BPBD Pamekasan Belum Petakan Wilayah Kekeringan, SK Darurat Masih Diproses

Jumat, 1 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, detikkota.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan hingga saat ini belum menetapkan peta wilayah terdampak kekeringan pada musim kemarau 2025.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Ahmad Dhofir Rasyidi menyampaikan bahwa pihaknya masih dalam tahap finalisasi pemetaan serta proses pengajuan Surat Keputusan (SK) penetapan status darurat kekeringan.

“Masih kami persiapkan, mohon doanya agar bisa segera kami rampungkan,” ujar Dhofir kepada Karimata Media, Jumat (1/8/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengungkapkan, meskipun musim kemarau telah dimulai, curah hujan yang masih turun membuat kondisi tahun ini diperkirakan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Masih ada hujan beberapa waktu terakhir, meski secara resmi kita sudah masuk musim kemarau,” tambahnya.

Merujuk pada data tahun 2024, tercatat sebanyak 76 desa di 11 kecamatan mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih. Sebanyak 269 dusun terdampak tersebar di wilayah Tlanakan, Pademawu, Galis, Larangan, Proppo, Palengaan, Pegantenan, Kadur, Waru, Batumarmar, dan Pasean.

BPBD berharap pemetaan dan penetapan status darurat kekeringan dapat segera dituntaskan sebagai dasar mitigasi dan penanganan dampak kekeringan di wilayah rawan.

Berita Terkait

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan
Hari Tani Nasional 2026, Bupati Probolinggo Soroti Pupuk dan Harga Komoditas

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Selasa, 29 September 2026 - 16:38 WIB

ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA

Selasa, 29 September 2026 - 16:35 WIB

GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten

Berita Terbaru