Kota Probolinggo Semarak, Pro Night Culture Festival Season 2 Kembali Jadi Magnet Warga

Minggu, 16 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampilan beragam kesenian tradisional dan parade budaya di sepanjang GOR Mastrip hingga SMK Negeri 2 Kota Probolinggo.

Penampilan beragam kesenian tradisional dan parade budaya di sepanjang GOR Mastrip hingga SMK Negeri 2 Kota Probolinggo.

PROBOLINGGO, detikkota.com – Sepanjang jalan mulai dari GOR Mastrip hingga finish di SMK Negeri 2 Kota Probolinggo berubah menjadi panggung budaya pada Sabtu (15/11) malam.

Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan kemeriahan Pro Night Culture Festival Season 2 Tahun 2025, sebuah perhelatan budaya yang kini menjadi ikon kebanggaan Kota Probolinggo.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin yang disambut meriah oleh masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kebudayaan merupakan tonggak suatu daerah, yang menampakkan bagaimana kemajuan dan kedewasaan suatu daerah. Kota Probolinggo yang sudah berusia 666 tahun sudah mampu menghadirkan begitu banyak kebudayaan yang terus berkembang dengan variasi yang semakin banyak,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah.

Wali Kota Aminuddin juga menyoroti geliat Kota Probolinggo dalam menciptakan ruang kreatif bagi masyarakat.

“Setelah 9 bulan kami menjabat, sudah lebih dari 300 event yang kita gelar. Ini bukan main, dampaknya luar biasa bagi pembangunan, khususnya ekonomi masyarakat. Tahun ini Kota Probolinggo menjadi kota dengan pertumbuhan ekonomi kedua terbaik di Jawa Timur,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Wali Kota Aminuddin terpukau dengan penampilan Tari jaran Bodhag yang dibawakan sekitar 1.510 penari. Ia terinspirasi dan mengungkapkan rencana besarnya ke depan yang ingin mengadakan festival khusus Jaran Bodhag.

“Ini bisikan juga dari Ibu Ketua TP PKK dan akan kita wujudkan. Kita ingin mengadakan festival khusus 1.000 Jaran Bodhag. Jangan kalah dengan daerah lainnya,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh penggiat seni budaya untuk terus berkarya.
“Kebudayaan harus menjadi dasar dalam perkembangan ekonomi Kota Probolinggo. Terus berkembang, terus berkreasi, dan terus membawa kebanggaan bagi kota kita tercinta,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Siti Romlah, dalam laporannya menyampaikan bahwa Pro Night Culture Festival Season 2 merupakan pengembangan objek kemajuan kebudayaan sekaligus ruang edukatif, kompetitif, apresiatif, dan promotif.

“Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya kreativitas dan produktivitas para seniman, mulai dari pemuda hingga penggiat seni dan tradisi. Selain itu, kegiatan ini mampu membangkitkan perekonomian serta menjadi ikon promosi daerah,” jelasnya.

Siti Romlah juga menyampaikan bahwa jumlah kelompok musik duk-duk mengalami perkembangan signifikan.

“Sebelumnya, kita hanya punya 4 kelompok musik duk-duk. Tahun lalu menjadi 11, dan malam ini berkembang menjadi 15. Ini pencapaian luar biasa,” ujarnya.

Tak hanya itu, penampilan tamu kehormatan dari Kabupaten Pamekasan, yakni Seni Duk-Duk Lanceng Sengit, menambah semarak suasana.

“Kegiatan seperti ini memberi ruang anak muda buat tampil dan berkarya. Musik duk-duk dan parade kostumnya keren banget. Kota ini jadi hidup,” ujar Rizki warga Kedopok.

Hal yang sama juga diungkapkan Siti Aminah, warga Kelurahan Kanigaran, mengaku bangga dengan gelaran budaya yang semakin besar setiap tahun.

“Rasanya bangga sekali jadi warga Probolinggo. Anak-anak juga jadi tahu budaya kita sendiri,” ujarnya sambil merekam parade jaran bodak dengan ponselnya.

Penulis : M/P

Editor : Red

Berita Terkait

Tumpeng Sewu Kemiren Jadi Simbol Gotong Royong dan Pelestarian Budaya Osing
Bupati Ipuk dan Tokoh Lintas Agama Sambut Kedatangan Biksu Thudong di Banyuwangi
CV Bangkit Anugrah Jaya Kembali Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Tambang Pasir
Wabup Sumenep Dorong Penampilan Jaran Serek Lebih Kreatif dan Modern
Terak Bulan Geger Jadi Panggung Budaya dan Penggerak UMKM di Bangkalan
Ritual Hong Bahhong dari Geger Diajukan ke WBTbI
Ngaji Budaya Harjakapro ke-280, Soroti Kesejahteraan Seniman Probolinggo
Sego Lemeng dan Kopi Uthek Meriahkan Festival “Janda Reni” di Banyuwangi

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:30 WIB

Tumpeng Sewu Kemiren Jadi Simbol Gotong Royong dan Pelestarian Budaya Osing

Senin, 11 Mei 2026 - 19:46 WIB

Bupati Ipuk dan Tokoh Lintas Agama Sambut Kedatangan Biksu Thudong di Banyuwangi

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:42 WIB

CV Bangkit Anugrah Jaya Kembali Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Tambang Pasir

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:58 WIB

Wabup Sumenep Dorong Penampilan Jaran Serek Lebih Kreatif dan Modern

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:08 WIB

Terak Bulan Geger Jadi Panggung Budaya dan Penggerak UMKM di Bangkalan

Berita Terbaru