Kotaku Citeureup di Kunjungi Tim Litbang KPK

Kamis, 5 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Litbang KPK Kunjungi Kotaku Citeureup

Tim Litbang KPK Kunjungi Kotaku Citeureup

BANDUNG, detikkota.com – Progres Kegiatan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), yakni dilaksanakan di Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) adalah satu dari sejumlah upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Program tersebut untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia dan mendukung Gerakan yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak. Lokasi kegiatan saat ini di Kampung Sukabirus RT 03,04 & 06 RW 15 Desa Citeureup.

Dalam hal ini Tim Litbang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementrian PUPR Jakarta, Balai Cipta Karya PUPR Jawa Barat, Satker Provinsi, Oc serta Korkot dan Dinas Kabupaten Bandung, Rabu (4/11/2020), kemaren, lakukan inspeksi mendadak atau kunjungan untuk meninjau sejumlah titik pekerjaan program Kotaku yang ada dalam wilayah kampung Sukabirus Rw 15 Desa Citeureup yang di kerjakan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Mandiri 15 secara padat karya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatanya Feriqo Asya Yogananta, S.T., M.T., Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Barat, saat di wawancara awak media mengatakan, bahwa kedatangan Litbang KPK terkait dengan kegiatan-kegiatan padat karya yang ada di Jawa Barat.

“Kebetulan untuk Jawa Barat yang menjadi sampling atau yang di kunjungi ada dua Kabupaten yaitu yang kemarin di Kabupaten Bandung Barat dan hari ini Kapubaten Bandung. Kenapa lokasinya disini sebenarnya kalau secara sederhana ini kan hampir seluruh kegiatan PUPR yang berkaitan dengan insfratuktur berbasis masyarakat, dan pelibatan masyarakat ini tidak menggunakan kontrak, karena nanti merekalah yang mengerjakan juga memelihara nantinya,” ujarnya.

Feriqo menyampaikan, bahwa Litbang KPK merespon positif atas kegiatan itu, “Tanggapan dari KPK sendiri tadi sempet merespon, kegiatan ini sangat positif bahwa kegiatan ini sudah berjalan tetapi tetap sebagai sebuah institusi yang menjaga marwah bahwa kegiatan ini harus berjalan sesuai rencana yang paling utama adalah kegiatan ini sesuai,” ungkapnya.

“Ada beberapa poin yang disampaikan melalui WA yaitu ucapan terimakasih kepada kementrian PUPR karena sudah mendampingi program program yang langsung berkaitan dengan masyarakat,” imbuhnya.

Dia juga sampaikan program ini harus bermanfaat secara luas kepada masyarakat tentunya, seperti adanya warga yang terlibat secara langsung mendapatkan penghasilan tambahan pada saat sulit ini.

“Tentunya manfaat paling utama insfratuktur ini di manfaatkan bagi masyrakat itu sendiri, kemudian sebagai institusi anti rasuah dan anti korupsi tetap KPK mengingatkan itu agar tetap bicara sesui marwahnya, agar tetap amanah, bekerja dengan mental dah akhlak yang benar dan tentunya insfratuktur yang di bangun ini terus dijaga keberlanjutannya,” jelasnya.

Ditempat yang sama Dani H, Kasi Sapras Pengembang Bidang Perumahan Kabupaten Bandung saat mendampingi rombongan tim KPK mengatakan, maksud dari kedatangan tim KPK ini adalah melihat secara langsung ke lapangan apakah kegiatan yang dilaksanakan di program-program pemerintah ini tepat sasaran atau tidak.

“Sementara di kegiatan ini yang di tinjau adalah program Kotaku atau kota tanpa kumuh dimana program ini adalah untuk menangani kawasan-kawasan kumuh untuk menjadi hunian yang layang dan tentunya aman bagi masyarakat di kabupaten Bandung,” paparnya. (Wy)

Berita Terkait

Polres Sumenep Gelar Apel Siaga dan Patroli Besar, Antisipasi Kerawanan May Day
Polres Sumenep Gelar Rikkes Berkala 2026, Pastikan Kesehatan Personel Tetap Prima
Koordinator SPPG Sumenep Pastikan Laporan MBG Kalianget dan Pragaan Segera Dikirim ke KPPG Surabaya
Kuasa Hukum Soroti Dugaan Jaringan dalam Kasus Kredit BRI Sumenep
Polres Sumenep Perketat Pengawasan Layanan SIM, Pastikan Proses Transparan dan Profesional
Alih-alih Bergizi, Siswa SDN Karanganyar Dapat Makanan Busuk
PBNU Matangkan Persiapan Muktamar ke-35, Panitia Kecil dan Tim Panel Dibentuk
Gowes Bangkalan–Jombang Semarakkan Harlah ke-92 GP Ansor

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:04 WIB

Polres Sumenep Gelar Apel Siaga dan Patroli Besar, Antisipasi Kerawanan May Day

Kamis, 30 April 2026 - 12:07 WIB

Polres Sumenep Gelar Rikkes Berkala 2026, Pastikan Kesehatan Personel Tetap Prima

Rabu, 29 April 2026 - 23:17 WIB

Koordinator SPPG Sumenep Pastikan Laporan MBG Kalianget dan Pragaan Segera Dikirim ke KPPG Surabaya

Rabu, 29 April 2026 - 19:06 WIB

Kuasa Hukum Soroti Dugaan Jaringan dalam Kasus Kredit BRI Sumenep

Rabu, 29 April 2026 - 12:05 WIB

Polres Sumenep Perketat Pengawasan Layanan SIM, Pastikan Proses Transparan dan Profesional

Berita Terbaru

Prosesi Ritual Hong Bahhong yang digelar masyarakat Kecamatan Geger, Bangkalan, sebagai tradisi turun-temurun yang kini diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

SosBud

Ritual Hong Bahhong dari Geger Diajukan ke WBTbI

Kamis, 30 Apr 2026 - 14:41 WIB