BANYUWANGI, detikkota.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan distribusi pupuk subsidi di Banyuwangi berjalan lancar dan harga gabah petani tetap berada di level aman. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Rembuk Tani di Desa Karangbendo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Kamis (14/5/2026).
Dalam kegiatan itu, Zulhas didampingi Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono. Ia menyebut pemerintah terus memantau harga gabah, distribusi pupuk, hingga kondisi irigasi guna menjaga kesejahteraan petani.
“Saya diminta Presiden mengecek harga gabah. Tadi harga gabah di Banyuwangi bagus, di atas Rp6.500. Pupuk juga lancar dan mendapat diskon 20 persen. Irigasinya juga bagus,” ujar Zulhas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, penurunan harga pupuk sebesar 20 persen yang dilakukan pemerintah sejak tahun lalu dinilai berdampak positif bagi petani. Harga pupuk urea turun dari Rp112.500 menjadi Rp90.000 per sak, sementara pupuk NPK turun dari Rp115.000 menjadi Rp92.000 per sak.
Zulhas juga memastikan penyaluran pupuk subsidi berjalan sesuai kebutuhan petani. Ia menilai program pemerintah di sektor pertanian telah berjalan efektif.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menambahkan bahwa realisasi penebusan pupuk subsidi di Jawa Timur telah mencapai hampir 50 persen dari total alokasi sekitar 2 juta ton. Banyuwangi menjadi salah satu daerah dengan tingkat penyerapan pupuk yang tinggi.
“Ini menunjukkan distribusi berjalan lancar dan daya beli petani cukup baik. Semoga hasil panen tahun ini meningkat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Menko Pangan bersama Petrokimia Gresik juga menyerahkan bantuan dua ton pupuk nonsubsidi kepada Kelompok Tani Sumber Urip, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari.
Ketua Kelompok Tani Sumber Urip, Muhammad Sayidi, mengaku kondisi pupuk saat ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Ia menyebut petani tidak lagi mengalami kelangkaan pupuk.
“Sekarang pupuk tersedia, tidak ada keluhan dari petani. Harga gabah juga bagus, bahkan ada yang mencapai Rp7 ribu per kilogram,” ujarnya.
Selain menghadiri Rembuk Tani, Zulhas sebelumnya juga mengikuti Sarasehan Penguatan Ketahanan Pangan di Pondok Pesantren Ibnu Sina, Kecamatan Genteng. Dalam kegiatan itu, ia menilai pondok pesantren memiliki potensi besar dalam mendukung kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat.
Penulis : Bi
Editor : Bi







