BPBD Probolinggo Distribusikan Air Bersih ke Tiga Titik Krisis Akibat Kemarau

Jumat, 8 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, detikkota.com – Menghadapi krisis air bersih yang masih melanda sejumlah wilayah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo kembali menyalurkan bantuan air bersih ke tiga lokasi terdampak pada Kamis (7/8/2025).

Tiga titik distribusi tersebut meliputi Dusun Curahwatu RT 04 RW 05 Desa Tigasan Wetan Kecamatan Leces, Puskesmas Klenang Kidul di Dusun Tumpengan Desa Klenang Kidul Kecamatan Banyuanyar, serta Dusun Karang Tengah RT 07 RW 03 Desa Tulupari Kecamatan Tiris.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, BPBD mengerahkan satu unit truk tangki berkapasitas 6.000 liter. Di Desa Tigasan Wetan, distribusi dilakukan menyusul terhentinya pasokan PDAM yang berdampak pada 53 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 159 jiwa. Air bersih sebanyak 6.000 liter didistribusikan oleh Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD ke wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Volume yang sama juga disalurkan ke Puskesmas Klenang Kidul di Kecamatan Banyuanyar, serta ke Desa Tulupari Kecamatan Tiris, di mana sebanyak 80 KK atau sekitar 240 jiwa juga dilaporkan terdampak krisis air.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menyatakan bahwa distribusi ini merupakan bagian dari respons cepat pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.

“Kami berkomitmen memberikan bantuan secara cepat dan tepat. Distribusi ini adalah langkah awal untuk memastikan warga tetap mendapatkan akses air bersih,” ungkap Oemar.

Ia juga menekankan bahwa penanganan jangka panjang menjadi prioritas, tidak hanya melalui distribusi darurat, tetapi juga melalui penguatan sistem air bersih di tingkat wilayah.

“Diperlukan koordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Perkim untuk membenahi sistem distribusi secara menyeluruh dan berkelanjutan,” jelasnya.

Oemar menambahkan, fenomena kemarau yang makin ekstrem menjadi pengingat pentingnya infrastruktur air bersih yang tangguh. Ia mengimbau masyarakat segera melapor jika terjadi gangguan pasokan air agar dapat segera ditangani.

Berita Terkait

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan
Hari Tani Nasional 2026, Bupati Probolinggo Soroti Pupuk dan Harga Komoditas

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Minggu, 4 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap

Selasa, 29 September 2026 - 16:38 WIB

ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA

Berita Terbaru