Pemkot Surabaya Lanjutkan Normalisasi Sungai Kalianak, 29 Bangunan di Tambak Asri Ditandai

Jumat, 8 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, detikkota.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali melanjutkan proses normalisasi Sungai Kalianak. Sebanyak 29 bangunan di RT 33, RW 06, Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, telah diukur dan ditandai sebagai bagian dari tahap lanjutan program tersebut.

Camat Krembangan Harun Ismail menyatakan, proses penandaan pada Rabu (7/8/2025) dilakukan dengan melibatkan langsung para pemilik bangunan. “Sebanyak 29 bangunan telah ditandai dan prosesnya disaksikan pemilik masing-masing,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).

Rencana penandaan di RT 09, RW 06 yang dijadwalkan pada hari yang sama terpaksa ditunda karena adanya penolakan warga. “Kami tidak ingin memaksakan prosesnya agar tidak terjadi gesekan. Maka sementara ditunda,” lanjut Harun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak kecamatan akan berkoordinasi dengan tim normalisasi dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas terkait langkah selanjutnya. Hasil pembahasan tersebut juga akan dilaporkan ke Wali Kota melalui Asisten I.

Meski terdapat kendala, Harun menegaskan bahwa program normalisasi akan tetap berjalan sesuai rencana. Ia mengajak warga yang keberatan untuk menyampaikan data pendukung secara resmi. “Keberatan warga bisa diterima jika disertai data valid. Sebelumnya, hampir 250 KK di Morokrembangan dan Genting Kalianak sudah menerima program ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Surabaya, Dwi Hargianto, memastikan bahwa tahapan normalisasi akan terus berlanjut.

“Kami tetap lanjut ke tahapan berikutnya, sesuai rencana awal,” jelasnya.

Dwi menyampaikan bahwa pendekatan persuasif akan dikedepankan dalam menghadapi protes warga. Ia juga menyatakan terbuka terhadap pembuktian data dari masyarakat. “Jika warga punya data valid, silakan dikomunikasikan. Jika tidak, kami akan terus memberikan pemahaman secara persuasif,” pungkasnya.

Berita Terkait

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan
Hari Tani Nasional 2026, Bupati Probolinggo Soroti Pupuk dan Harga Komoditas

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Selasa, 29 September 2026 - 16:38 WIB

ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA

Selasa, 29 September 2026 - 16:35 WIB

GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten

Berita Terbaru