Dispendik Kota Surabaya Gandeng UMKM Berikan Pelatihan Kecakapan Hidup

Sabtu, 23 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, detikkota.com – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menggandeng pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memberikan pelatihan kecakapan hidup (life skills). Adapun pelatihan diberikan kepada 23 peserta didik Sanggar Kegiatan Belajar Negeri (SKBN) Kota Surabaya.

Para peserta mengikuti pelatihan pembuatan makanan beku (frozen food) dari UMKM Yuli Food dalam kegitana yang berlangsung selama dua hari, Kamis (21/4/2022) sampai Jumat (22/4/2022). Menariknya, seluruh hasil pelatihan langsung disalurkan kepada anak-anak yang ada di panti asuhan yang lokasinya tidak jauh dari SKBN.

Kepala Dispendik Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, seluruh peserta didik yang mengikuti pelatihan kecakapan hidup berusia setara dengan siswa SMA/SMK/MA. Setelah mendapat pelatihan, mereka diharapkan memiliki bekal untuk bisa dikembangkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami juga melatih mereka untuk peduli dengan sesama. Kami sentuh empatinya dengan membagikan seluruh hasil produknya,” katanya, Jumat (22/4/2022).

Pemilik UMKM Yuli Food Elysa Chudhoirijah menjelaskan, selama dua hari peserta didik dilatih pembuatan makanan beku hingga pengemasan (packaging). Termasuk dilatih menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) dan keuntungan.

“Kami latih membuat nugget, sosis, hamburger, sama rolade,” kata peraih Best of the Best Pahlawan Ekonomi Kota Surabaya tahun 2016 ini.

Elysa menambahkan, pelatihan pembuatan makanan beku difokuskan kepada bahan-bahan yang mudah didapat seperti daging ayam. Dengan demikian setelah memperoleh pelatihan, peserta didik dapat segera mempraktikan di rumah masing-masing.

“Resepnya mudah didapat, jadi mudah dipraktikan,” terangnya.

Setelah proses pembuatan makanan beku, peserta didik dilatih pengemasan produk untuk meningkatkan nilai jual barang. Sedangkan untuk penjualan, peserta didik didukung oleh perkembangan zaman. Adapun penjualan produk bisa dilakukan online.

“Tadi saya kenalkan bagaimana menggunakan aluminium foil dan plastik. Kalau hanya dikemas menggunakan kresek tidak dapat meningkatkan harga,” ujar peraih Penghargaan Pahlawan Ekonomi tahun 2010 untuk kategori fresh food ini.

Salah satu peserta pelatihan, Bintang Maharani mengatakan, pelatihan ini menambah pengetahuan tentang bagaimana membuat makanan beku. Mulai dari pembuatan resep, pembelian bahan, pengolahan, packaging, serta penjualan.

“Asyik dan menyenangkan. Apalagi ini baru pertama. Ke depannya akan saya praktikan di rumah,” terangnya. [Redho]

Berita Terkait

Banyuwangi Kembali Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan
Ribuan Anak Probolinggo Tampilkan Budaya Nusantara di HUT RI
Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal di Kepri
Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Antar-OPD
Curanmor di Lenteng Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
Menko Pangan Tampung Keluhan Petani Banyuwangi, Janji Kawal Perbaikan Irigasi
Dari Kampus ke Garda Demokrasi, Mahasiswa Uniba Madura Tuntaskan Magang di Bawaslu Sumenep
Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep soal Pemanfaatan AI

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Banyuwangi Kembali Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Ribuan Anak Probolinggo Tampilkan Budaya Nusantara di HUT RI

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 02:59 WIB

Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal di Kepri

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Pemkot Probolinggo Gelar Lomba Antar-OPD

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Curanmor di Lenteng Terungkap, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Berita Terbaru