1.360 RW Digerakkan, Surabaya Hidupkan Lagi Gotong Royong Lewat Kampung Pancasila

Jumat, 18 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran Forkopimda dan perwakilan RW saat meluncurkan Lomba Kampung Pancasila 2026 di Balai Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran Forkopimda dan perwakilan RW saat meluncurkan Lomba Kampung Pancasila 2026 di Balai Kota Surabaya.

SURABAYA, detikkota.com – Pemerintah Kota Surabaya resmi meluncurkan Lomba Kampung Pancasila 2026 dengan melibatkan 1.360 Rukun Warga (RW) di seluruh wilayah Kota Surabaya.

Peluncuran program ditandai dengan tabuhan kentongan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perwakilan pengurus RW di Balai Kota Surabaya, Kamis (17/9/2026).

Program tersebut dirancang tidak sekadar sebagai kompetisi antarkampung, tetapi juga untuk menguatkan kembali semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, kemajuan Kota Surabaya tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat, termasuk pengurus RT, RW, dan LPMK.

“Surabaya bisa maju bukan karena wali kotanya, melainkan karena warga, Ketua RT, RW, dan LPMK yang menopangnya dengan nilai gotong royong,” kata Eri.

Menurut Eri, semangat gotong royong perlu diperkuat untuk memastikan persoalan sosial di tingkat kampung dapat ditangani secara bersama. Ia mencontohkan masih adanya warga kurang mampu yang belum tersentuh bantuan sebagai salah satu persoalan yang perlu diselesaikan melalui kolaborasi warga.

Dalam pelaksanaannya, Lomba Kampung Pancasila 2026 memiliki sejumlah indikator penilaian. Di antaranya penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan usaha lokal, toleransi serta keharmonisan antarwarga, kepedulian sosial, dan pengelolaan lingkungan.

Aspek lingkungan meliputi pengelolaan sampah secara mandiri, penghijauan, serta penataan kawasan agar bersih dan sehat. Keaktifan warga dan pengurus kampung dalam menyelesaikan persoalan wilayah secara bersama juga menjadi bagian dari penilaian.

Untuk mendukung pelaksanaan program, Pemkot Surabaya menugaskan perangkat daerah sebagai pengampu di masing-masing wilayah. Perangkat daerah tersebut tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga diminta terlibat langsung dalam pendampingan masyarakat.

Eri menegaskan, perangkat daerah yang menjadi pengampu harus mampu memberikan contoh sekaligus melakukan pembinaan di lapangan. Jika dinilai tidak menjalankan tugas pembinaan dengan baik, perangkat daerah tersebut akan mendapatkan sanksi berupa bendera hitam.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Lomba Kampung Pancasila 2026. Ia menilai program tersebut dapat menjadi sarana menerapkan nilai Pancasila melalui aksi nyata, khususnya dalam menjaga lingkungan.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk mewujudkan kampung yang bersih, sehat, hijau dan berkelanjutan,” ujar Jumhur.

Ia juga mendorong masyarakat memulai pengelolaan lingkungan dari tingkat rumah tangga, antara lain dengan mengurangi dan memilah sampah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, serta memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai.

Selain persoalan lingkungan dan gotong royong, program Kampung Pancasila juga dikaitkan dengan penanganan kemiskinan di tingkat kampung.

Eri mengatakan, bantuan seperti zakat, infak, maupun bantuan sosial diharapkan dapat lebih dahulu dimanfaatkan untuk membantu warga yang membutuhkan di lingkungan masing-masing.

Pemkot Surabaya juga menyatakan mekanisme pendataan penerima bantuan sosial tidak lagi hanya mengacu pada sistem desil administrasi. Penentuan prioritas bantuan dilakukan melalui musyawarah kelurahan (muskel) dengan melibatkan masyarakat di tingkat RT dan RW.

Melalui program tersebut, Pemkot Surabaya mendorong keterlibatan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan wilayah sekaligus memperkuat penerapan nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis : Su

Editor : Id

Berita Terkait

Pemkot Surabaya Perkuat Mitigasi Hadapi Dua Sesar Aktif
Wabup Sumenep Apresiasi Forsekdesi Konsisten Santuni Anak Yatim
Pemkot Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Warga Hadapi Potensi Gempa
Festival Tani Ganding 2026 Padukan Pertanian, Budaya dan UMKM
Listrik RW 03 Nagri Tengah Padam Berulang, ULP Ungkap Isolator Rusak Disambar Petir
Proyek RKB SMKN 3 Linggabuana Tembus Rp1 Miliar, Libatkan Penyedia Jasa: Mekanismenya Terang atau Justru Mengundang Tanya?
Tak Perlu Lagi ke Kota, Urus Adminduk di Bangkalan Mulai 2027 Bisa dari Kecamatan
Petani Jatisari Probolinggo Dilatih Ubah Kotoran Kambing Jadi Pupuk Hayati

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 10:21 WIB

1.360 RW Digerakkan, Surabaya Hidupkan Lagi Gotong Royong Lewat Kampung Pancasila

Kamis, 17 September 2026 - 11:20 WIB

Pemkot Surabaya Perkuat Mitigasi Hadapi Dua Sesar Aktif

Senin, 14 September 2026 - 12:57 WIB

Wabup Sumenep Apresiasi Forsekdesi Konsisten Santuni Anak Yatim

Sabtu, 12 September 2026 - 13:56 WIB

Pemkot Surabaya Perkuat Kesiapsiagaan Warga Hadapi Potensi Gempa

Sabtu, 12 September 2026 - 13:51 WIB

Festival Tani Ganding 2026 Padukan Pertanian, Budaya dan UMKM

Berita Terbaru

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menerima Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Polri Tahun Anggaran 2025 dari BPK RI di Jakarta.

Nasional

Polri Kembali Raih WTP ke-13 dari BPK RI

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:26 WIB

Pemkot Surabaya memperkuat edukasi dan mitigasi bencana gempa kepada masyarakat menyusul identifikasi dua patahan aktif di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Daerah

Pemkot Surabaya Perkuat Mitigasi Hadapi Dua Sesar Aktif

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:20 WIB