SUMENEP, detikkota.com – Sejumlah wilayah di Pulau Madura, Jawa Timur, diprakirakan mengalami hujan disertai petir pada Senin (23/2/2026). Peringatan tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BMKG memprediksi cuaca ekstrem berpotensi terjadi di Kabupaten Sampang dan Kabupaten Sumenep. Sementara Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Pamekasan diperkirakan mengalami hujan ringan hingga sedang.
Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi angin kencang, puting beliung, serta hujan berdurasi singkat yang dapat terjadi secara sporadis. Risiko banjir di daerah rawan turut menjadi perhatian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Kabupaten Bangkalan, cuaca diperkirakan hujan ringan dengan suhu 24–31 derajat Celsius dan kelembapan 68–99 persen. Seluruh kecamatan di wilayah ini berpotensi diguyur hujan ringan.
Sementara itu, Kabupaten Sampang diprakirakan mengalami hujan ringan hingga hujan petir dengan suhu 23–30 derajat Celsius dan kelembapan 74–98 persen. Kecamatan seperti Camplong, Pangarengan, Torjun, dan wilayah Sampang kota diprediksi mengalami hujan petir.
Kabupaten Pamekasan diperkirakan mengalami hujan ringan hingga sedang dengan suhu 23–30 derajat Celsius dan kelembapan 74–98 persen. Hujan sedang berpotensi terjadi di Kecamatan Galis, Pamekasan, Pademawu, dan Tlanakan.
Adapun di Kabupaten Sumenep, cuaca secara umum diprediksi hujan ringan hingga hujan petir dengan suhu 23–31 derajat Celsius dan kelembapan 73–98 persen.
Beberapa kecamatan yang berpotensi mengalami hujan petir antara lain Arjasa, Dungkek, Kangayan, Nonggunong, dan Talango. Sementara sebagian besar wilayah lainnya seperti Ambunten, Batang-Batang, Batuan, Batuputih, Bluto, Dasuk, Ganding, Gapura, Gayam, Guluk-guluk, Kalianget, Kota Sumenep, Lenteng, Manding, Masalembu, Pasongsongan, Pragaan, Rubaru, Sapeken, dan Saronggi diperkirakan mengalami hujan ringan. Untuk Kecamatan Gili Genting dan Raas diprediksi berawan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi serta mengambil langkah antisipasi guna meminimalkan dampak dari kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Madura.
Penulis : M/Red
Editor : M/Red







