Presiden Prabowo Gelar Rapat Terbatas Bahas Tantangan Ekonomi Global dan Kerja Sama Bilateral

Minggu, 29 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

JAKARTA, detikkota.com — Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/6/2025), usai menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.

Rapat tersebut membahas respons Indonesia terhadap dinamika tantangan ekonomi global, perkembangan perundingan tarif dengan Amerika Serikat, serta penguatan kerja sama regional di kawasan Asia Tenggara.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, pemerintah tengah mendorong deregulasi sektor riil melalui penyederhanaan Permendag Nomor 8 Tahun 2024 menjadi pengaturan sektoral agar lebih fleksibel dan mendukung iklim usaha yang sehat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Presiden Prabowo menekankan pentingnya menciptakan ekosistem usaha yang kompetitif dengan menghapus hambatan birokrasi dalam proses perizinan, guna menjaga pertumbuhan ekonomi dalam negeri,” ujar Teddy.

Dalam rapat itu, pemerintah juga mencermati perkembangan positif dalam negosiasi tarif dengan Amerika Serikat. Kedua negara dinilai memiliki kepentingan strategis dalam membangun hubungan dagang yang saling menguntungkan.

“Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk mengedepankan solusi yang saling menguntungkan, dengan menekankan aspek strategis hubungan bilateral. Saat ini, tim negosiator tengah intensif membahas permintaan dan penawaran dari kedua belah pihak,” ungkap Teddy.

Ia menambahkan, dukungan positif juga telah diterima dari otoritas ekonomi Amerika Serikat, termasuk dari US Secretary of the Treasury Scott Bessent dan United States Trade Representative Jamieson Greer, terhadap inisiatif Indonesia dalam memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara.

Rapat terbatas tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Berita Terkait

Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp18.250 per Dolar AS, Sentimen Global dan Domestik Jadi Pemicu
Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon di Desa Kasengan
Bhabinkamtibmas Desa Torbang Dampingi Petani Panen Jagung Dukung Ketahanan Pangan
Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, dan BNI Terbaru Berlaku Mei 2026
Pelemahan Rupiah Diprediksi Picu Kenaikan Harga Sejumlah Barang Impor
Kopmen Wanita Potre Koneng Gelar Pasar Murah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.500
Wajah Ekonomi Sumenep dari Pinggir Jalan Panglima Sudirman

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 11:39 WIB

Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp18.250 per Dolar AS, Sentimen Global dan Domestik Jadi Pemicu

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:11 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon di Desa Kasengan

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:09 WIB

Bhabinkamtibmas Desa Torbang Dampingi Petani Panen Jagung Dukung Ketahanan Pangan

Senin, 18 Mei 2026 - 07:19 WIB

Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, dan BNI Terbaru Berlaku Mei 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 01:45 WIB

Pelemahan Rupiah Diprediksi Picu Kenaikan Harga Sejumlah Barang Impor

Berita Terbaru