Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Tetap Stabil di Atas 5,5 Persen

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan kepada awak media usai rapat kerja pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan kepada awak media usai rapat kerja pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).

JAKARTA, detikkota.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama 2026 tetap terjaga kuat dan stabil di tengah dinamika global.

Hal tersebut disampaikan usai Rapat Kerja Pemerintah bersama Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I kementerian/lembaga, serta Direktur Utama BUMN di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Menurut Airlangga, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode tersebut diperkirakan mampu mencapai di atas 5,5 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pertumbuhan ekonomi kuartal pertama masih baik dan bisa mencapai lebih besar atau sama dengan 5,5 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, capaian tersebut didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang kuat, terutama dari sektor konsumsi rumah tangga yang berkontribusi sekitar 54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dari sisi fiskal, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga menunjukkan tren positif. Hingga Maret 2026, penerimaan pajak tercatat meningkat sebesar 14,3 persen atau mencapai Rp462,7 triliun. Selain itu, sektor manufaktur juga berada dalam kondisi ekspansif.

Airlangga juga menyoroti kondisi ketahanan pangan nasional yang dinilai cukup kuat, dengan produksi beras pada 2025 mencapai 34,7 juta ton dan stok beras Bulog sebesar 4,6 juta ton.

Meski demikian, pemerintah terus menyiapkan sejumlah kebijakan strategis untuk menjaga stabilitas dan momentum pertumbuhan ekonomi, salah satunya melalui implementasi program biodiesel B50 yang mulai diterapkan pada 1 Juli 2026.

Program tersebut diperkirakan mampu meningkatkan ketahanan anggaran negara dengan potensi penghematan hingga Rp48 triliun.

Di sisi lain, pemerintah juga berkomitmen menjaga disiplin fiskal, termasuk mempertahankan rasio utang di kisaran 40 persen serta defisit anggaran di level 3 persen hingga akhir tahun.

Penulis : Set

Editor : M/Red

Berita Terkait

Berencana Itu Keren! DPPKB Purwakarta Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat Lewat Program SILIKON Bangga Kencana
Wabup Bangkalan Dorong Inovasi Perpustakaan untuk Dongkrak Minat Baca
Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN
Bupati Bangkalan Ikuti KPPD Lemhannas, Perkuat Kapasitas Kepemimpinan
BPPKAD Probolinggo-KPKNL Jember Perkuat Sinergi, Pengajuan BPHTB Lelang Bakal Lebih Mudah
Forpensi Dibentuk, Pemkab Sumenep Perkuat Kolaborasi Program Imunisasi
Semarak HUT RI ke-81, Dispangtan Purwakarta Gelar Berbagai Kegiatan
DPRD Sumenep Bahas Perubahan APBD 2026, Pendapatan Daerah Turun Rp175,16 Miliar

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 17:13 WIB

Berencana Itu Keren! DPPKB Purwakarta Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat Lewat Program SILIKON Bangga Kencana

Rabu, 16 September 2026 - 12:23 WIB

Wabup Bangkalan Dorong Inovasi Perpustakaan untuk Dongkrak Minat Baca

Sabtu, 5 September 2026 - 16:47 WIB

Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi dan Penataan BUMN

Sabtu, 5 September 2026 - 16:38 WIB

Bupati Bangkalan Ikuti KPPD Lemhannas, Perkuat Kapasitas Kepemimpinan

Kamis, 3 September 2026 - 09:18 WIB

BPPKAD Probolinggo-KPKNL Jember Perkuat Sinergi, Pengajuan BPHTB Lelang Bakal Lebih Mudah

Berita Terbaru