Plafon Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, Siswa Selamat dan Belajar Dipindah

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas membersihkan puing plafon ruang kelas SMPN 60 Surabaya yang runtuh akibat tekanan angin.

Petugas membersihkan puing plafon ruang kelas SMPN 60 Surabaya yang runtuh akibat tekanan angin.

SURABAYA, detikkota.com – Plafon salah satu ruang kelas di SMP Negeri 60 Surabaya runtuh pada Rabu (28/1/2026) pagi. Peristiwa tersebut diduga terjadi akibat tekanan angin kencang yang menerpa gedung sekolah, ditambah kondisi plafon berbahan gypsum yang sudah berusia lama.

Insiden terjadi sekitar pukul 07.00 WIB saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Meski demikian, tidak ada siswa yang mengalami luka. Seluruh siswa di kelas tersebut langsung dievakuasi ke tempat aman, sementara kegiatan pembelajaran dipindahkan ke ruang laboratorium dan perpustakaan.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ahmad Syahroni, mengatakan saat kejadian siswa kelas VII E sedang mengikuti kegiatan literasi. Ia menjelaskan, tekanan angin di lantai tiga gedung cukup kuat dan mendorong plafon ke arah bawah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah dilakukan pengecekan, terdapat celah yang memungkinkan angin masuk dari bagian atas plafon sehingga menekan ke bawah,” ujarnya.

Syahroni menambahkan, plafon yang runtuh berbahan gypsum dan sudah digunakan cukup lama. Ke depan, Dinas Pendidikan Surabaya akan menggantinya dengan material yang lebih ringan, seperti triplek, guna meminimalkan risiko serupa.

Ia juga menyebutkan bahwa sebagian ruang kelas lain di SMPN 60 Surabaya telah lebih dulu menggunakan plafon berbahan triplek dan dalam kondisi aman.

Jumlah siswa di kelas tersebut sekitar 32 orang. Meski tidak ada korban fisik, sejumlah siswa sempat mengalami kepanikan dan trauma ringan. Penanganan psikologis dilakukan oleh petugas dari Puskesmas serta psikolog dari DP5APPKB Kota Surabaya.

“Tidak ada luka fisik pada siswa, hanya kaget dan panik. Namun tetap kami lakukan pendampingan,” kata Syahroni.

Saat ini, puing plafon telah dibersihkan dan proses perbaikan segera dilakukan. Untuk sementara, kegiatan belajar siswa kelas VII E dan kelas di sebelahnya dialihkan ke ruang lain demi kenyamanan dan keamanan.

Selain tenaga medis dan psikolog, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya juga disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem lanjutan.

Penulis : Sur

Editor : M/Red

Berita Terkait

SSC Jadi Ajang Pengembangan Prestasi dan Karakter Siswa SMP di Sumenep
Dinkes Banyuwangi Pastikan Belum Ada Kasus Hantavirus, Warga Diimbau Tetap Waspada
Pemkab Sumenep Gelar JJS Hardiknas 2026, Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Direktur BPRS Bhakti Sumekar: Hardiknas 2026 Momentum Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Generasi Muda
Hardiknas 2026, Dinkes P2KB Sumenep Tegaskan Pendidikan Berkualitas Butuh Gerakan Bersama
Kericuhan Warnai Turnamen Voli Piala Bupati Cup Sumenep, Suporter Terlibat Tawuran
Lansia di Bluto Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur, Polisi Pastikan Tidak Ada Unsur Pidana
Disdik Sumenep Luncurkan Buku Pintar PAUD, Dorong Penerapan Deep Learning

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 12:28 WIB

SSC Jadi Ajang Pengembangan Prestasi dan Karakter Siswa SMP di Sumenep

Senin, 11 Mei 2026 - 13:05 WIB

Dinkes Banyuwangi Pastikan Belum Ada Kasus Hantavirus, Warga Diimbau Tetap Waspada

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:42 WIB

Pemkab Sumenep Gelar JJS Hardiknas 2026, Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:34 WIB

Direktur BPRS Bhakti Sumekar: Hardiknas 2026 Momentum Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Generasi Muda

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:01 WIB

Hardiknas 2026, Dinkes P2KB Sumenep Tegaskan Pendidikan Berkualitas Butuh Gerakan Bersama

Berita Terbaru