Sorotan Transparansi Turnamen Bulutangkis Hardiknas Sumenep Cup 2026, Klub Minta Drawing Dilakukan Saat Technical Meeting

Jumat, 17 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poster resmi Turnamen Bulutangkis Hardiknas Sumenep Cup 2026 dengan total hadiah Rp50 juta yang akan digelar di GOR Sumekar.

Poster resmi Turnamen Bulutangkis Hardiknas Sumenep Cup 2026 dengan total hadiah Rp50 juta yang akan digelar di GOR Sumekar.

SUMENEP, detikkota.com – Menjelang pelaksanaan Turnamen Bulutangkis Hardiknas Sumenep Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24–27 April di GOR Sumekar, muncul sorotan dari sejumlah klub terkait transparansi teknis pertandingan, khususnya dalam proses penentuan bagan atau drawing.

Sejumlah perwakilan klub menyuarakan harapan agar proses drawing dilakukan secara terbuka saat Technical Meeting (TM), sebagaimana lazimnya pelaksanaan turnamen resmi, termasuk di berbagai kejuaraan di Jawa Timur.

“Sebenarnya yang jadi perhatian kami bukan turnamennya, tapi soal skema pertandingan. Idealnya drawing itu dilakukan saat TM dan disaksikan semua perwakilan klub atau sekolah,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya, Jumat (17/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, praktik penyusunan bagan pertandingan sebelum TM berpotensi menimbulkan persepsi tidak adil. Terlebih, pengalaman pada turnamen sebelumnya di Sumenep disebutkan bahwa bagan pertandingan sudah dicetak sebelum perwakilan klub dilibatkan.

“Kemarin itu skema sudah jadi sebelum TM. Banyak klub keberatan karena terkesan tidak transparan, bahkan muncul anggapan bisa saja menguntungkan pihak tertentu,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam dunia bulutangkis, posisi dalam bagan pertandingan memiliki pengaruh besar terhadap peluang atlet melaju hingga babak akhir.

“Kadang pemain bisa melangkah jauh bukan hanya karena kemampuan, tapi juga karena posisi di bagan. Itu kenapa drawing harus terbuka,” tegasnya.

Turnamen yang memperebutkan total hadiah Rp50 juta ini diikuti berbagai kategori, mulai dari pelajar hingga non-pelajar, dan menjadi salah satu agenda olahraga dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kabupaten Sumenep.

Sumber tersebut berharap panitia, bersama Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sumenep, dapat memastikan proses teknis berjalan secara profesional dan transparan.

“Kami hanya ingin pelaksanaan yang fair. Kalau drawing dilakukan saat TM dan semua bisa menyaksikan, itu sudah cukup menjamin keadilan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari panitia maupun pengurus PBSI Sumenep terkait mekanisme drawing pada turnamen tahun ini.

Penulis : M

Editor : Id

Berita Terkait

BRI Bekasi Siliwangi Hadirkan Kemeriahan di CFD Bareng BRImo
Atlet PSN Perisai Putih Sumenep Raih Medali di Kejurprov Pencak Silat Jatim 2026
PASI Sumenep Kirim 18 Atlet Muda ke Kejurda Blitarian III 2026
Pemdes Kumpay Gelar Nobar Persib vs Persija, Ajak Warga Dukung “Maung Bandung” Pertahankan Gelar
Atlet Wushu Probolinggo Borong Medali di Kejurnas Piala Wali Kota Surabaya
Meski Digital, Drawing Turnamen Sumenep Dinilai Belum Menjamin Fair Play
Soal Skema Pertandingan Dipersoalkan, PBSI Sumenep: Era Sudah Digital, Bukan Undian Manual
Bupati Pasuruan Resmikan Rizqy Sport Center, Dorong Lahirnya Atlet Berkelas Internasional

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:47 WIB

BRI Bekasi Siliwangi Hadirkan Kemeriahan di CFD Bareng BRImo

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:31 WIB

Atlet PSN Perisai Putih Sumenep Raih Medali di Kejurprov Pencak Silat Jatim 2026

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:47 WIB

PASI Sumenep Kirim 18 Atlet Muda ke Kejurda Blitarian III 2026

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:49 WIB

Pemdes Kumpay Gelar Nobar Persib vs Persija, Ajak Warga Dukung “Maung Bandung” Pertahankan Gelar

Senin, 4 Mei 2026 - 10:35 WIB

Atlet Wushu Probolinggo Borong Medali di Kejurnas Piala Wali Kota Surabaya

Berita Terbaru