Menjaga Masa Kini, Menyelamatkan Masa Depan: Penolakan Survei Seismik di Laut Kangean

Kamis, 18 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Moh Andriansyah 
Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumenep

Moh Andriansyah Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumenep

Laut Kangean bukan sekadar bentangan air asin. Ia adalah ladang kehidupan, tempat nelayan menggantungkan nasib, tempat ibu-ibu menaruh harapan, dan tempat anak-anak bisa meraih masa depan dari hasil tangkapan orang tuanya. Laut adalah ruang budaya, ekonomi, dan identitas yang melekat pada masyarakat Kangean. Karena itu, setiap kebijakan yang berpotensi merusak laut, sama saja dengan merampas kehidupan mereka.

Survei Seismik Bukan Tanpa Dampak

Gelombang bunyi yang dilepaskan bisa mengusir ikan dari habitatnya, mengganggu biota laut, bahkan merusak terumbu karang yang telah terbentuk selama puluhan tahun. Jika ini terjadi, kerugian pertama yang harus ditanggung bukan oleh perusahaan, melainkan oleh para nelayan kecil yang setiap hari mengarungi laut untuk mencari makan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masyarakat Kangean menolak bukan karena mereka anti-pembangunan atau menutup diri dari perubahan. Justru mereka menolak karena ingin menjaga keberlangsungan hidup hari ini agar masa depan tetap ada. Apa gunanya janji kesejahteraan yang belum tentu datang, jika saat ini perut keluarga harus lapar? Apa artinya investasi besar, jika modal utama masyarakat—laut dan hasil tangkapannya—dihancurkan?

Pembangunan sejati mestinya berangkat dari keberpihakan pada rakyat, bukan dengan mengorbankan mereka. Jika laut rusak, siapa yang akan bertanggung jawab? Jika ikan-ikan hilang, siapa yang akan mengganti kerugian nelayan?

Penolakan Masyarakat Kangean

Adalah bentuk kesadaran ekologis sekaligus hak mereka untuk mempertahankan kehidupan. Mereka tidak menolak masa depan, tetapi menolak kehilangan masa kini. Karena tanpa masa kini yang terjaga, masa depan hanyalah janji kosong.

Suara masyarakat Kangean hari ini harus dipahami sebagai peringatan: jangan gadaikan laut demi kepentingan sesaat. Jangan tumbalkan generasi hari ini dengan iming-iming keuntungan yang belum pasti. Masyarakat Kangean hanya menuntut satu hal: hak untuk hidup layak, dari laut yang selama ini mereka jaga, mereka rawat, dan mereka warisi.

Kemana Pemerintah Ketika Rakyatnya Resah?

Apakah pemerintah akan diam melihat nelayannya kehilangan mata pencaharian?
Apakah pemerintah akan membiarkan laut dijadikan korban demi kepentingan modal?

Karena itu pemerintah harus hadir!
Hadir bukan untuk membela perusahaan, tetapi untuk melindungi rakyat.
Hadir bukan untuk menutup mata, tetapi untuk berdiri di sisi nelayan yang setiap hari berjuang di laut.

 

Oleh : Moh Andriansyah
Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumenep

Berita Terkait

Jelang Muktamar ke-35 NU, Puluhan Posko Kesehatan Disiagakan 24 Jam
Para Kiai Sepuh Serukan Muktamirin Jaga Marwah NU dan Hindari Intervensi
Kapolresta Sumenep Pimpin Sertijab, 10 Pejabat Baru Resmi Tempati Posisi Strategis
Ribuan Anak Probolinggo Tampilkan Budaya Nusantara di HUT RI
Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Antar-OPD
Curanmor di Lenteng Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
Menko Pangan Tampung Keluhan Petani Banyuwangi, Janji Kawal Perbaikan Irigasi
Dari Kampus ke Garda Demokrasi, Mahasiswa Uniba Madura Tuntaskan Magang di Bawaslu Sumenep

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:20 WIB

Jelang Muktamar ke-35 NU, Puluhan Posko Kesehatan Disiagakan 24 Jam

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Para Kiai Sepuh Serukan Muktamirin Jaga Marwah NU dan Hindari Intervensi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Kapolresta Sumenep Pimpin Sertijab, 10 Pejabat Baru Resmi Tempati Posisi Strategis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Ribuan Anak Probolinggo Tampilkan Budaya Nusantara di HUT RI

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Antar-OPD

Berita Terbaru