Buntut Polemik Pembangunan Tambak Garam, Warga Desa Gersik Putih Kembali Dilaporkan ke Polisi

Sabtu, 17 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

3 terlapor warga Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura penuhi penggilan penyidik Satreskrim Polres Sumenep.

3 terlapor warga Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura penuhi penggilan penyidik Satreskrim Polres Sumenep.

SUMENEP, detikkota.com – Polemik pembangunan tambak garam dengan mereklamasi laut di Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur terus berlanjut.

Terbaru, warga setempat dilaporkan ke pihak Poles Sumenep atas dugaan pencurian perahu oleh Horri, warga Desa Gersik Putih.

Sang pelapor, Horri diketahui sebagai salah satu pekerja lapangan pelaksanaan pembangunan tambak garam oleh penggarap yang ditolak warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam laporannya, Horri mengaku perahu miliknya yang biasa digunakan untuk mengangkut material reklamasi pembangunan tambak dicuri sekelompok orang.

”Laporan ini beda lagi dengan laporan penyanderaan excavator dan ponton oleh H. Masdura Yuhedi selaku penggarap sebelumnya,” terang Marlaf Sucipto, Penasehat Hukum warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Menolak Reklamasi (Gema Aksi) melalui sambungan seluler, Sabtu (17/6/2023).

Atas laporan pencurian perahu tersebut, lanjut Sucipto, 3 warga Gersik Putih dipanggil Penyidik Satreskrim Polres Sumenep untuk dimintai klarifikasi. Ketiganya Yus Supriyadi, Feri, dan Homaidi.

”Kemarin, kami bersama 3 warga terlapor hadir memenuhi panggilan polisi,” imbuhnya.

Menurutnya, kepada penyidik 3 warga yang dimintai klarifikasi menerangkan bahwa tidak ada pencurian perahu pada tanggal 14 April 2023. Saat itu, beberapa orang yang kontra reklamasi memindahkan perahu yang biasa digunakan mengangkut material penggarap dari sisi utara dermaga Tapakerbau ke sisi selatan.

”Pemindahan perahu itu satu rangkaian dengan pemindahan ponton dan excavator dari tengah laut ke Dermaga Kalianget Timur. Tujuannya, supaya tidak digunakan lagi mengangkut material karena warga menolak reklamasi,” jelas Sucipto.

Advokat yang juga mantan aktivis PMII UIN Sunan Ampel Surabaya itu memastikan tidak ada aksi kriminalitas dan pencurian perahu, baik secara keseluruhan maupun sebagian dalam aksi warga menolak reklamasi.

“Soal alkon pompa air perahu yang sebelumnya dikabarkan hilang, juga sudah diakui oleh Wardi selaku operator perahu diambil sendiri pasca kejadian itu,” terangnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti ketika dikonfirmasi belum bisa memberikan komentar banyak soal 3 warga Desa Gersik Putih yang dilaporkan ke polisi oleh Horri.

Namun, melalui pesan singkat Widiarti menyebut 15 orang sudah diperiksa sebagai saksi, termasuk terlapor.
”Saat ini, Polres Sumenep sudah melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 15 orang dan memeriksa terlapor sebagian. Status kasus saat ini masih dalam tahap Penyelidikan,” tulisnya singkat.

Berita Terkait

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani
Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 22:32 WIB

TMI Sumenep Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi Gunakan Barcode Nelayan dan Petani

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:13 WIB

Polres Sumenep Sambut Positif Rencana Kerja Sama dengan LBH GP Ansor

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB