PCNU Kabupaten Malang Serukan Aksi Damai “Jumat Putih” Bela Kiai dan Pesantren

Kamis, 16 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG, detikkota.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang menginstruksikan seluruh elemen Nahdlatul Ulama di wilayahnya untuk ikut berpartisipasi dalam aksi damai bertajuk “Aksi Jumat Putih: Bela Kiai dan Pesantren” pada Jumat, 17 Oktober 2025.

Instruksi tersebut tertuang dalam surat resmi PCNU Kabupaten Malang bernomor 376/PC.01/A.II.08.03/1630/10/2025 tertanggal 16 Oktober 2025. Surat itu ditandatangani oleh KH. M. Hamim selaku Ketua, serta H. Muhammad Adib sebagai Sekretaris, dan juga diketahui oleh KH. Zainul Arifin (Rais) serta KH. Khoirul Hafidz F. (Katib).

Dalam surat tersebut, PCNU menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk respons terhadap tayangan program Xpose Uncensored di stasiun TRANS7 pada 13 Oktober 2025, yang dinilai telah menyinggung dan merendahkan marwah serta martabat pondok pesantren, khususnya Pondok Pesantren Lirboyo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi akan dimulai pukul 12.30 WIB, dengan titik kumpul di Masjid Selatan Mapolres Malang, kemudian bergerak menuju Mapolres Malang di Jl. Nasional No. 23-157, Ardirejo, Kepanjen, Malang.

Peserta aksi diimbau mengenakan pakaian serba putih. Bagi laki-laki disarankan memakai baju putih, songkok hitam, sarung atau bawahan bebas, sementara bagi perempuan baju putih, kerudung putih, dan bawahan bebas.

Melalui instruksi ini, PCNU Kabupaten Malang berharap seluruh warga Nahdliyin dapat menunjukkan solidaritas dalam membela kehormatan para kiai dan lembaga pesantren, sekaligus menjaga martabat Nahdlatul Ulama sebagai penjaga tradisi dan nilai-nilai keislaman.

Surat instruksi tersebut turut ditembuskan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Penulis : Red

Editor : Red

Berita Terkait

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan
Hari Tani Nasional 2026, Bupati Probolinggo Soroti Pupuk dan Harga Komoditas

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Selasa, 29 September 2026 - 16:38 WIB

ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA

Selasa, 29 September 2026 - 16:35 WIB

GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten

Berita Terbaru