DPP LDII: Vaksin Booster Jadi Momentum Bangkitkan Ekonomi Indonesia

Kamis, 10 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, detikkota.com –  Presiden Jokowi saat menerima audiensi DPP LDII di Istana Bogor meminta LDII terus mendorong masyarakat untuk melaksanakan vaksin Covid-19. Presiden berharap vaksinasi terus dilakukan, khususnya vaksinasi booster. Selain itu, Presiden juga meminta DPP LDII, membantu penguatan kebangsaan di tengah globalisasi yang mengubah peradaban manusia.

Dua permintaan Presiden Jokowi telah dilaksanakan oleh warga LDII di seluruh Indonesia. Bahkan, Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso didampingi Sekretaris Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya melaksanakan vaksin booster di Padepokan Persinas ASAD, Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur, Rabu (9/3).

Menurut KH Chriswanto, para ulama LDII memandang vaksin booster merupakan bentuk ikhtiar dalam meningkatkan imunitas tubuh. Lebih jauh lagi, dengan vaksin booster dapat mendorong kebangkitan ekonomi, di tengah kebijakan pemerintah mencabut peraturan PCR atau Antigen bagi pelaku perjalanan domestik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya kira peraturan itu dicabut bagus. Tapi saya berharap pemerintah selalu mengevaluasi semua keputusan yang diambil. Saya mengatakan bagus karena ini akan meningkatkan kembali ekonomi Indonesia. Tentu pemerintah mengambil suatu kebijakan pasti ada ukuran tersendiri. Ukuran bahwa masyarakat sudah mencapai herd imunity,” ujarnya.

Menurutnya, meski saat ini vaksinasi booster sudah masif dilakukan, namun pemerintah harus selalu mengawasi dan mengontrol masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan (prokes).

“Tentu harus selalu ada evaluasi dari pemerintah, jangan sampai terjadi gelombang keempat. Kemarin gelombang ketiga sudah melampaui gelombang kedua, namun karena penanganannya lebih baik sehingga Bed Ocupation Room (BOR) di rumah sakit tidak sampai terlampaui dari gelombang kedua. Ini artinya, kita semakin mampu menangani laju penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat Indonesia, khususnya warga LDII untuk tidak terprovokasi berita bohong terkait vaksinasi dan selalu menerapkan prokes ketat. Menurutnya, jika masyarakat tidak mau menyukseskan vaksin booster akan mengganggu perekonomian Indonesia. Hal itu juga dapat menjaga kesehatan diri sendiri dan tidak membahayakan kesehatan orang lain.

“Jangan sampai melonjak lagi, itu akan mengganggu roda perekonomian. Kita dibebaskan, terbuka tapi tetap harus terkontrol dan terapkan prokes. Sehingga betul-betul kesehatan warga bisa terjamin dan ekonomi bisa kembali bangkit,” tambahnya.

KH. Chriswanto menyatakan kesiapan LDII mengadakan vaksinasi booster bekerja sama dengan TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Dinkes dan pihak terkait.

Ia menyebut pencapaian vaksinasi dosis 1, dosis 2 dan dosis 3, di sentra vaksin Ponpes Minhaajurosyidin mencapai lebih dari 100.000 orang.

Senada dengan Ketua Umum DPP LDII, Ketua DPW LDII Jawa Timur KH Moch Amrodji Konawi mengapresiasi kebijakan pemerintah menghilangkan wajib PCR dan antigen bagi pelaku perjalanan domestik.

“Ekonomi bergerak seiring dengan pergerakan manusia. Dengan pencabutan kewajiban PCR dan antigen bagi mereka yang lengkap vaksinasinya dapat kembali menggerakkan roda ekonomi,” ungkap Amrodji, pada Kamis (10/3).

Menurutnya, era digital memang memungkinkan bisnis digerakkan dari rumah. Namun dalam bisnis, silaturahim itu penting. Silaturahim memperlancar rezeki, dan biasanya saat pertemuan tersebut terbina hubungan baik dan bisnis menjadi nomor dua, “Bisnis menjadi lancar dan saudara pun bertambah,“ katanya.

Namun Amrodji juga mengingatkan agar tetap menjaga protokol kesehatan. Ia mengatakan, saat ini virus Covid-19 telah menyebar, maka manusia harus bisa hidup berdampingan. Untuk itu ia mengajak seluruh warga Jawa Timur untuk menjaga kesehatan, tidur yang cukup, mengkonsumsi makanan bergizi, dan berolahraga sehingga kekebalan tubuh meningkat.

Amrodji juga menginstruksikan kepada jajaran pengurus DPW dan DPD LDII Jawa Timur untuk segera melakukan Vaksinasi lengkap termasuk vaksin booster. Hal ini merupakan bagian dari Dakwah bil Hal, memberikan contoh kepada masyarakat khususnya keluarga besar LDII Jatim untuk bisa melaksanakan vaksinasi lengkap termasuk vaksin booster.

Amrodji memandang bahwa Vaksinasi merupakan upaya nyata melakukan perkuatan imunitas bangsa dalam menghadapi pandemi. Ia berharap bangsa ini segera terbebas dari pandemi Covid-19 agar kesehatan dan perekonomian bangsa bisa pulih seperti sedia kala. (Redho)

Berita Terkait

Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:12 WIB

Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:07 WIB

Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Berita Terbaru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Pemerintahan

SPBE Banyuwangi Tertinggi Nasional, KemenPAN-RB Beri Nilai 4,87

Jumat, 9 Jan 2026 - 14:06 WIB