242 Ribu Siswa di Surabaya Jadi Sasaran Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Selasa, 5 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, detikkota.com – Pemerintah pusat resmi meluncurkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) atau Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di sekolah pada Senin (4/8/2025). Program ini dilaksanakan serentak di sejumlah daerah, termasuk Kota Surabaya, dengan target 242.110 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai persiapan sejak Juni hingga Juli 2025, termasuk sosialisasi kepada pihak sekolah, Puskesmas, dan perangkat daerah terkait.

“Target PKG anak sekolah di Surabaya sebesar 45 persen dari total 538.024 anak usia 7-17 tahun, yang tersebar di SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, SLB, dan sekolah rakyat,” ujar Nanik, Selasa (5/8/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini mencakup pemeriksaan kesehatan fisik dan mental, termasuk gizi, aktivitas fisik, tekanan darah, gula darah, TB, kesehatan indera, kesehatan reproduksi, hingga riwayat imunisasi. Pemeriksaan dilakukan langsung di sekolah oleh tim Puskesmas bersama guru UKS dan PJOK.

Mekanisme pelaksanaan dimulai dengan koordinasi awal tujuh hari sebelum kegiatan. Sekolah menyampaikan informasi program serta tautan kuesioner kepada orang tua dan siswa. Dua hari sebelum pemeriksaan, tenaga kesehatan memastikan kesiapan peralatan dan data peserta.

“Pada kondisi tertentu, jika diperlukan, siswa bisa dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lanjutan,” tambahnya.

Dinkes Surabaya juga melibatkan Dinas Pendidikan Kota, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kementerian Agama, serta perangkat kecamatan dan kelurahan untuk mendukung kelancaran program.

Nanik memastikan kegiatan ini tidak mengganggu proses belajar-mengajar. Jadwal pemeriksaan disusun agar tidak berbenturan dengan pelajaran utama dan sudah dikomunikasikan minimal satu minggu sebelumnya.

Tenaga medis seperti dokter, perawat, bidan, serta petugas gigi disiapkan di tiap Puskesmas, berikut alat kesehatan standar dan bahan medis habis pakai sesuai jumlah siswa sasaran.

Untuk evaluasi, Dinkes menerapkan sistem monitoring dua kali seminggu melalui aplikasi ASIK dan rapat koordinasi mingguan setiap Jumat dengan kepala Puskesmas.

Nanik mengimbau pihak sekolah dan orang tua siswa aktif mendukung program ini, termasuk membantu pengisian kuesioner kesehatan sebagai dasar penilaian awal kondisi siswa.

“Partisipasi semua pihak sangat penting untuk kesuksesan program ini dan peningkatan kualitas kesehatan anak-anak Surabaya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kejagung Setor Rp11,4 Triliun ke Kas Negara, Menkeu: Tambah Kekuatan Fiskal
Disdukcapil Sumenep Tembus 99 Persen Layanan, Andalkan Inovasi Digital dan Jemput Bola hingga Kepulauan
Bupati Lumajang Tekankan Sinergi dengan Media untuk Perkuat Pemahaman Publik
Wabup Purwakarta Kunjungi Sejumlah Dinas, Tegaskan Agenda Silaturahmi dan Evaluasi Program
Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Tetap Stabil di Atas 5,5 Persen
Distribusi LPG 3 Kg di Lumajang Dipercepat, Pengawasan Diperketat
Menhaj Perkuat Layanan Haji 2026 Lewat Digitalisasi dan Pengawasan Ketat
Bupati Fauzi Naik Becak, Pemkab Sumenep Terapkan Rabu Transportasi Non-BBM

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 14:52 WIB

Kejagung Setor Rp11,4 Triliun ke Kas Negara, Menkeu: Tambah Kekuatan Fiskal

Jumat, 10 April 2026 - 23:57 WIB

Disdukcapil Sumenep Tembus 99 Persen Layanan, Andalkan Inovasi Digital dan Jemput Bola hingga Kepulauan

Jumat, 10 April 2026 - 11:48 WIB

Bupati Lumajang Tekankan Sinergi dengan Media untuk Perkuat Pemahaman Publik

Jumat, 10 April 2026 - 11:32 WIB

Wabup Purwakarta Kunjungi Sejumlah Dinas, Tegaskan Agenda Silaturahmi dan Evaluasi Program

Kamis, 9 April 2026 - 14:48 WIB

Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Tetap Stabil di Atas 5,5 Persen

Berita Terbaru