Dari Kisah Ibu Tunanetra hingga Siswi SMA, Harapan Baru Tumbuh di Sekolah Rakyat Banyuwangi

Selasa, 30 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyapa orang tua siswa saat peresmian Sekolah Rakyat di BPVP Muncar, Selasa (30/9/2025).

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyapa orang tua siswa saat peresmian Sekolah Rakyat di BPVP Muncar, Selasa (30/9/2025).

BANYUWANGI, detikkota.com – Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto resmi dibuka di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar, Banyuwangi, Selasa (30/9/2025). Sebanyak 73 anak dari berbagai latar belakang mengikuti pendidikan berasrama secara gratis di sekolah tersebut.

Suasana haru mewarnai peresmian. Salah satunya datang dari Nur Wahidah (50), ibu tunanetra asal Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar. Ia tak kuasa menahan air mata saat menyampaikan kisah hidupnya kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang hadir dalam acara. Wahidah mengantar putra bungsunya, Rehan Meizi, siswa kelas 5 SD, untuk bersekolah di Sekolah Rakyat.

Sejak kehilangan penglihatan sembilan tahun lalu dan ditinggalkan suami, Wahidah membesarkan anak-anaknya seorang diri dengan bekerja sebagai tukang pijat. “Dengan adanya Sekolah Rakyat ini, saya merasa sangat terbantu. Semoga anak saya bisa maju dan sukses,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kisah serupa juga datang dari Tutik (54), warga Songgon, yang mengantar anaknya Hidayatur Ramadan, siswa kelas 2 SMA. Ia mengaku lega karena anaknya mendapat lingkungan belajar yang nyaman. “Daripada di rumah main terus, di sini anak saya lebih terarah. Apalagi semuanya gratis,” katanya. Tutik sendiri sudah sembilan tahun menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya meninggal.

Semangat belajar juga terlihat dari Yesi, siswi asal Siliragung. Ia memutuskan pindah sekolah ke Banyuwangi demi merawat neneknya. Yesi mengaku tertarik bersekolah di Sekolah Rakyat setelah mendapat rekomendasi pendetanya. Ia bercita-cita menjadi psikolog serta mengembangkan bakat di bidang seni.

Bupati Ipuk mengapresiasi semangat para siswa dan orang tua. Ia berharap Sekolah Rakyat menjadi jalan bagi anak-anak untuk meraih masa depan. “Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jadikan Sekolah Rakyat ini sebagai langkah awal untuk mewujudkan harapan di masa depan,” ujarnya.

Penulis : Bi

Editor : Red

Berita Terkait

Kepala SMPN 3 Bojong Akui Kebenaran Informasi Terkait Perilaku Tiga Siswa
Bunda PAUD Kota Probolinggo Monitoring Program MBG di TK Tunas Harapan
Sekolah di Ra’as Sumenep Diduga Tak Gelar KBM di Hari Aktif, PMII UPI Desak Disdik Bertindak
Pemkot Surabaya Umumkan Hasil Administrasi dan Jadwal Seleksi Lanjutan Beasiswa Penghafal Kitab Suci 2026
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Gelar Penyuluhan Kesehatan Gratis untuk Kaum Difabel
Tinjau Langsung, Disdik Sumenep Akui Bangunan SMPN 2 Kalianget Sudah Tua
Pembatasan Gawai di Sekolah Mulai Tunjukkan Dampak Positif di Surabaya
Plafon Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, Siswa Selamat dan Belajar Dipindah

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 18:13 WIB

Kepala SMPN 3 Bojong Akui Kebenaran Informasi Terkait Perilaku Tiga Siswa

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:09 WIB

Bunda PAUD Kota Probolinggo Monitoring Program MBG di TK Tunas Harapan

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:51 WIB

Sekolah di Ra’as Sumenep Diduga Tak Gelar KBM di Hari Aktif, PMII UPI Desak Disdik Bertindak

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:50 WIB

Pemkot Surabaya Umumkan Hasil Administrasi dan Jadwal Seleksi Lanjutan Beasiswa Penghafal Kitab Suci 2026

Senin, 9 Februari 2026 - 14:46 WIB

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Gelar Penyuluhan Kesehatan Gratis untuk Kaum Difabel

Berita Terbaru