Gubernur Jatim Apresiasi Program Keluarga Keren Bebas Stunting di Sumenep

Rabu, 19 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sambutan Gubernur Jawa Timur, Khafifah Indah Parawansa pada acara Program Keluarga Keren Bebas Stunting di Pendepo Agung Sumenep.

Sambutan Gubernur Jawa Timur, Khafifah Indah Parawansa pada acara Program Keluarga Keren Bebas Stunting di Pendepo Agung Sumenep.

SUMENEP, detikkota.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kolaborasi TNI AL bersama BKKBN yang mencanangkan Program Keluarga Keren Bebas Stunting di Kabupaten Sumenep.

“Kami menyampaikan terima kasih atas seluruh support, kekuatan dan energi dari TNI AL atas penguatan pada upaya penurunan stunting. Mudah mudahan seluruh kegiatan ini berjalan dengan baik dan bisa direplikasi di banyak titik daerah lain, sehingga target penurunan stunting bisa dilakukan secara signifikan dan dimaksimalkan,” harap Khofifah Indar Parawansa, di Sumenep, Selasa (18/7/2023).

Menurutnya, penguatan yang diberikan oleh TNI AL menjadi energi dan kekuatan bagi Pemprov Jawa Timur dalam memaksimalkan penurunan stunting. Terutama mempercepat tercapainya target penurunan stunting di Jawa Timur pada angka 14% diakhiir tahun 2024

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika merujuk data prevalensi stunting di Jatim, angkanya sudah konsisten mengalami penurunan signifikan. Terbukti, pada tahun 2020, prevelensi stunting di Jatim mencapai 25,6 persen. Kemudian tahun 2021 turun 23,5 persen, dan di tahun 2022 kembali turun menjadi 19,2 persen. Angka yang terus turun ini, patut disyukuri karena  saat ini telah di bawah standar WHO di angka 20 persen,” jelas Khofifah.

Berdasarkan data survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, Lanjut Khofifah, Kabupaten Sumenep merupakan salah satu kabupaten/kota dengan prevalensi stunting masih di atas angka Jawa Timur yaitu sebesar 21,6%. Namun, penurunannya sangat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Sumenep yang memiliki pulau terpencil dan terbanyak di Jawa Timur menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan stunting. Sehingga, kehadiran KSAL bersama tim dapat membangun penguatan diberbagai titik layanan kesehatan. Strong partnership seperti saat ini menjadi kunci di dalam penurunan angka stunting di Jawa Timur,” tegas Gubernur Jatim.

Penanganan stunting tidak hanya perlu dilakukan saat ada kasus, namun juga perlu langkah pencegahan sejak dini. Salah satunya melalui penguatan edukasi kepada semua lapisan masyarakat, terutama bagi calon pengantin. Hal ini penting untuk memastikan ibu dan janin yang dilahirkan nanti dalam kondisi sehat.

“Edukasi dan pemahaman yang utuh harus terus disampaikan demi mengantisipasi peningkatan kasus stunting di Jawa Timur. Langkah mitigatif dan edukasi seperti inilah yang harus terus dilakukan oleh Pemprov Jawa Timur. Termasuk, langkah antisipatif kepada calon pengantin,” tegas Khofifah.

Program Keluarga Keren Bebas Stunting yang dilaksanakan di Kabupaten Sumenep dibuka KASAL Laksamana TNI Muhammad Ali dan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi, di Pendopo Agung Sumenep.

Program peningkatan kualitas kesehatan itu dilaksanakan selama 2 hari, tanggal 18 hingga 19 Juli 2023 di wilayah daratan Sumenep dan Pulau Masalembu.

Bahkan, TNI AL mengerahkan Kapal Bantuan Rumah Sakit KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat 992 dengan 136 tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kepulauan.

Bantuan kesehatan yang dilaksanakan di antaranya operasi major, bibir sumbing, khitanan, operasi katarak dan pengobatan gigi dan mulut.

Selain itu juga digelar penyuluhan edukasi gizi dan stunting, penyuluhan keluarga berencana, masak menu sehat, bakti sosial dengan penyerahan paket menu sehat untuk stunting dan ibu menyusui.

Berita Terkait

Pemkab Sumenep Kembali Raih Opini WTP untuk Kesembilan Kalinya
Sumenep Siap Terapkan Penundaan Layanan Adminduk bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah
Kadis PUTR Sumenep Tekankan Pentingnya RTRW dalam Pembangunan Daerah
Indeks Reformasi Birokrasi Sumenep Naik, Pemkab Raih Predikat A-
Semangat Hardiknas dan Harkitnas 2026, Wabup Sumenep Tekankan SDM Unggul dan Kemandirian Desa
Presiden Prabowo Optimistis Koperasi Merah Putih Dorong Ekonomi Desa
Pemkab Sumenep Perketat Pengawasan Program BSPS 2026
Sekda Sumenep Minta KORPRI Adaptif dan Inovatif Hadapi Tantangan Birokrasi Digital

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:05 WIB

Pemkab Sumenep Kembali Raih Opini WTP untuk Kesembilan Kalinya

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:30 WIB

Sumenep Siap Terapkan Penundaan Layanan Adminduk bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah

Senin, 25 Mei 2026 - 11:45 WIB

Kadis PUTR Sumenep Tekankan Pentingnya RTRW dalam Pembangunan Daerah

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:33 WIB

Indeks Reformasi Birokrasi Sumenep Naik, Pemkab Raih Predikat A-

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:04 WIB

Semangat Hardiknas dan Harkitnas 2026, Wabup Sumenep Tekankan SDM Unggul dan Kemandirian Desa

Berita Terbaru

Foto bersama Pemkab Sumenep usai menerima Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI atas LKPD Tahun Anggaran 2025 di Kantor BPK RI Perwakilan Jawa Timur, Selasa (26/05/2026).

Pemerintahan

Pemkab Sumenep Kembali Raih Opini WTP untuk Kesembilan Kalinya

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:05 WIB