Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Konsolidasi Delegasi Indonesia dalam ASEAN Smart Cities Network

Selasa, 21 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Banyuwangi menjadi tuan rumah konsolidasi delegasi Indonesia dalam ASEAN Smart Cities Network (ASCN) yang digelar secara hybrid pada Senin (20/7/2026).

Kabupaten Banyuwangi menjadi tuan rumah konsolidasi delegasi Indonesia dalam ASEAN Smart Cities Network (ASCN) yang digelar secara hybrid pada Senin (20/7/2026).

BANYUWANGI, detikkota.com – Kabupaten Banyuwangi menjadi tuan rumah konsolidasi delegasi Indonesia dalam ASEAN Smart Cities Network (ASCN) yang digelar secara hybrid pada Senin (20/7/2026). Pertemuan tersebut terhubung secara daring dengan Annual Meeting ASCN ke-9 yang dipusatkan di Filipina.

Rapat tahunan itu diikuti oleh 11 negara anggota ASEAN serta sejumlah negara mitra, di antaranya Korea Selatan, Jepang, Uni Emirat Arab, dan Rusia. Forum tersebut membahas penguatan kerja sama dalam pengembangan kota cerdas yang berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

Konsolidasi di Banyuwangi dihadiri enam delegasi Indonesia yang berasal dari Kabupaten Banyuwangi, DKI Jakarta, Kota Makassar, Kabupaten Sumedang, Kota Semarang, dan Kota Denpasar. Pertemuan dipimpin Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal, bersama para kepala daerah maupun perwakilannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Safrizal menjelaskan, ASCN merupakan wadah kolaborasi negara-negara ASEAN dalam mendorong pengembangan smart city. Menurutnya, Indonesia memiliki peran penting dalam membagikan pengalaman dan praktik terbaik kepada daerah lain, baik di dalam negeri maupun di kawasan Asia Tenggara.

“Kami memusatkan pertemuan konsolidasi di Kabupaten Banyuwangi. Awalnya, saat ASCN berdiri pada 2018, yang kita promosikan ke tingkat Asia Tenggara yakni DKI Jakarta, Makassar, dan Banyuwangi. Sekarang kita tambah tiga lagi,” kata Safrizal.

Ia menambahkan, forum tersebut menjadi sarana bagi setiap delegasi untuk memaparkan perkembangan implementasi smart city di wilayah masing-masing sekaligus berbagi pengalaman.

“Di sinilah kita bisa sharing berbagai praktik baik yang dilakukan masing-masing delegasi. Kita bisa saling tukar pikiran, bahkan bisa saling mencontoh praktik baiknya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan berbagai inovasi daerah dalam pengembangan smart city, mulai dari pemanfaatan big data, layanan telekonsultasi kesehatan selama 24 jam, hingga sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Menurut Ipuk, Banyuwangi mengembangkan konsep smart city dengan pendekatan smart village agar manfaat teknologi dapat dirasakan hingga tingkat desa.

“Banyuwangi hadir bersama jaringan kota ASCN lainnya untuk saling berbagi praktik baik terkait program Smart City dengan negara-negara ASEAN. Banyuwangi sendiri mengembangkan smart city dengan pendekatan smart village,” ujar Ipuk.

Ia menjelaskan, salah satu program unggulan Banyuwangi adalah pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Program tersebut mendorong pemilahan sampah sejak tingkat rumah tangga, edukasi lingkungan, peningkatan partisipasi masyarakat, hingga pengolahan sampah menjadi energi alternatif berupa Refuse Derived Fuel (RDF).

“Program ini mampu mengurangi sampah yang tidak terolah lebih lanjut, bahkan juga telah mampu mengelola sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif Refuse Derived Fuel (RDF). Sebanyak puluhan ton RDF tersebut telah dikirim untuk menjadi bahan bakar industri,” jelasnya.

Selain itu, Banyuwangi juga memperkenalkan layanan Oasis Wangi (Online Akses Solusi Indonesia Sehat dari Banyuwangi) yang memberikan layanan konsultasi kesehatan gratis selama 24 jam melalui aplikasi WhatsApp.

“Cukup melalui WhatsApp, warga bisa menanyakan berbagai informasi kesehatan secara real time. Juga bisa menerima tips dan edukasi kesehatan secara reguler,” kata Ipuk.

Menutup paparannya, Ipuk menilai keikutsertaan Banyuwangi dalam ASCN menjadi kesempatan untuk saling belajar dan memperkuat kolaborasi antardaerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

“ASCN ini menginspirasi semua anggotanya untuk saling belajar praktik baik bagaimana menciptakan daerah yang tidak hanya smart, namun juga dalam kerangka pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya.

Penulis : Bi

Editor : Red

Berita Terkait

Wapres Gibran Tinjau Pasar Banyuwangi, Apresiasi Konsep Modern Bernuansa Osing
PBNU Tetapkan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Nanik Sudaryati Deyang Resmi Pimpin BGN, Pemerintah Soroti Ketegasan dan Disiplin
Bukan Hanya Dadan, Dua Mantan Wakil Kepala BGN Juga Keluar dari Kejagung Mengenakan Rompi Tahanan
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Keluar dari Kejagung Mengenakan Rompi Tahanan
Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Pengamat Nilai Pergantian Pimpinan Belum Tentu Selesaikan Masalah MBG
BRIN Ingatkan Ancaman Genangan Permanen di Pantura Jawa Akibat Penurunan Tanah dan Kenaikan Muka Laut
Rutan Sumenep Gandeng TNI-Polri Gelar Razia Gabungan, Perkuat Komitmen Zero Halinar

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:43 WIB

Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Konsolidasi Delegasi Indonesia dalam ASEAN Smart Cities Network

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:56 WIB

Wapres Gibran Tinjau Pasar Banyuwangi, Apresiasi Konsep Modern Bernuansa Osing

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:27 WIB

PBNU Tetapkan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU

Senin, 8 Juni 2026 - 11:37 WIB

Nanik Sudaryati Deyang Resmi Pimpin BGN, Pemerintah Soroti Ketegasan dan Disiplin

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:52 WIB

Bukan Hanya Dadan, Dua Mantan Wakil Kepala BGN Juga Keluar dari Kejagung Mengenakan Rompi Tahanan

Berita Terbaru