Sepanjang 2025, DPKP Surabaya Tangani 2.306 Kasus Evakuasi

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Damkar Surabaya yang selalu merespons laporan darurat melalui call center 112.

Tim Damkar Surabaya yang selalu merespons laporan darurat melalui call center 112.

SURABAYA, detikkota.com – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) mencatat 2.306 penanganan evakuasi dan penyelamatan sepanjang Januari hingga November 2025. Data tersebut menunjukkan bahwa evakuasi hewan menjadi kasus terbanyak, yakni 1.424 kejadian, disusul evakuasi manusia 358 kasus, kendaraan 137 kasus, objek alam 231 kasus, objek lain 163 kasus, serta tiga kasus terkait bangunan.

Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini Sevriani, menyampaikan bahwa jumlah laporan tertinggi terjadi pada November 2025, dipengaruhi tingginya curah hujan. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut memicu dua jenis insiden utama, yaitu banjir dan meningkatnya permintaan evakuasi hewan liar karena habitatnya terganggu.

“Air yang meluap membuat hewan seperti ular dan biawak mencari tempat aman, sehingga laporan evakuasi meningkat dan langsung kami tindaklanjuti,” ujar Laksita Rini, Selasa (9/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebutkan, selain menangani kebakaran dan bencana, DPKP Surabaya juga dikenal sebagai instansi dengan layanan serba dapat. Berbagai laporan darurat yang masuk, baik dari warga maupun melalui call center 112, ditangani sesuai prioritas. Beberapa laporan unik turut diterima, di antaranya pelepasan cincin yang tersangkut di jari warga menggunakan alat pemotong sederhana, hingga bantuan non-darurat yang bersifat humanis.

Laksita juga menegaskan bahwa DPKP menetapkan standar waktu respons evakuasi sama dengan kebakaran, yaitu 6,5 menit sesuai SPM. Upaya tersebut dilakukan dengan mengerahkan tim terdekat menggunakan armada ringan, termasuk sepeda motor.

Menurutnya, akses layanan darurat melalui 112 telah mempercepat proses penanganan, meski sejumlah laporan berada di luar kewenangan utama Damkar.

Memasuki 2026, DPKP Surabaya akan memprioritaskan peningkatan kesiapsiagaan melalui pelatihan berkelanjutan serta survei wilayah rutin agar seluruh personel memahami SOP dan karakteristik tiap lokasi. Di samping itu, instansi ini juga mendorong peran masyarakat melalui rencana pelatihan evakuasi mini di tingkat wilayah.

“Pelatihan ini bertujuan memberdayakan warga dalam menangani insiden ringan, seperti evakuasi ular kecil, sehingga petugas dapat fokus pada kasus yang membutuhkan peralatan khusus atau berisiko tinggi,” pungkasnya.

Penulis : Sur

Editor : Red

Berita Terkait

KKKS Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Usaha Produktif untuk Keluarga ODGJ
Pejabat Pemkab Banyuwangi Jalani Tes Urine, Tegaskan Komitmen Zero Tolerance Narkoba
Rutan Kraksaan dan Dinkes Probolinggo Perkuat Layanan Kesehatan Warga Binaan
58 ASN Pemkot Surabaya Dijatuhi Sanksi Disiplin hingga September 2026
Diskominfo Sumenep Perkuat Keamanan Digital dalam Program Sekolah Aman dan Nyaman
Berencana Itu Keren! DPPKB Purwakarta Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat Lewat Program SILIKON Bangga Kencana
Wabup Bangkalan Dorong Inovasi Perpustakaan untuk Dongkrak Minat Baca
Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:32 WIB

KKKS Kabupaten Probolinggo Salurkan Bantuan Usaha Produktif untuk Keluarga ODGJ

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Pejabat Pemkab Banyuwangi Jalani Tes Urine, Tegaskan Komitmen Zero Tolerance Narkoba

Rabu, 30 September 2026 - 12:58 WIB

Rutan Kraksaan dan Dinkes Probolinggo Perkuat Layanan Kesehatan Warga Binaan

Rabu, 30 September 2026 - 12:43 WIB

58 ASN Pemkot Surabaya Dijatuhi Sanksi Disiplin hingga September 2026

Rabu, 30 September 2026 - 12:39 WIB

Diskominfo Sumenep Perkuat Keamanan Digital dalam Program Sekolah Aman dan Nyaman

Berita Terbaru