Guna Hindari Disinformasi, Cangkir Opini Minta Milenial Harus Paham Konten di Media Sosial

Sabtu, 25 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Salah satu pemateri saat menyampaikan paparannya dalam kegiatan Kolokium moderasi bergama dan literasi perdamaian

Foto: Salah satu pemateri saat menyampaikan paparannya dalam kegiatan Kolokium moderasi bergama dan literasi perdamaian

JAKARTA detikkota.com– Cangkir Opini bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Timur dan Pimpinan Cabang (PC) IMM Pasuruan Raya mengadakan Kolokium Moderasi Beragama dan Literasi Perdamaian dengan tema “Moderasi Beragama Dalam Bingkai Ke-Indonesiaan”.

Kolokium ini diadakan secara hybrid tentunya dengan protokol kesehatan (prokes) di RM. Kurnia Kota Pasuruan, Sabtu (25/09/2021) dengan diikuti puluhan peserta perwakilan beberapa organisasi kepemudaan serta mahasiswa Pasuruan.

Turut hadir narasumber berkompeten sebagai pembicara baik dari akademisi maupun mantan narapidana teroris (napiter). Mereka ialah; Irfan Suhardianto (mantan napiter) dan Nafik Muthohirin (Peneliti Equal Acces).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebihnya lanjut, Mantan Napiter, Irfan Suhardianto menceritakan tentang bagaimana pemahaman seorang teroris.

“Para teroris memiliki pemahaman yang radikal, sehingga dalam memahami agama menjadi kebablasan, dan menganggap baik sistem maupun aparatur negara dianggap toghut sehingga perlu diadakan perubahan sistem mau ideologi negara,” ceritanya.

Sedangkan Peneliti Equal Acces, Nafik Muthohirin berpesan kepada para milenial masa kini agar menghindari disinformasi yang beredar luas di dunia maya.

“Semangat radikalisme kadang semakin membara jika telah bertemu sosok yang menjadi otak paham radikal, radikalisme bukanlah sebuah topik baru di kalangan mahasiswa. Namun, di kalangan mahasiswa bibit radikalisme tersebut masih dalam taraf pemikiran,” paparnya.

Direktur Program Cangkir Opini, Randi Satrizal Latulumamina awalnya memperkenalkan platform Cangkir Opini kepada para peserta yang hadir maupun daring.

“Platform Cangkir Opini ini adalah sebuah komunitas yang memiliki concern terhadap berbagai isu; baik politik, ekonomi, sosial, agama, dan lain sebagainya, dengan memberikan narasi atau opini terhadap masyarakat dengan bentuk konten-konten di berbagai media sosial,” jelasnya.

Lebih lanjut, Randi mengungkapkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk memperkuat literasi perdamaian baik pemuda maupun mahasiswa Pasuruan.

“Beberapa teroris yang muncul namanya di berbagai media berasal dari Pasuruan dan sekitarnya, sehingga perlunya sebuah upaya dalam peningkatan literasi perdamaian masyarakat lebih khususnya pemuda Pasuruan sehingga terbentuknya sikap moderat dalam beragama,” ungkapnya.

Ketua Umum PC IMM Pasuruan Raya, Abdul Aziz Pranata mengatakan, bahwa agenda ini tepat sekali jika dilaksanakan di Pasuruan dan setelah agenda Kolokium akan disertai dengan pembagian sembako secara simbolis.

“IMM Pasuruan ingin membuktikan kepeka-an sosial dengan bentuk perhatian dan kebersamaan kepada masyarakat yang terimbas pandemi Covid-19 dengan membagikan sembako kepada masyarakat sekitar Pasuruan, dan juga semoga dengan dideklarasikannya dua Komisariat baru IMM di Pasuruan bisa menambah kepeka-an sosial dan pendidikan di kalangan pelajar dan Mahasiswa,” tutupnya. (Dio)

Berita Terkait

Bank Dunia Sebut 64 Persen Penduduk Indonesia Miskin, Ekonom: Jangan Dibaca Mentah
Pemerintah Perkuat Kesiapan Hadapi El Nino, Dampak Erupsi Gunung Api Dipantau
Anak Krakatau Masih Aktif, Erupsi Susulan Mengintai: Radius 3 Kilometer Terlarang
Indonesia-Rusia Perkuat Kerja Sama, Pupuk Indonesia Jajaki Investasi Pabrik Urea di Vladivostok
12 Ribu Pelari Ramaikan Merdeka Run 2026 di Jakarta, Semarakkan HUT ke-81 RI
Sambutan Warga Iringi Kunjungan Presiden Prabowo ke Jembrana, Bali
Banyuwangi Kembali Jadi Pilot Project Nasional Pengentasan Kemiskinan
Operasi Gabungan Gagalkan Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal di Kepri

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:22 WIB

Bank Dunia Sebut 64 Persen Penduduk Indonesia Miskin, Ekonom: Jangan Dibaca Mentah

Selasa, 8 September 2026 - 07:57 WIB

Pemerintah Perkuat Kesiapan Hadapi El Nino, Dampak Erupsi Gunung Api Dipantau

Senin, 7 September 2026 - 17:08 WIB

Anak Krakatau Masih Aktif, Erupsi Susulan Mengintai: Radius 3 Kilometer Terlarang

Jumat, 4 September 2026 - 13:19 WIB

Indonesia-Rusia Perkuat Kerja Sama, Pupuk Indonesia Jajaki Investasi Pabrik Urea di Vladivostok

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:57 WIB

12 Ribu Pelari Ramaikan Merdeka Run 2026 di Jakarta, Semarakkan HUT ke-81 RI

Berita Terbaru