85 Mahasiswa PJKR UPGRI Sumenep Ikuti Studi Kampus Bertema Cinta Alam di Persemaian RPH Sumenep

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Universitas PGRI Sumenep melaksanakan studi kampus di Persemaian Petak 20 RPH Sumenep, Desa Lalangon, Kecamatan Manding, pada Jumat (21/11). Sebanyak 85 mahasiswa mengikuti kegiatan bertema “Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia” tersebut.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat literasi ekologis mahasiswa melalui praktik langsung, mulai dari pengamatan proses pembibitan hingga pemahaman konservasi berbasis hutan rakyat.

KRPH Sumenep, Imam Syafi’i, S.H., menyatakan bahwa persemaian memiliki fungsi strategis sebagai pusat edukasi lingkungan. “Mahasiswa harus memahami bahwa menjaga hutan dimulai dari mengenali proses terkecilnya. Pembibitan ini adalah fondasi dari keberlanjutan ekosistem,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan sektor kehutanan untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan.

Dosen pendamping, Fathol Amin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual yang perlu terus dikembangkan. “Mahasiswa PJKR bukan hanya dituntut memahami teori olahraga, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan. Pembelajaran berbasis pengalaman seperti ini sangat efektif membentuk karakter,” katanya.

Menurutnya, praktik lapangan di persemaian memberikan pemahaman langsung mengenai hubungan manusia dengan lingkungan serta tanggung jawab moral dalam menjaganya.

Kegiatan diakhiri dengan penanaman bibit secara simbolis oleh mahasiswa sebagai bentuk komitmen terhadap upaya pelestarian lingkungan.

Penulis : Red

Editor : Red

Berita Terkait

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan
Hari Tani Nasional 2026, Bupati Probolinggo Soroti Pupuk dan Harga Komoditas

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Selasa, 29 September 2026 - 16:38 WIB

ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA

Selasa, 29 September 2026 - 16:35 WIB

GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten

Berita Terbaru