Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada

Senin, 5 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BMKG Sumenep Ari Widjajanto.

Kepala BMKG Sumenep Ari Widjajanto.

SUMENEP, detikkota.com – Masyarakat Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat memasuki awal Oktober 2026. Imbauan khusus ditujukan kepada warga pesisir dan nelayan yang beraktivitas di laut.

Kepala BMKG Sumenep Ari Widjajanto mengatakan, wilayah Madura pada Senin (5/10/2026) secara umum diprakirakan berawan. Namun, dinamika atmosfer masih memungkinkan terjadinya perubahan cuaca lokal.

Menurut Ari, masyarakat perlu memperhatikan perubahan kondisi langit maupun peningkatan kecepatan angin sebelum menjalankan aktivitas di luar ruangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Untuk masyarakat pada umumnya, tetap memperhatikan perkembangan cuaca. Terutama ketika terjadi perubahan kondisi langit dan peningkatan kecepatan angin,” kata Ari, Senin (5/10/2026).

Kewaspadaan lebih tinggi diperlukan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir serta nelayan. Perubahan angin dan gelombang laut dapat terjadi sehingga informasi cuaca maritim penting dijadikan pertimbangan sebelum melaut.

Berdasarkan informasi BMKG untuk wilayah Laut Jawa bagian timur pada 5 Oktober 2026, kecepatan angin diprakirakan berada pada kisaran 10 hingga 14 knot dengan arah dominan dari tenggara.

Sementara tinggi gelombang berada di kisaran 1,1 hingga 1,4 meter. Kondisi tersebut masuk kategori rendah hingga sedang pada sejumlah periode.

“Secara umum kondisi laut masih dalam kategori rendah hingga sedang, tetapi nelayan tetap perlu memperhatikan perkembangan cuaca terbaru dari BMKG sebelum berangkat melaut,” ujar Ari.

BMKG juga mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati apabila hujan turun disertai angin kencang. Masyarakat diminta tidak berteduh di bawah pohon besar dan menghindari bangunan, papan reklame, maupun benda lain yang berpotensi roboh.

Informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca juga diminta menjadi salah satu pertimbangan masyarakat dalam merencanakan aktivitas harian.

BMKG mengimbau masyarakat terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG agar potensi perubahan kondisi cuaca dapat diantisipasi lebih awal.

Penulis : M

Editor : Id

Berita Terkait

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan
Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen
Tiga Bulan Masuk DPO, Keberadaan Guru ASN di Sumenep Belum Terungkap
ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA
GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten
Wali Kota Eri Datangi Penyalur ART di Gunung Anyar, Pekerja Terjerat Denda Rp3,5 Juta Dipulangkan
Hari Tani Nasional 2026, Bupati Probolinggo Soroti Pupuk dan Harga Komoditas
Nama Muhlis Fajar Mulai Dibicarakan Jelang Pilkades Paseraman 2027

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Krisis Air Bersih Empat Bulan, Warga Langsar Sumenep Dapat Bantuan

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Cuaca Sumenep Berubah Cepat, BMKG Ingatkan Warga dan Nelayan Waspada

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Kades Nuryadi “Abah Haji” Buktikan Pembangunan Lumbung Desa, Petani Kini Punya Tempat Penyimpanan Hasil Panen

Selasa, 29 September 2026 - 16:38 WIB

ATEP HERU TIADA, BELPUR BERDUKA

Selasa, 29 September 2026 - 16:35 WIB

GPN Jatim dan DLH Sumenep Investigasi Dugaan Limbah Tambak Udang di Pesisir Ambunten

Berita Terbaru