PPKM Di Perpanjang, Satlantas Polresta Banyuwangi Masih Lakukan Pembatasan Akses Masuk

Rabu, 21 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUWANGI, detikkota.com – Satlantas Polresta Banyuwangi hingga saat ini masih memberlakukan pembatasan akses masuk di perbatasan Kabupaten Banyuwangi.

Hal tersebut merupakan bagian kegiatan pengendalian dan pembatasan mobilitas masyarakat di wilayah hukum Polresta Banyuwangi, menyusul diperpanjangnya masa PPKM Darurat sampai 25 Juli nanti.

“Hingga saat ini, selama 24 jam kami (Polri) bersama TNI dan stakeholder terkait menjaga empat titik pos penyekatan atau pembatasan di Kabupaten Banyuwangi selama PPKM Darurat diterapkan ,” kata Kasat Lantas Polresta Banyuwangi Kompol Akhmad Fani Rakhim, S.Psi.,S.I.K.,M.Psi.,Psikologi, melalui KBO Satlantas Polresta Banyuwangi Iptu Taufan, Rabu (21/7/2021) siang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengungkapkan, empat jalur penyekatan tersebut diantaranya Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi, perbatasan Jawa Bali, perbatasan Situbondo berada di Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, perbatasan Jember, berada di Kecamatan Kalibaru dan perbatasan Bondowoso, berada di Desa Tamansari, Kecamatan Licin.

Taufan menambahkan, dalam kegiatan tersebut petugas akan menghentikan kendaraan yang melintas pada pos penyekatan atau pembatasan mobilitas. Petugas juga akan memeriksa surat-surat dan identitas pengemudi sesuai INMENDAGRI No.15, tanggal 15 juni 2021, Tentang PPKM Darurat Covid 19 di wilayah Jawa – Bali, tanggal 03 – 25 Juli 2021.

“Apabila ditemukan kendaraan roda dua maupun roda empat yang tidak sesuai ketentuan maka di arahkan untuk putar balik,” tegasnya.

Dalam kegiatan penyekatan yang berlangsung sekitar pukul 13.00 wib tadi, petugas juga membagikan bantuan paket sembako ke pengguna jalan sekaligus mengimbau masyarakat untuk selalu patuhi protokol kesehatan (noo)

Berita Terkait

Warga Soroti Proyek Drainase di Nagri Tengah, K3 Pekerja Dipertanyakan
Lahir di Angka Istimewa, Muhammad Mateen Arrash Jadi Kebahagiaan Baru Keluarga Didik Haryanto
Bukan Sekadar Layani Warga, ASN Sumenep Diajak Jadi Penyelamat Lewat Setetes Darah
Bank Dunia Sebut 64 Persen Penduduk Indonesia Miskin, Ekonom: Jangan Dibaca Mentah
BMKG Peringatkan Hujan dan Angin Kencang 8-10 September, Sejumlah Wilayah Wajib Waspada
Pemerintah Perkuat Kesiapan Hadapi El Nino, Dampak Erupsi Gunung Api Dipantau
Razia Miras di Cafe Lotus, Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan 48 Botol Minuman Beralkohol
Anak Krakatau Masih Aktif, Erupsi Susulan Mengintai: Radius 3 Kilometer Terlarang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:58 WIB

Warga Soroti Proyek Drainase di Nagri Tengah, K3 Pekerja Dipertanyakan

Rabu, 9 September 2026 - 13:51 WIB

Lahir di Angka Istimewa, Muhammad Mateen Arrash Jadi Kebahagiaan Baru Keluarga Didik Haryanto

Rabu, 9 September 2026 - 13:22 WIB

Bukan Sekadar Layani Warga, ASN Sumenep Diajak Jadi Penyelamat Lewat Setetes Darah

Rabu, 9 September 2026 - 10:22 WIB

Bank Dunia Sebut 64 Persen Penduduk Indonesia Miskin, Ekonom: Jangan Dibaca Mentah

Selasa, 8 September 2026 - 10:32 WIB

BMKG Peringatkan Hujan dan Angin Kencang 8-10 September, Sejumlah Wilayah Wajib Waspada

Berita Terbaru