduk Online Tekan Antrean Pemohon di MPP Siola Surabaya
SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87
Dinas Pertanian Subang Distribusikan Bantuan Program Upland untuk Petani Nanas
Pantau Penyemprotan Padi dengan Drone, Bupati Sumenep Dorong Swasembada Pangan Berbasis Petani
Bunda Indah Ajak Kepala Desa Solid Bangun Lumajang Lewat PKDI
Kapasitas Fiskal Rendah Jadi Tantangan Utama Penyusunan RKPD Lumajang 2027
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Pimpin Apel Perdana 2026, Wali Kota Probolinggo Tekankan Penguatan Kinerja ASN

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:06 WIB

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:21 WIB

Dinas Pertanian Subang Distribusikan Bantuan Program Upland untuk Petani Nanas

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:34 WIB

Pantau Penyemprotan Padi dengan Drone, Bupati Sumenep Dorong Swasembada Pangan Berbasis Petani

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:24 WIB

Bunda Indah Ajak Kepala Desa Solid Bangun Lumajang Lewat PKDI

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:13 WIB

Kapasitas Fiskal Rendah Jadi Tantangan Utama Penyusunan RKPD Lumajang 2027

Berita Terbaru