JAKARTA, detikkota.com – Kota Surabaya meraih predikat Kota Terbaik I dalam Pengelolaan Sampah Nasional Tahun 2025 berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI. Surabaya memperoleh nilai 74,92 dengan predikat Sertifikat Menuju Kota Bersih.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah Tahun 2026 yang digelar KLH/BPLH di Jakarta, Rabu (25/2/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Rakornas mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah)” dan dihadiri sekitar 1.500 peserta dari seluruh Indonesia.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI Hanif Faisol Nurofiq menegaskan persoalan sampah nasional membutuhkan langkah luar biasa dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sepanjang 2025, KLH/BPLH melakukan pembinaan, pengawasan, serta penilaian kinerja pengelolaan sampah terhadap seluruh pemerintah daerah secara terukur dan komprehensif,” ujarnya.
Ia menyebutkan, hasil evaluasi menunjukkan belum ada daerah yang meraih kategori Adipura maupun Adipura Kencana. Karena itu, seluruh kepala daerah diminta melakukan pembenahan tata kelola sampah secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Dari 35 daerah yang masuk kategori Sertifikat Menuju Kabupaten/Kota Bersih, tiga daerah mencatat nilai tertinggi, yakni Kota Surabaya (74,92), Kota Balikpapan (74,55), dan Kabupaten Ciamis (74,68). Sementara 253 daerah masuk kategori pembinaan dan 132 daerah dalam pengawasan.
Secara terpisah, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. “Ini bukan hasil kerja pemerintah kota saja, tetapi kerja bersama seluruh warga Surabaya,” katanya.
Eri menegaskan tantangan pengelolaan sampah ke depan semakin kompleks seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan. Saat ini produksi sampah Surabaya mencapai sekitar 1.600 ton per hari yang berasal dari rumah tangga hingga sektor usaha.
“Kita mulai dari sumbernya. Pemilahan sampah di rumah tangga dan kampung harus terus digerakkan. Jangan semua dibebankan ke TPA, sebagian harus selesai di sumbernya,” tegasnya.
Ia juga menyatakan komitmen mendukung Gerakan Nasional Indonesia ASRI sebagaimana arahan Presiden RI Prabowo Subianto, tidak hanya dalam pengelolaan sampah, tetapi juga penataan kota secara menyeluruh.
“Kalau kota bersih dan aman, kesehatan meningkat, wisatawan datang, dan ekonomi bergerak. Surabaya adalah milik seluruh warga, maka kita jaga bersama dengan komitmen dan konsistensi,” pungkasnya.
Penulis : Sur
Editor : Sur/Red







