Dinas Pendidikan Sumenep Gelar Diklat Layanan Sekolah Inklusi

Selasa, 6 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diklat Pendidikan dan Pelatihan Layanan Sekolah Inklusi.

Diklat Pendidikan dan Pelatihan Layanan Sekolah Inklusi.

SUMENEP, detikkota.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengadakan Diklat Pendidikan dan Pelatihan Layanan Sekolah Inklusi. Kegiatan ini dimulai pada hari Senin dan akan berlangsung hingga Rabu mendatang di Aula Lantai III Hotel Azmi Sumenep selama tiga hari.

Sebanyak 97 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri dari lima guru PAUD, 61 guru SD, dan 31 guru SMP. Tujuan utama dari kegiatan tersebut adalah untuk memberikan pemahaman mengenai strategi pendampingan agar proses pembelajaran bagi peserta didik penyandang disabilitas dapat berjalan lancar.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, melalui Sekretaris Dinas Pendidikan, Fatimah Umar, mengungkapkan antusiasmenya terhadap pelatihan ini. Acara ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Widyaprada Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa Timur, dan perwakilan dari Inovasi Jakarta serta Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pelatihan ini adalah bukti nyata dari komitmen kami untuk menyediakan layanan pendidikan yang adil dan merata bagi semua anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus,” kata Fatimah Umar.

Fatimah menjelaskan bahwa konsep ‘INKLUSI’ dalam pendidikan mencerminkan pemahaman bahwa kelas dan komunitas pendidikan harus melibatkan semua anak dengan beragam kebutuhan. INKLUSI adalah pendekatan yang memberikan kesempatan yang setara bagi semua anak untuk belajar di lingkungan yang inklusif.

“INKLUSI adalah tentang menciptakan lingkungan yang terbuka bagi individu dengan berbagai latar belakang dan kondisi, baik itu fisik, kepribadian, status sosial, suku, atau budaya,” jelasnya.

Selain itu, ia menekankan bahwa pelatihan ini sejalan dengan nilai-nilai pendidikan yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara, yaitu mendidik untuk menciptakan individu yang mandiri dan berdaya cipta.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Pendidikan Sumenep, Akhmad Fairusi, menyampaikan bahwa tujuan pelatihan ini adalah untuk mensosialisasikan kebijakan pemerintah mengenai layanan disabilitas, serta mengembangkan program asesmen dan intervensi untuk peserta didik dengan disabilitas.

“Untuk materi pelatihan ini meliputi enam topik utama: kebijakan layanan disabilitas, konsep akomodasi yang layak, bentuk layanan disabilitas, penyiapan SDM disabilitas, strategi pendampingan, dan rencana tindak lanjut,” tutupnya.

Berita Terkait

Ribuan PPPK Paruh Waktu di Lumajang Tidak Terima THR 2026, Pemkab Beri Penjelasan
Wali Kota Probolinggo Sambut Kunjungan Danrem 083/BDJ di Makodim 0820
Pemkot Probolinggo Buka Ramadan Fest dan Pasar Murah 2026 di GOR Ahmad Yani
Jalan Cilulumpang–Parang Gombong Bergeser, DPUTR Purwakarta Tunggu Komitmen PJT II
Pemkab Bangkalan Gandeng Balai Besar Perbenihan Surabaya, Kembangkan Tebu dan Kelapa untuk Swasembada Gula
Pemkab Lumajang Buka Program Mudik Gratis 2026, Prioritaskan Keselamatan Pemudik
Dedi Juhari Sampaikan Perkembangan Tiga Raperda Inisiatif DPRD Purwakarta
Pemkab Sumenep Kurangi Jam Kerja ASN Selama Ramadan 1447 H

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 10:42 WIB

Ribuan PPPK Paruh Waktu di Lumajang Tidak Terima THR 2026, Pemkab Beri Penjelasan

Minggu, 22 Februari 2026 - 16:57 WIB

Wali Kota Probolinggo Sambut Kunjungan Danrem 083/BDJ di Makodim 0820

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:19 WIB

Pemkot Probolinggo Buka Ramadan Fest dan Pasar Murah 2026 di GOR Ahmad Yani

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:47 WIB

Jalan Cilulumpang–Parang Gombong Bergeser, DPUTR Purwakarta Tunggu Komitmen PJT II

Sabtu, 21 Februari 2026 - 07:39 WIB

Pemkab Bangkalan Gandeng Balai Besar Perbenihan Surabaya, Kembangkan Tebu dan Kelapa untuk Swasembada Gula

Berita Terbaru