SUMENEP, detikkota.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu prioritas utama pembangunan daerah. Langkah tersebut dinilai menjadi kunci dalam menghadapi persaingan global sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih kompetitif dan sejahtera.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan pembangunan SDM harus menjadi fondasi utama agar daerah mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan global yang terus berkembang.
“SDM yang berdaya saing global adalah SDM yang memiliki kompetensi, karakter, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Namun, daya saing itu harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat,” kata Arif, (30/6/2026)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pembangunan SDM tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus mencakup berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga perlindungan sosial agar menghasilkan manusia yang unggul dan berdaya saing.
Arif menjelaskan, Pemkab Sumenep telah menetapkan lima fokus utama dalam kebijakan pembangunan SDM. Fokus pertama adalah meningkatkan akses dan mutu pendidikan agar masyarakat memiliki kemampuan akademik serta keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Fokus kedua diarahkan pada peningkatan layanan kesehatan. Pemerintah berupaya memastikan masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang memadai sebagai modal dasar untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup.
Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan daya beli masyarakat melalui penguatan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, serta perluasan peluang usaha guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di bidang perlindungan sosial, Pemkab Sumenep terus memperkuat berbagai program yang ditujukan bagi kelompok rentan agar tetap memiliki akses terhadap kebutuhan dasar, terutama saat menghadapi kondisi krisis sosial maupun ekonomi.
Sementara itu, peningkatan kapasitas generasi muda menjadi fokus kelima dalam pembangunan SDM. Pemerintah menilai pemuda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sekaligus penggerak pembangunan daerah.
“Pemuda harus menjadi pelaku utama pembangunan. Mereka harus memiliki kemampuan berinovasi, menguasai teknologi, serta mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal,” tegas Arif.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Pemkab Sumenep terus mengembangkan berbagai program peningkatan kompetensi, pelatihan kewirausahaan, dan penguatan inovasi berbasis teknologi. Upaya itu diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha baru dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Penulis : M
Editor : Red







