Banjir Rendam Enam Desa di Banyuwangi Selatan, 739 KK Terdampak

Minggu, 23 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau rumah warga terdampak banjir di Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung, Minggu (23/11/2025).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau rumah warga terdampak banjir di Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung, Minggu (23/11/2025).

BANYUWANGI, detikkota.com – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Banyuwangi bagian selatan pada Sabtu sore (22/11/2025) mengakibatkan banjir di sejumlah lokasi. Sedikitnya enam desa di dua kecamatan terdampak, yakni empat desa di Kecamatan Siliragung—Buluagung, Siliragung, Semporejo, dan Kesilir—serta dua desa di Kecamatan Pesanggaran, yaitu Sumberagung dan Sumbermulyo.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani langsung turun ke lapangan untuk meninjau kondisi warga yang terdampak. “Intensitas hujannya memang tinggi, ratusan rumah warga tergenang,” ujar Ipuk saat meninjau lokasi banjir pada Minggu (23/11/2025).

Saat berkeliling ke rumah-rumah warga, Ipuk mendapati sejumlah bangunan mengalami kerusakan, salah satunya dapur rumah milik Madori (44) di Dusun Krajan, Desa Buluagung, yang pondasinya tergerus arus banjir. Sejumlah warga juga mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang ketika air tiba-tiba masuk ke rumah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Air datang sekitar pukul 17.30, ketinggiannya sekitar setengah meter, dan cepat surut,” kata Sarjono, salah satu warga terdampak.

Selain mengupayakan perbaikan bangunan warga, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan sembako bagi korban banjir. Ipuk turut meninjau SDN 3 Sumberagung di Kecamatan Pesanggaran yang ikut terendam. Pasca banjir, para siswa dan guru bersama tim gabungan membersihkan area sekolah.

Menurut Ipuk, persoalan utama terdapat pada kondisi drainase dan aliran sungai. Ia menginstruksikan BPBD dan Dinas PU Pengairan Banyuwangi untuk melakukan langkah cepat, termasuk normalisasi sungai serta pembersihan drainase di area terdampak banjir guna memperlancar aliran air.

Bupati juga meninjau lokasi longsor di Gunung Gamping yang sebelumnya dilaporkan mengalami longsor berulang akibat perubahan komposisi tanaman di kawasan tersebut. Warga bersama petugas Pemadam Kebakaran, BPBD, dan Dinas PU Pengairan melakukan pembersihan sejak pagi. Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Perhutani untuk kembali menanami kawasan itu dengan tanaman keras guna memperkuat struktur tanah.

Kalaksa BPBD Banyuwangi Danang Hartanto menjelaskan bahwa banjir tersebut berdampak pada 739 kepala keluarga di enam desa.

“Hanya satu rumah yang dapurnya ambruk, selebihnya terendam air. Tim gabungan terus melakukan pembersihan dan penanganan pasca banjir, termasuk penanganan longsor di Gunung Gamping,” ujarnya.

Penulis : Bi

Editor : Red

Berita Terkait

Kolaborasi Dua Terminal Selamatkan Anak Hilang Asal Sumenep
Identitas Korban Laka Tunggal di Sumenep Terungkap, Pelajar 16 Tahun Meninggal Dunia
Laka Tunggal di Sumenep, Pengendara Tewas Tanpa Identitas
Tabrakan Maut Dini Hari, Mahasiswa Tewas Usai Dihantam Truk
Kecelakaan di Jalan Pamekasan–Sumenep, Pengendara Motor Terluka
Kepala BNPB Tinjau Banjir Pasuruan, Soroti Penanganan Jangka Pendek hingga Panjang
Banjir Masih Rendam Tiga Kecamatan di Pasuruan, Ribuan Warga Terdampak
Diduga Ledakan Mercon, Satu Rumah di Batuputih Rusak dan Dua Warga Luka

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 11:21 WIB

Kolaborasi Dua Terminal Selamatkan Anak Hilang Asal Sumenep

Selasa, 7 April 2026 - 10:37 WIB

Identitas Korban Laka Tunggal di Sumenep Terungkap, Pelajar 16 Tahun Meninggal Dunia

Minggu, 5 April 2026 - 22:27 WIB

Laka Tunggal di Sumenep, Pengendara Tewas Tanpa Identitas

Minggu, 5 April 2026 - 12:54 WIB

Tabrakan Maut Dini Hari, Mahasiswa Tewas Usai Dihantam Truk

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:35 WIB

Kecelakaan di Jalan Pamekasan–Sumenep, Pengendara Motor Terluka

Berita Terbaru