BMKG Pantau Bibit Siklon Tropis 96W di Timur Indonesia, Picu Gelombang Tinggi

Rabu, 13 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, detikkota.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau pergerakan Bibit Siklon Tropis 96W yang muncul di wilayah timur Indonesia dan berpotensi memicu gelombang tinggi di sejumlah perairan.

BMKG menyebutkan, bibit siklon tersebut terbentuk pada 12 Mei 2026 pukul 01.00 WIB di wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.

Berdasarkan analisis BMKG per Selasa (12/5/2026) pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi Bibit Siklon Tropis 96W berada di sekitar 9,6 Lintang Utara dan 139,4 Bujur Timur atau di Samudra Pasifik utara Papua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kecepatan angin maksimum yang terpantau mencapai 20 knot atau sekitar 37 kilometer per jam dengan tekanan udara minimum 1007 hPa.

BMKG menjelaskan, berdasarkan pengamatan citra satelit dalam 12 jam terakhir, aktivitas konvektif sistem masih bersifat fluktuatif meski sempat mengalami penurunan sejak pukul 04.00 WIB.

Namun demikian, awan konvektif dengan struktur dense overcast masih terpantau cukup masif dan terorganisir di sekitar pusat sistem.

Selain itu, perkembangan bibit siklon didukung suhu muka laut hangat berkisar 28 hingga 30 derajat Celsius, kelembaban udara yang cukup basah serta kondisi vertical wind shear yang lemah.

Meski begitu, terdapat beberapa faktor yang menghambat perkembangan sistem, di antaranya lemahnya konvergensi lapisan bawah dan adanya massa udara kering di sekitar sistem.

BMKG memperkirakan dalam 24 jam ke depan sistem masih cenderung bertahan dengan pergerakan ke arah barat laut. Sementara dalam 48 jam berikutnya bibit siklon diprediksi mulai melemah.

“Secara umum, Bibit Siklon Tropis 96W berpeluang rendah berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 hingga 48 jam ke depan,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Kendati demikian, sistem tersebut berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung berupa gelombang laut kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di wilayah Laut Maluku bagian utara dan Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua.

Penulis : Jack

Editor : Jack

Berita Terkait

Ribuan Pelajar Meriahkan Karnaval Kebangsaan Banyuwangi, Tampilkan Ragam Budaya Nusantara
Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Peredaran Sabu, Dua Pemuda Diamankan
Abdul Hamid Lega, SK Pensiun dan Dana yang Sempat Dibekukan Kini Dikembalikan
Polisi Ungkap Kronologi Kematian Rohim di Batuputih Sumenep, Keluarga Tolak Proses Hukum
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan 17 Botol Arak Bali
JJS HUT ke-81 RI, Dirut BPRS Bhakti Sumekar Tekankan Pentingnya Kekompakan Karyawan
Komnas HAM Apresiasi Pembangunan Inklusif Banyuwangi, Diusulkan Ikut Penilaian HAM Nasional
Peserta Konferensi Internasional Apresiasi Keramahan Warga Banyuwangi, Dinilai Cerminkan Nilai-Nilai Islami

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Ribuan Pelajar Meriahkan Karnaval Kebangsaan Banyuwangi, Tampilkan Ragam Budaya Nusantara

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:26 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Ungkap Peredaran Sabu, Dua Pemuda Diamankan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:43 WIB

Abdul Hamid Lega, SK Pensiun dan Dana yang Sempat Dibekukan Kini Dikembalikan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan 17 Botol Arak Bali

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:55 WIB

JJS HUT ke-81 RI, Dirut BPRS Bhakti Sumekar Tekankan Pentingnya Kekompakan Karyawan

Berita Terbaru

Sebanyak 87 siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari keluarga penerima manfaat (KPM) mengikuti lomba Cerdas Cermat Hak Anak 2026 di Kota Probolinggo, Kamis (13/8/2026).

Pendidikan

87 Siswa KPM Ikuti Cerdas Cermat Hak Anak di Kota Probolinggo

Kamis, 13 Agu 2026 - 14:24 WIB