Viral Video Jemaah Haji Bingung, Begini Respon Kepala Kemenag Sumenep

Selasa, 30 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jemaah haji yang bingung di Mekkah, Bunidin dijemput petugas haji dari Kantor Kemenag Sumenep.

Jemaah haji yang bingung di Mekkah, Bunidin dijemput petugas haji dari Kantor Kemenag Sumenep.

SUMENEP, detikkota.com – Unggahan sebuah video berdurasi 60 detik yang viral tentang seorang jemaah haji asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tersesat di Mekkah mendapat respon banyak pihak.

Dalam video itu, seorang jemaah haji nampak bingung karena perpisah dari rombongan dan berjalan sendirian dan mengaku hendak pulang ke rumahnya, di Desa Gadding, Kecamatan Manding.

Seseorang yang merekam kakek kebingunan itu berusaha memberi tahu bahwa dirinya sedang berada di Mekkah, bukan di Sumenep. Tetapi dengan ngotot Sang Kakek tidak percaya dan merasa dirinya dipermainkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menaggapi video viral itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Chaironi Hidayat membenarkan bahwa sosok yang ada dalam video itu merupakan jemaah haji asal Kabupaten Sumenep.

Jemaah tersebut bernama Bunidin yang sempat lepas dari rombongan, sehingga mengira pulang dari masjid di kampungnya. Tidak lama dari kejadian itu, Bunidin dijemput oleh petugas haji.

“Kejadiannya sekitar pukul 00.00 waktu sana (Mekah), tapi langsung dijemput oleh tim pendamping haji,” kata Chaironi, Selasa (30/5/2023).

Chaironi menjelaskan, aturan pendampingan pada penyelenggaraan haji tahun 2023 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebelumnya, pengawasan jemaah bisa dilakukan oleh sesama jemaah yang masih ada ikatan keluarga.

Tahun ini, lanjutnhmya, jemaah yang satu keluarga tapi mendapatkan kelompok terbang (kloter) yang berbeda, tidak bisa bersama.

“Dengan aturan yang baru itu, penpendamping dari Kemenag harus ekstra mengontrol jemaahnya,” ujar Chaironi.

Pihaknya meminta para ketua regu untuk bertanggung jawab penuh terhadap 40 jemaahnya, dengan terus mengontrol mereka setiap saat.

Selain itu, pihaknya uga berharap para jemaah dalam 1 regu saling jaga satu sama lain, kendati tak ada ikatan keluarga. Mereka diharapkan saling peduli agar aktivitas ibadah di Tanah Suci berjalan lancar.

“Intinya saling jaga satu sama lain, karena dari awal kami sudah sering mengingatkan pentingnya saling jaga, terutama jemaah yang satu regu,” harapnya.

Berita Terkait

Tedi Ronal Slamet Terpilih Secara Aklamasi Pimpin DPD MIOI Purwakarta Periode 2026-2030
Sulaisi Siap Pimpin Aksi di Polresta Sumenep, Desak Kejelasan Penahanan Tersangka Lisdes
Polres Tanjung Perak Gagalkan Peredaran Sabu 95,44 Gram, Pemasok Diburu
Warga Pamolokan Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Selidiki Kejadian
KKKS Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Usaha Produktif untuk Keluarga ODGJ
Pejabat Pemkab Banyuwangi Jalani Tes Urine, Tegaskan Komitmen Zero Tolerance Narkoba
Ledakan Ruko di Pakuwon City Surabaya, Polisi Selidiki Dugaan Kebocoran Tabung Elpiji
Program Gentengisasi Merah Putih Direalisasikan, 500 Ribu Genteng dari Plered Dikirim Menggunakan 125 Truk

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Tedi Ronal Slamet Terpilih Secara Aklamasi Pimpin DPD MIOI Purwakarta Periode 2026-2030

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Sulaisi Siap Pimpin Aksi di Polresta Sumenep, Desak Kejelasan Penahanan Tersangka Lisdes

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Polres Tanjung Perak Gagalkan Peredaran Sabu 95,44 Gram, Pemasok Diburu

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:32 WIB

KKKS Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Usaha Produktif untuk Keluarga ODGJ

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Pejabat Pemkab Banyuwangi Jalani Tes Urine, Tegaskan Komitmen Zero Tolerance Narkoba

Berita Terbaru