Fantastis, Biaya Perdin KPU Sumenep Capai Rp 2 M

Senin, 21 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Cukup fantastis, anggaran Perjalanan Dinas (Perdin) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, mencapai 2 miliar lebih.

Anggaran perjalanan dinas yang mencapai 2 miliar lebih tersebut akumulasi dari dua periode tahun 2022 mencapai 795,957,848 rupiah sedangkan tahun 2023 mencapai 1,242,677,111 rupiah.

Tentunya anggaran tersebut sangat menguras anggaran negara. Selain belanja pegawai, belanja barang dan belanja modal, anggaran pemerintah banyak terkuras juga untuk Perjalanan Dinas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inyoman S seorang pemohon informasi publik menyayangkan sikap komisioner KPU yang tertutup dan tidak berani menyampaikan ke publik.

“Harusnya Komisioner KPU berani menyampaikan ke publik terkait anggaran perdin tersebut, digunakan kemana saja dan untuk kegiatan apa,” ucapnya.

Dengan sikap KPU yang tertutup tersebut pria yang akrab dipanggil Nyoman S menduga ada hal yang perlu dicurigai mengenai realisasinya.

“Jangan-jangan digunakan untuk sesuatu yang kurang bermanfaat untuk proses pemilu, kan bisa aja digunakan untuk kepentingan pribadi, ini hanya dugaan saya saja, semoga salah,” ujarnya.

Ia mengaku sudah mengantongi sejumlah berkas realisasi anggaran KPU. “Meskipun saya punya datanya kan kurang pas kalau saya sampaikan rinciannya, karena saya bukan pejabat KPU tapi misal nanti komisioner KPU tetap tertutup saya pasti paparkan ke publik,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua KPU Sumenep Nurussyamsi menjelaskan bahwa anggaran tersebut adalah pada periode Komisioner KPU sebelumnya.

“Nggeh. Pertama itu Periode 2022-2023-2024 anggaran pada Tahapan Pemilu, dan kebetulan itu Periode Komisioner sebelumnya, sehingga secara rinci saya tidak bisa menjelaskannya,” kata ketua saat dikonfirmasi media ini, Senin (21/10/2024).

“Kedua, semua dokumen Laporan Keuangan pada periode itu telah di Audit oleh BPKP, sehingga jika itu memang suatu ketidakwajaran, akan dikenai sanksi, Ketiga, sepengetahuan saya itu anggaran akumulasi Perjalanan Dinas selama tiga Tahun 2022-2023-2024,” tandasnya.

Berita Terkait

Pemkab Sumenep Kembali Raih Opini WTP untuk Kesembilan Kalinya
Sumenep Siap Terapkan Penundaan Layanan Adminduk bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah
Kadis PUTR Sumenep Tekankan Pentingnya RTRW dalam Pembangunan Daerah
Pemkab Sumenep Dukung Pelatihan Paralegal, Bantuan Hukum Ditarget Menjangkau Desa
LBH Achmad Madani Putra Komitmen Hadirkan Layanan Hukum hingga Desa Terpencil
Indeks Reformasi Birokrasi Sumenep Naik, Pemkab Raih Predikat A-
Dibantu Lepas dari Jerat Hukum ,reni Maryani Ingkari Kesepakatan
Semangat Hardiknas dan Harkitnas 2026, Wabup Sumenep Tekankan SDM Unggul dan Kemandirian Desa

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:05 WIB

Pemkab Sumenep Kembali Raih Opini WTP untuk Kesembilan Kalinya

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:30 WIB

Sumenep Siap Terapkan Penundaan Layanan Adminduk bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah

Senin, 25 Mei 2026 - 11:45 WIB

Kadis PUTR Sumenep Tekankan Pentingnya RTRW dalam Pembangunan Daerah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:22 WIB

Pemkab Sumenep Dukung Pelatihan Paralegal, Bantuan Hukum Ditarget Menjangkau Desa

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:30 WIB

LBH Achmad Madani Putra Komitmen Hadirkan Layanan Hukum hingga Desa Terpencil

Berita Terbaru

Foto bersama Pemkab Sumenep usai menerima Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI atas LKPD Tahun Anggaran 2025 di Kantor BPK RI Perwakilan Jawa Timur, Selasa (26/05/2026).

Pemerintahan

Pemkab Sumenep Kembali Raih Opini WTP untuk Kesembilan Kalinya

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:05 WIB