SUMENEP, detikkota.com – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo resmi mengisi sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep guna memperkuat kinerja birokrasi dan mempercepat pengambilan kebijakan.
Pelantikan pejabat eselon II tersebut berlangsung di Graha Adirasa Lantai II Kantor Pemkab Sumenep, Rabu (8/4/2026), dan dihadiri Sekretaris Daerah, para asisten, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Bupati Fauzi menegaskan, kekosongan jabatan tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena berpotensi menghambat jalannya pemerintahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jabatan yang kosong harus segera diisi agar kinerja pemerintahan tetap optimal dan terukur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengisian jabatan strategis, terutama staf ahli bupati, memiliki peran penting dalam merumuskan kebijakan daerah. Para staf ahli akan menjadi mitra diskusi dalam memberikan kajian, masukan, hingga kritik sebelum kebijakan ditetapkan.
Menurutnya, seluruh proses pengisian jabatan telah melalui tahapan seleksi dan kajian yang matang guna memastikan pejabat yang terpilih memiliki kompetensi sesuai kebutuhan daerah.
Dalam pelantikan tersebut, Bintoro ditunjuk sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). Sementara Joko Santrio menjabat Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan.
Selain itu, Hizbul Wathan dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Politik, serta Dedy Falahuddin sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.
Bupati Fauzi juga menyoroti dominasi kalangan muda dalam posisi staf ahli. Ia menegaskan, hal tersebut merupakan hasil objektif dari proses seleksi berbasis kapasitas, bukan faktor usia.
Di sisi lain, Pemkab Sumenep masih memproses pengisian jabatan lain, termasuk di lingkungan Inspektorat yang saat ini menunggu persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri.
Ia menambahkan, penguatan peran riset menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk melalui sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional agar kebijakan yang dihasilkan lebih berbasis data dan kajian ilmiah.
Dengan langkah tersebut, Pemkab Sumenep optimistis mampu mewujudkan birokrasi yang adaptif, responsif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Penulis : M
Editor : Id







