BEMSU Soroti Dugaan Kekerasan Seksual di Kangean, Desak Penanganan Serius

Senin, 13 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEM Se-Sumenep menyoroti kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Kepulauan Kangean dan mendesak penanganan serius dari aparat serta pemerintah daerah.

BEM Se-Sumenep menyoroti kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Kepulauan Kangean dan mendesak penanganan serius dari aparat serta pemerintah daerah.

SUMENEP, detikkota.com – Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Sumenep (BEMSU) menyampaikan keprihatinan sekaligus kecaman atas dugaan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di wilayah Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep.

Kasus terbaru disebut terjadi di Kecamatan Arjasa, dengan korban seorang anak di bawah umur. Peristiwa ini dinilai menambah deretan kasus serupa yang sebelumnya juga terjadi di wilayah kepulauan tersebut.

Pengurus BEMSU menilai, kejadian ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam sistem perlindungan perempuan dan anak, khususnya di daerah kepulauan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah terlalu sering kekerasan seksual terhadap anak terjadi di wilayah kepulauan, khususnya Kangean. Namun hingga saat ini belum ada langkah konkret yang mampu mencegah terulangnya kejadian serupa,” ujar Ahmad Fadlan Masykuri, perwakilan BEMSU, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm bagi semua pihak bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak masih perlu diperkuat secara menyeluruh.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang masih berusia 14 tahun diduga mengalami tindakan kekerasan secara berulang oleh sejumlah pihak dengan modus ancaman. Kasus ini dinilai sebagai tindakan serius yang berdampak pada kondisi psikologis dan masa depan korban.

BEMSU menyebut situasi ini sebagai kondisi darurat yang membutuhkan perhatian bersama, baik dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, maupun masyarakat.

Sebagai bentuk sikap, BEMSU menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya meminta aparat penegak hukum mengusut kasus secara tuntas dan profesional, serta mendorong penindakan terhadap pihak-pihak yang terlibat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, BEMSU juga mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya instansi terkait, untuk memberikan pendampingan dan perlindungan maksimal kepada korban.

“Kami tidak ingin kasus seperti ini terus terjadi. Jika tidak ada langkah nyata, maka mahasiswa dan masyarakat akan terus mengawal dan bersuara,” tegas Ahmad Fadlan.

BEMSU juga mendorong adanya peningkatan pengawasan serta langkah pencegahan di wilayah kepulauan, termasuk perlunya sistem perlindungan yang lebih kuat guna menghindari terulangnya kasus serupa.

Masyarakat pun diajak untuk turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan yang aman serta berani melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan kekerasan seksual di sekitarnya.

Penulis : M

Editor : Id

Berita Terkait

Kapolresta Sumenep Imbau Masyarakat Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau
Banyuwangi Kembangkan Sistem Refill untuk Tekan Sampah Kemasan Sekali Pakai
82 Personel Polresta Sumenep Disiagakan Amankan Tongtong Se-Madura, Kemacetan Jadi Perhatian
Kebakaran Kawah Ijen Meluas, Bupati Banyuwangi Usulkan Helikopter Water Bombing
Polemik Perubahan Desil Mencuat, Pemuda Muhammadiyah Sumenep Siap Kawal Data Warga Miskin
Gangguan Mati Listrik Berjam-jam, Ronald Soroti Lambannya Penanganan PLN UP3 Purwakarta
Peziarah Keluhkan Anjal dan Pengemis di Ampel, Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan
Musim Kemarau, Pemkab Sumenep Larang Warga Buka Lahan dengan Cara Dibakar

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 12:32 WIB

Kapolresta Sumenep Imbau Masyarakat Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau

Sabtu, 5 September 2026 - 17:02 WIB

82 Personel Polresta Sumenep Disiagakan Amankan Tongtong Se-Madura, Kemacetan Jadi Perhatian

Sabtu, 5 September 2026 - 16:33 WIB

Kebakaran Kawah Ijen Meluas, Bupati Banyuwangi Usulkan Helikopter Water Bombing

Jumat, 4 September 2026 - 05:16 WIB

Polemik Perubahan Desil Mencuat, Pemuda Muhammadiyah Sumenep Siap Kawal Data Warga Miskin

Jumat, 4 September 2026 - 04:54 WIB

Gangguan Mati Listrik Berjam-jam, Ronald Soroti Lambannya Penanganan PLN UP3 Purwakarta

Berita Terbaru