Bandtong, Hiburan Diacara Tradisi Montemmon Lajengan Masyarakat Batuputih

Kamis, 16 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampilan grup musik Bandtong pada acara tradisi Montemmon Lajengan masyarakat Batuputih.

Penampilan grup musik Bandtong pada acara tradisi Montemmon Lajengan masyarakat Batuputih.

SUMENEP, detikkota.com – Sajian musik ‘bandtong’ langsung menyambut kadatangan para peserta ‘Montemmon Lajengan’ di Dusun Ares Tengah, Desa Gedang-Gedang, Kecamatan Bapuputih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Bandtong merupakan perpaduan antara musik drumband dengan musik tong-tong. Untuk mempermudah penyebutan, nama untuk 2 jenis musik itu disingkat menjadi bandtong.

Pantauan di lapangan, grup bandtong terdiri dari 2 bagian, yakni pemain alat musik serta penari. Dengan lenggokan yang senada dengan irama, penari menjadi hiburan tersendiri bagi peserta Montemmon Lajengan dan penonton.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Musik bandtong tampil sejak penyambutan peserta hingga sesi menaikkan layang-layang. Tentu ini sangat menghibur. Tak sedikit peserta atau penonton yang nyawer,” jelas Endi, toko masyarakat sekitar, Rabu (15/11/2023) sore.

Menurutnya, penggabungan antara musik drumband dan tong-tong bertujuan untuk menampilkan aransemin baru yang menarik dan cocok dengan kegiatan tersebut.

“Biasanya kan drumband saja, atau tong-tong saja. Nah, bandtong ini menggabungkan keduanya,” imbuh Endi.

Perbedaan lain, lanjutnya, biasanya pemain drumband mengenakan kostum penuh hiasan dan dipandu oleh mayoret. Bahkan, musik tong-tong saat ini menggunakan dekorasi mewah menyerupai kereta kencana.

“Ini (bandtong), nggak. Jadi benar-benar hiburan yang sangat merakyat serta cocok dengan lokasi digelarnya acara Montemmon Lajengan, yakni sawah atau lapangan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, ada tradisi unik masyarakat Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Pulau Madura. Mereka menyebutnya dengan tradisi ‘nyare kanca lebet montemmon lajengan’.

Tradisi tersebut bisa diartikan sebagai media menpererat persaudaraan melalui perkumpulan pecinta mainan tradisional layang-layang, seperti yang dilaksanakan di lapangan Dusun Ares Tengah, Desa Gedang-Gedang, Rabu (15/11/2023) sore.

Mulanya, para pecinta layang-layang tersebut datang dengan membawa layangan untuk dipajang dengan diikat di tali yang telah di sediakan oleh panitia di lokasi acara.

Para peserta kemudian duduk sembil menikmati ‘lembur’, minuman khas yang terbuat dari sari buah kelapa dan gula merah, hasil petani masyarakat sekitar.

Tokoh masyarakat setempat, Endi menyatakan, tradisi tersebut biasa dilaksanakan setiap akhir musim kemarau menjelang musim hujan.

“Bisa dibilang, tradisi ini dilakukan setiap akhir musim kemarau dan akan berakhir pada saat hujan mulai turun,” jelasnya, Rabu (15/11/2023).

Sedikitnya ada 30 peserta pemilik layangan yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.

“Peserta tidak hanya dari Desa Gedang-Gedang melainkan juga dari desa sebelah. Bahkan, ada yang dari desa di Kecamatan Batang-Batang,” imbuhnya.

Endi mengatakan, kegiatan tersebut juga menjadi hiburan bagi masyarakat sekitar disela-sela aktifitas bertani.

“Termasuk juga menjadi lahan berjualan bagi para pedagang makanan setempat seperti rujak dan es campur. Jadi, ada sisi keuntungan ekonomi juga,” imbuhnya.

Endi yang juga penggerak tokoh pemuda di Desa Gedang-Gedang berharap tradisi tersebut dapat dilestarikan oleh para generasi penerus.

“Pemerintah juga harus tahu tradisi ini sebagai bagian dari kearifan lokal yang perlu dilestarikan,” harapnya.

Berita Terkait

Gema Sholawat di Stadion A. Yani: Ribuan Warga Sumenep Larut dalam Ketakziman Madura Bersholawat 2026
Enam Grup Terbaik Festival Hadrah Klasik Sumenep 2026 Resmi Diumumkan
Maulid Nabi 1448 H, Kapolresta Sumenep Tekankan Keteladanan Akhlak Rasulullah
Pawai Lampion Semarakkan Malam Banyuwangi, Budaya Blambangan Jadi Sorotan
Pawai Budaya Pakistaji Meriah, Angkat Kesenian Tradisional dan UMKM Lokal
Iringan Kebanggaan: Purwakarta Teguhkan Ajeg Budaya di Malam Festival Budaya
Khofifah: Banyuwangi Ethno Carnival Bukti Budaya Lokal Mampu Mendunia
Rangkaian BEC 2026 Suguhkan Enam Event, Pemkab Banyuwangi Siapkan Atraksi Budaya hingga Festival UMKM

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 22:31 WIB

Gema Sholawat di Stadion A. Yani: Ribuan Warga Sumenep Larut dalam Ketakziman Madura Bersholawat 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Enam Grup Terbaik Festival Hadrah Klasik Sumenep 2026 Resmi Diumumkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Maulid Nabi 1448 H, Kapolresta Sumenep Tekankan Keteladanan Akhlak Rasulullah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Pawai Lampion Semarakkan Malam Banyuwangi, Budaya Blambangan Jadi Sorotan

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Pawai Budaya Pakistaji Meriah, Angkat Kesenian Tradisional dan UMKM Lokal

Berita Terbaru