SUMENEP, detikkota.com – SMK Negeri 1 Kalianget tidak ingin lulusan sekolah kejuruan hanya menguasai keterampilan teknis. Kemampuan bekerja secara disiplin, aman, efektif, dan sesuai standar industri juga menjadi perhatian serius.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Manajemen Bengkel dan Budaya Kerja Industri yang digelar Program Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) dan Desain Komunikasi Visual (DKV), Kamis (10/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang meeting SMKN 1 Kalianget itu melibatkan unsur pimpinan sekolah, kepala program keahlian, kepala bengkel, guru produktif, toolman hingga siswa dari kedua program keahlian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
FGD menghadirkan dua narasumber dari kalangan akademisi dan dunia usaha, yakni Dr. Moh. Harun, ST., MT., dari Universitas Wiraraja Sumenep serta Akhmad Fauzi, S.Pd., dari Percetakan Dia Warna.
Kehadiran dua unsur tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan perspektif dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Dalam forum tersebut, peserta diajak membahas sejumlah aspek yang menjadi fondasi budaya kerja industri. Mulai dari penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), sikap kerja, optimalisasi kinerja, standar minimum pengelolaan bengkel hingga kualitas produksi.
Persoalan budaya kerja menjadi salah satu perhatian penting. Sebab, keterampilan teknis tanpa dibarengi kedisiplinan, tanggung jawab dan kepatuhan terhadap standar keselamatan dinilai belum cukup untuk menghadapi tuntutan dunia industri.
Diskusi berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga menyampaikan pertanyaan, pengalaman dan berbagai persoalan yang ditemui dalam pengelolaan bengkel maupun proses pembelajaran produktif.
Pembahasan tersebut diarahkan untuk mencari langkah konkret agar fasilitas praktik di sekolah dapat dikelola lebih efektif sekaligus mampu memberikan pengalaman kerja yang semakin mendekati kondisi industri sebenarnya.
Setelah sesi FGD, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke bengkel produktif DPIB dan DKV.
Dalam kunjungan tersebut, kondisi fasilitas, proses pembelajaran dan berbagai potensi pengembangan bengkel menjadi bagian yang ditinjau bersama. Langkah ini sekaligus memberikan ruang bagi narasumber untuk melihat langsung penerapan pembelajaran berbasis praktik di lingkungan sekolah.
SMKN 1 Kalianget menargetkan penguatan manajemen bengkel dan budaya kerja tersebut tidak berhenti pada forum diskusi. Nilai-nilai seperti disiplin, K3, tanggung jawab, ketelitian dan standar mutu diharapkan menjadi bagian dari kebiasaan siswa selama menjalani proses pembelajaran.
Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan tidak hanya siap bekerja karena memiliki keterampilan, tetapi juga memiliki sikap dan budaya kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Penulis : M
Editor : Id








