BULOG Jatim Gelontorkan 700 Ton SPHP dan 20 Ribu Liter Minyakita untuk Stabilkan Harga Pangan

Senin, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jatim, Langgeng Wisnu saat mengecek harga pangan di Pasar Tambakrejo, Surabaya.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jatim, Langgeng Wisnu saat mengecek harga pangan di Pasar Tambakrejo, Surabaya.

SURABAYA, detikkota.com – Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Timur memperkuat langkah stabilisasi pangan dengan menyalurkan 700 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta sekitar 20 ribu liter Minyakita kepada masyarakat.

Penyaluran tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan harga, terutama memasuki musim kemarau.

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jatim Langgeng Wisnu mengatakan, tambahan pasokan disalurkan melalui jaringan mitra binaan BULOG di berbagai daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini Perum BULOG akan menggelontorkan beras SPHP kurang lebih 700 ton dan Minyakita sebanyak kurang lebih 20.000 liter melalui mitra binaan BULOG Jatim,” ujar Langgeng saat melakukan pemantauan harga di Pasar Tambakrejo, Surabaya, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Langgeng, distribusi akan terus ditingkatkan apabila ditemukan indikasi kenaikan harga atau gangguan pasokan di lapangan.

Hingga September 2026, penyaluran beras SPHP di Jawa Timur sejak Maret telah mencapai sekitar 130 ribu ton. Realisasi tersebut mencapai 130,9 persen dari target sekitar 98,7 ribu ton.

Sementara penyaluran Minyakita telah mencapai sekitar 18,5 juta liter melalui 4.609 mitra yang tersebar di Jawa Timur.

Mitra tersebut meliputi pasar tradisional, ritel modern, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), koperasi BUMN dan BUMD, serta Rumah Pangan Kita (RPK).

Langgeng menyebut jaringan mitra memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan sekaligus membantu mengendalikan inflasi.

Dalam pemantauan di Pasar Tambakrejo, harga beras medium tercatat sekitar Rp13.500 per kilogram dan masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Adapun beras SPHP di tingkat pedagang dijual sekitar Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram. Sementara harga Minyakita di pedagang binaan BULOG maksimal berada di kisaran Rp15.700 per liter.

BULOG Jatim juga memastikan ketersediaan stok pangan masih dalam kondisi aman. Saat ini stok beras di gudang BULOG Jatim disebut mencapai sekitar 1,3 juta ton, sedangkan stok Minyakita mencapai 3,2 juta liter.

Langgeng meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan pangan masih mencukupi.

“Ketersediaan stok beras 1,3 juta ton dan Minyakita 3,2 juta liter saat ini yang tersimpan di gudang BULOG Jatim sangat melimpah. Harapannya masyarakat tidak perlu khawatir dan melakukan panic buying,” katanya.

Untuk menjaga stabilitas harga, BULOG bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Tim Satgas Pangan Jawa Timur terus mengoptimalkan sejumlah langkah, mulai dari penguatan stok, percepatan distribusi SPHP dan Minyakita, penambahan pasokan beras premium, operasi pasar hingga pengawasan harga dan distribusi.

Pengawasan tersebut dilakukan bersama pemerintah daerah, aparat, pelaku pasar, jaringan ritel modern, serta pemangku kepentingan lainnya.

BULOG memastikan sinergi tersebut akan terus diperkuat agar pasokan pangan dapat tersebar secara merata dan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang wajar serta terjangkau.

Penulis : Su

Editor : Id

Berita Terkait

Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp18.250 per Dolar AS, Sentimen Global dan Domestik Jadi Pemicu
Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon di Desa Kasengan
Bhabinkamtibmas Desa Torbang Dampingi Petani Panen Jagung Dukung Ketahanan Pangan
Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, dan BNI Terbaru Berlaku Mei 2026
Pelemahan Rupiah Diprediksi Picu Kenaikan Harga Sejumlah Barang Impor
Kopmen Wanita Potre Koneng Gelar Pasar Murah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, Dolar AS Tembus Rp17.500
Wajah Ekonomi Sumenep dari Pinggir Jalan Panglima Sudirman

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:03 WIB

BULOG Jatim Gelontorkan 700 Ton SPHP dan 20 Ribu Liter Minyakita untuk Stabilkan Harga Pangan

Senin, 8 Juni 2026 - 11:39 WIB

Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp18.250 per Dolar AS, Sentimen Global dan Domestik Jadi Pemicu

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:11 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon di Desa Kasengan

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:09 WIB

Bhabinkamtibmas Desa Torbang Dampingi Petani Panen Jagung Dukung Ketahanan Pangan

Senin, 18 Mei 2026 - 07:19 WIB

Saldo Minimum Bank Mandiri, BRI, dan BNI Terbaru Berlaku Mei 2026

Berita Terbaru