Tingkatkan Pelayanan, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Miliki Poli Kulit Kelamin Dengan Dilayani 2 Dokter Spesialis

Selasa, 4 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung RSUD dr. H. Moh. Anwar, Jl. Dr. Cipto Sumenep.

Gedung RSUD dr. H. Moh. Anwar, Jl. Dr. Cipto Sumenep.

SUMENEP, detikkota.com – ‘Bismillah Melayani’ sebagaimana cita-cita dan harapan Bupati Sumenep Achmad Fauzi untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat. Kini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Moh. Anwar Sumenep telah membuka pelayanan Poli Kulit Kelamin.

Dengan ditingkatkannya pelayanan rumah sakit milik Pemkab Sumenep ini, tentunya Poli ini diperuntukkan bagi pasien perempuan yang memiliki gangguan atau keluhan dari berbagai penyakit kelamin perempuan.

”Alhamdulillah, RSUD dr. H. Moh. Anwar melayani poli kulit kelamin. Pelayanan ini tentu demi memberikan pelayanan prima kepada masyarakat terutama terkait masalah penyakit kewanitaan,” kata Kasi Informasi RSUD Dr. H. Moh Anwar, Erfin Sukayati, M.Kes.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Erfin Sukayati menyampaikan, bagi warga Sumenep yang mempunyai masalah atau keluhan penyakit kelamin terutama kaum perempuan, RSUD dr. Moh. Anwar sudah menyiapkan poli tentang penyakit tersebut.

Daripada mengeluh atau menceritakan gangguan organ kelamin ini pada sesama wanita, sangat penting sekali langsung berkonsultasi pada dokter spesialis kelamin wanita.

Karena, perempuan pada umumnya mempunyai risiko gangguan organ kelamin yang lebih tinggi. Salah satu dari gangguan tersebut adalah anatomi miss V yang terekspos dan kondisinya relatif lembab memudahkan bakteri berkembang.

“Selain vaginitis juga menandakan adanya gangguan pada saluran reproduksi seperti infeksi jamur, gonorrheae, parasit, trikomoniasis,” jelasnya.

Sekedar diketahui, untuk mencegah keputihan yang lumrah dialami perempuan, Erfin Sukayati juga mewajibkan 7 Poin penting ini.

• Selalu menjaga kebersihan organ intim, baik setelah buang air kecil maupun setelah berhubungan badan dgn pasangan, hal ini penting untuk mencegah masuknya bakteri ke vagina

• Menggunakan celana dalam yang tidak ketat dari bahan katun yang dpt membantu menjaga kelembapan vagina

• Hindari menggunakan produk perawatan vagina yang mengandung parfum

• Rutin mengganti pembalut selama menstruasi agar terhindar dari Bakteri

• Hindari seks bebas atau berganti ganti pasangan

• Gunakan kondom ketika berhubungan seks supaya tidak tertular penyakit seksual menular

• Rutin melakukan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan organ reproduksi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Untuk diinformasikan, demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terutama terkait masalah penyakit kewanitaan, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep telah menyiapkan dua Dokter spesialis kulit kelamin yaitu dr. Susanti Rusmala Dewi, Sp.DV dan dr. Novia Indriyani Adisty, Sp.KK.

Saat dikonfirmasi, Dokter Susanti Rusmala Dewi, Sp.DV dan dr. Novia Indriyani Adisty, Sp.KK menjelaskan bahwa keputihan atau dalam bahasa medisnya fluor albus, leucorrhea, white discharge, merupakan istilah keluarnya cairan dari vagina selain darah haid.

“Keputihan disebabkan oleh cairan atau lendir yang diproduksi dalam vagina dan leher rahim ini akan membawa sel-sel mati serta bakteri keluar dari vagina,” jelas dokter Susanti Rusmala Dewi.

Pada kesempatan ini, dr. Rusmala Dewi memberikan penjelasan bahwa keputihan ada dua macam yaitu, keputihan fisiologis dan abnormal (patologis).

Pihaknya menegaskan bahwa, keputihan fisiologis adalah kondisi normal yang terjadi akibat perubahan hormonal.

“Keputihan fisiologis dapat disebabkan oleh, stress, kehamilan, pemakaian alat kontrasepsi, dan haid,” paparnya.

Sedangkan keputihan abnormal (patologis) disebabkan oleh kondisi medis yang dialami wanita, seperti infeksi bakteri, infeksi jamur, atau parasit.

“Organ kelamin wanita, dari struktur anatomi berdekatan letaknya dengan uretra sama anus, jadi berpotensi adanya bakteri,” jelasnya.

Menurutnya, apabila keputihan tersebut berbau anyir atau warnanya kuning putih keabuan, bisa dikatagorikan penyebabnya karena bakteri.

Penyebab keputihan tersebut menurut dr. Rusmala dikarenakan kurangnya menjaga kebersihan vagina.

“Memakai pakaian dalam yang ketat dari bahan sintetis (bukan katun), sehingga berkeringat dan memudahkan timbulnya jamur,” tegasnya.

Selain itu, kata dr. Rusmala Dewi, terlalu sering mengenakan pakaian yang ketat atau membilas vagina dari arah anus ke arah depan vagina.

“Kami berharap bagi masyarakat sumenep Apabila terjadi penyakit keputihan bisa langsung konsultasi dan periksa ke poli kulit dan kelamin di RSUD dr Moh Anwar Sumenep,” tandasnya.

Berita Terkait

Kadis PUTR Sumenep Tekankan Pentingnya RTRW dalam Pembangunan Daerah
Indeks Reformasi Birokrasi Sumenep Naik, Pemkab Raih Predikat A-
Semangat Hardiknas dan Harkitnas 2026, Wabup Sumenep Tekankan SDM Unggul dan Kemandirian Desa
Presiden Prabowo Optimistis Koperasi Merah Putih Dorong Ekonomi Desa
Pemkab Sumenep Perketat Pengawasan Program BSPS 2026
Sekda Sumenep Minta KORPRI Adaptif dan Inovatif Hadapi Tantangan Birokrasi Digital
Wabup Sumenep Tekankan Muskab KORPRI Jadi Momentum Perkuat Profesionalisme ASN
Disnaker Kabupaten Probolinggo Gelar Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian untuk Generasi Muda

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 11:45 WIB

Kadis PUTR Sumenep Tekankan Pentingnya RTRW dalam Pembangunan Daerah

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:33 WIB

Indeks Reformasi Birokrasi Sumenep Naik, Pemkab Raih Predikat A-

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:04 WIB

Semangat Hardiknas dan Harkitnas 2026, Wabup Sumenep Tekankan SDM Unggul dan Kemandirian Desa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:18 WIB

Presiden Prabowo Optimistis Koperasi Merah Putih Dorong Ekonomi Desa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:17 WIB

Pemkab Sumenep Perketat Pengawasan Program BSPS 2026

Berita Terbaru