Ajaran Jepang Untuk hancurkan rasa malas

Rabu, 8 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

detikkota.com

Ikigai.

Milikilah tujuan dalam hidup. Apa alasan kamu bangun setiap harinya?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

3 Aturan dari Ikigai:

– Kerjakanlah yang kamu cintai

– Kerjakan apa yang memang kamu mahir dan menguasai hal tersebut

– Kerjakanlah yang memang kamu bisa mendapatkan hasil (uang)

Kaizen

Fokuslah akan pertumbuhan kecil setiap harinya. Kamu hanya butuh 1% lebih baik dari dirimu yang kemarin. 1% Pun akan berubah menjadi 100% lebih baik dalam waktu 3 bulan bukan?

Hara Hachi Bu

Makanlah sampai kamu bisa 90% kenyang, jangan terlalu kenyang. Dari awal, ambil nasi sedikit saja yang tidak akan membuat perutmu terlalu penuh. Jika kurang, tambah saja. Makan yang terlalu banyak membuat rasa malas meningkat drastis.

Shosin

Dalam hal apapun, jangan buru-buru. Tenang saja, santai bosku. Jika kita buru-buru pikiran kita akan pecah, mau ini dan mau yang itu juga. Namun jika kita tenang, pikiran kita akan tajam dan apa yang kita kerjakan dapat selesai dengan sempurn

Ganbaru

Maksud dari ajaran ini, dalam hidup kesabaran sangat kamu butuhkan. Cukup lakukan saja yang terbaik setiap harinya. Masalah hasil, itu belakangan bosku. Yang penting kamu sudah lakukan dan berikan yang terbaik.

Wabi-sabi

Daripada hanya berfikir kesempurnaan, coba kamu temukanlah keindahan dari ketidaksempurnaan dirimu sendiri. Semua manusia berbeda dan tidak ada yang sempurna. Coba pikirkan apa keindahan dari ketidaksempurnaan dirimu itu.

Shinrin-Yoku

Dalam bahasa jepang, Shinin artinya “hutan” dan Yoku artinya “bersih”. Berilah dirimu sentuhan alam untuk menghindari rasa malas. Daripada hanya scrolling media sosial, sentuhlah dirimu dengan angin hujan, sinar matahari dan alam yang lainnya.

Berita Terkait

Sudah 16 Tahun Belum Cukup? Kades AMJ Kini Minta Jabatan Tanpa Batas
Bantahan Kader HMI: Jawaban untuk Cak Imin Soal Tudingan “NU Terpuruk Sejak Dipimpin Kader HMI”
KUALITAS GURU DAN TENAGA PENDIDIK: KUNCI UTAMA PENDIDIKAN BERKUALITAS
Serapan Anggaran Melambat, Disparitas Membesar
Krisis Air yang Dipelihara: Warga Pinggirpapas dan Karanganyar Menunggu Negara Hadir
Dua Wajah Negara
Ramadan dan “Panggung Santunan” Anak Yatim
UMKM: Jalan Sunyi Pengentasan Kemiskinan di Sumenep

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 11:13 WIB

Sudah 16 Tahun Belum Cukup? Kades AMJ Kini Minta Jabatan Tanpa Batas

Sabtu, 5 September 2026 - 02:11 WIB

Bantahan Kader HMI: Jawaban untuk Cak Imin Soal Tudingan “NU Terpuruk Sejak Dipimpin Kader HMI”

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:26 WIB

KUALITAS GURU DAN TENAGA PENDIDIK: KUNCI UTAMA PENDIDIKAN BERKUALITAS

Sabtu, 18 April 2026 - 13:40 WIB

Serapan Anggaran Melambat, Disparitas Membesar

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:06 WIB

Krisis Air yang Dipelihara: Warga Pinggirpapas dan Karanganyar Menunggu Negara Hadir

Berita Terbaru

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menerima Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Polri Tahun Anggaran 2025 dari BPK RI di Jakarta.

Nasional

Polri Kembali Raih WTP ke-13 dari BPK RI

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:26 WIB

Pemkot Surabaya memperkuat edukasi dan mitigasi bencana gempa kepada masyarakat menyusul identifikasi dua patahan aktif di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Daerah

Pemkot Surabaya Perkuat Mitigasi Hadapi Dua Sesar Aktif

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:20 WIB