Disbudporapar Sumenep Bahas Masa Depan Inklusif dalam FGD RAD 2025–2029

Senin, 4 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), Pemkab Sumenep menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) serta penghitungan dua indikator pembangunan, yakni Indeks Pemberdayaan Perempuan (IPP) dan Indeks Pembangunan Kepemudaan (IPK) untuk periode 2025–2029.

Melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), Pemkab Sumenep menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) serta penghitungan dua indikator pembangunan, yakni Indeks Pemberdayaan Perempuan (IPP) dan Indeks Pembangunan Kepemudaan (IPK) untuk periode 2025–2029.

SUMENEP, detikkota.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pembangunan yang adil dan berkelanjutan melalui dua agenda strategis yang dilaksanakan secara bersamaan di Kota Batu, Jawa Timur.

Melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), Pemkab Sumenep menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) serta penghitungan dua indikator pembangunan, yakni Indeks Pemberdayaan Perempuan (IPP) dan Indeks Pembangunan Kepemudaan (IPK) untuk periode 2025–2029.

Kegiatan yang berlangsung di Kusuma Agrowisata Resort & Hotel ini melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektor, organisasi perempuan, akademisi, serta tim konsultan teknis. Forum tersebut menjadi ruang strategis dalam menyusun dokumen perencanaan berbasis data dan realitas sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Disbudporapar Sumenep, H. Moh. Iksan, S.Pd., M.T., menekankan pentingnya IPP dan IPK sebagai instrumen pengukur keterlibatan perempuan dan pemuda dalam pembangunan daerah.

“Ini bukan sekadar angka, tapi fondasi arah kebijakan. RAD yang kami susun diharapkan menjadi panduan yang konkret dan aplikatif, bukan hanya formalitas,” ujarnya, Senin (4/8/2025).

Iksan menjelaskan bahwa IPP akan menjadi cermin pencapaian kesetaraan gender dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga politik. Sementara IPK digunakan untuk mengukur sejauh mana program pembangunan menyentuh kebutuhan dan potensi pemuda.

Seluruh OPD dilibatkan aktif dalam proses diskusi, memberikan kontribusi sesuai dengan tugas pokok masing-masing dalam kaitannya dengan indikator IPP dan IPK. Keterlibatan lintas sektor ini ditujukan untuk menghasilkan solusi pembangunan yang inklusif, khususnya bagi kelompok rentan.

FGD juga menyerap masukan dari berbagai organisasi masyarakat dan tim konsultan, termasuk pentingnya pemanfaatan data terpilah dan analisis gender dalam setiap perencanaan kebijakan.

“Kami ingin pembangunan yang menyeluruh dan tidak meninggalkan siapa pun. Perempuan dan pemuda harus mendapat ruang strategis karena mereka adalah penggerak masa depan,” tambah Iksan.

Menurutnya, RAD dan hasil penghitungan IPP-IPK tidak hanya bersifat evaluatif, namun juga menjadi langkah afirmatif Pemkab Sumenep dalam memperkuat sumber daya manusia yang setara dan berdaya saing.

Ia menegaskan bahwa proses ini merupakan kerja kolektif, tidak hanya tanggung jawab satu dinas, namun seluruh elemen pemerintahan yang peduli terhadap masa depan Sumenep.

“Pengarusutamaan gender dan peran pemuda harus dimulai dari sekarang. Inilah fondasi pembangunan berkelanjutan yang ingin kami wujudkan,” tutupnya.

Berita Terkait

Pemkab Sumenep Kembali Raih Opini WTP untuk Kesembilan Kalinya
Sumenep Siap Terapkan Penundaan Layanan Adminduk bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah
Kadis PUTR Sumenep Tekankan Pentingnya RTRW dalam Pembangunan Daerah
Indeks Reformasi Birokrasi Sumenep Naik, Pemkab Raih Predikat A-
Semangat Hardiknas dan Harkitnas 2026, Wabup Sumenep Tekankan SDM Unggul dan Kemandirian Desa
Presiden Prabowo Optimistis Koperasi Merah Putih Dorong Ekonomi Desa
Pemkab Sumenep Perketat Pengawasan Program BSPS 2026
Sekda Sumenep Minta KORPRI Adaptif dan Inovatif Hadapi Tantangan Birokrasi Digital

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:05 WIB

Pemkab Sumenep Kembali Raih Opini WTP untuk Kesembilan Kalinya

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:30 WIB

Sumenep Siap Terapkan Penundaan Layanan Adminduk bagi Mantan Suami yang Abaikan Nafkah

Senin, 25 Mei 2026 - 11:45 WIB

Kadis PUTR Sumenep Tekankan Pentingnya RTRW dalam Pembangunan Daerah

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:33 WIB

Indeks Reformasi Birokrasi Sumenep Naik, Pemkab Raih Predikat A-

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:04 WIB

Semangat Hardiknas dan Harkitnas 2026, Wabup Sumenep Tekankan SDM Unggul dan Kemandirian Desa

Berita Terbaru

Foto bersama Pemkab Sumenep usai menerima Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI atas LKPD Tahun Anggaran 2025 di Kantor BPK RI Perwakilan Jawa Timur, Selasa (26/05/2026).

Pemerintahan

Pemkab Sumenep Kembali Raih Opini WTP untuk Kesembilan Kalinya

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:05 WIB