Aksi Tabur Bunga di Depan Pengadilan Negeri Banyuwangi

Kamis, 27 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, detikkota.com – Warga asal desa Alasbuluh kecamatan Wongsorejo melakukan Aksi bela tiga aktivis yang diduga menghadang operasional pertambangan galian C di depan Pengadilan negeri Banyuwangi.

Nama tiga aktivis yang di bela antara lain: Ahmad Busi’in, H.Sugianto dan Abdullah, mereka pada bulan Agustus tahun 2018 sempat menghadang armada pengangkut material tambang di desa Alasbuluh.

Aksi di gelar mulai pukul 09.00 WIB, mereka memprotes adanya dugaan Kriminalisasi yang di alami tiga warganya, ketiganya di vonis tiga bulan atas dakwaan merintangi kegiatan usaha pertambangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masa aksi juga melakukan treatikal dan tabur bunga di depan Pengadilan negeri Banyuwangi sebagai simbolis “menurut masa aksi dikarenakan tidak adanya keadilan didalam meja hijau.”

Ahmad Rifa’i salah satu kuasa hukum dari tiga warga Alasbuluh tersebut mengatakan bahwa ia hanya menghadang untuk tidak melewati jalan pemukiman warga karena akses yang sempit, banyak anak kecil bermain dan juga berdebu.

“Mereka hanya menghadang tanpa ada intimidasi ataupun perlawanan, mereka hanya bilang jangan lewat di sini karena akses terlalu sempit, kan masih ada jalan lain selain ini yang lebih aman, begitu kata kata yang di lontarkan saat penghadangan tahun 2018 lalu, tapi justru di anggap menghalang halangi aktivitas tambang berijin” katanya. (27/5/2021).

Sehingga pada awal tahun 2019 ketiga warga tersebut ternyata di laporkan oleh pihak tambang, hari ini, masih Rifa’i mereka divonis tiga bulan penjara.

“hari ini adalah sidang putusan, mereka di vonis tiga bulan penjara dengan pasal yang di terapkan yaitu pasal 162 undang undang minerba, padahal tidak ada yang memberatkan hanya saja di putus salah gitu saja, jadi perbuatan terdakwa bahwa tebukti memenuhi unsur pasal tersebut, dengan fakta hanya menghadang dumptruck di tengah jalan itu saja. Jadi perbuatan itu di nyatakan bersalah.” jelas Rifa’i salah satu kuasa hukum yang mewakili dari LBHNU Banyuwangi itu.

Sedangkan alasan mereka menghadang sambung Rifa’i, tidak menjadi pertimbangan itu yang menurutnya menjadi penyesalan dalam persidangan ini, itu yang kami maksud sebagai aspek hukum lingkungan.

“Maka dari itu masih ada waktu 7 hari lagi, dan kami akan mengajukan banding, karena terdakwa tidak menghalangi Tambangnya, karena mereka tidak pernah naik ke tambang, mereka hanya menginginkan lewat jalan lain tidak lewat perkampungan itu menurut terdakwa, sedangkan menurut penambang jalan lain ada tapi jalanya rusak dan agak jauh, sehingga tidak mau lewat jalan lain” pungkasnya.( Noo)

Berita Terkait

Kapolda Jatim Tinjau Arus Mudik Ketapang–Gilimanuk Jelang Penutupan Nyepi
Rumah Kebangsaan Jatim dan Polda Jatim Salurkan Sembako untuk Mahasiswa Jelang Idulfitri
KJS Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran, Wabup Sumenep Turut Mendampingi
Kapolres Sumenep Cek Pos Pengamanan dan Pelayanan Jelang Lebaran
Wamenhub Suntana Tinjau Langsung Antrean Panjang Pemudik Bali–Jawa di Gilimanuk
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, GMNI Jatim Desak Pengusutan Tuntas
BMKG Ingatkan Warga Jatim Waspada Cuaca Ekstrem Saat Pancaroba Maret–April 2026
Polres Pamekasan Siapkan 5 Pos Pengamanan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 18:20 WIB

Kapolda Jatim Tinjau Arus Mudik Ketapang–Gilimanuk Jelang Penutupan Nyepi

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:53 WIB

Rumah Kebangsaan Jatim dan Polda Jatim Salurkan Sembako untuk Mahasiswa Jelang Idulfitri

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:12 WIB

KJS Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran, Wabup Sumenep Turut Mendampingi

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:35 WIB

Kapolres Sumenep Cek Pos Pengamanan dan Pelayanan Jelang Lebaran

Senin, 16 Maret 2026 - 12:15 WIB

Wamenhub Suntana Tinjau Langsung Antrean Panjang Pemudik Bali–Jawa di Gilimanuk

Berita Terbaru

Fauzi As

Opini

Dua Wajah Negara

Kamis, 19 Mar 2026 - 00:34 WIB

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyapa dan melepas ratusan pemudik yang diberangkatkan menggunakan bus dalam program mudik bersama.

Daerah

Bupati Pasuruan Berangkatkan Ratusan Pemudik dengan 7 Bus

Rabu, 18 Mar 2026 - 18:25 WIB