Hadirkan Harga Komoditas Di Bawah HET, Pemprov Jatim Keliling Gelar Pasar Murah

Sabtu, 11 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa foto bersama peserta JJS di halaman Kantor Bakorwil III Malang.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa foto bersama peserta JJS di halaman Kantor Bakorwil III Malang.

MALANG, detikkota.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menggencarkan pelaksanaan pasar murah di berbagai wilayah untuk meningkatkan daya beli masyarakat terhadap sejumlah bahan kebutuhan pokok penting.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pasar murah yang digelar usai pelaksanaan jalan sehat di Kantor Bakorwil Malang tersebut, merupakan titik ke-46 pasar murah di Jawa Timur.

“Pasar murah ini sudah kita mulai sejak 1 September 2023. Ini merupakan upaya kami untuk memberikan harga yang terjangkau bagi masyarakat,” kata Khofifah dilansir antara pada Sabtu (11/11/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, di pasar murah ada sejumlah komoditas penting yang dijual dengan harga di bawah pasaran. Komoditas tersebut di antaranya adalah beras medium dengan harga Rp10.300 per kilogram.

“Minyakita dijual dengan harga Rp13 ribu per liter, gula pasir Rp14 ribu per kilogram dan telur ayam ras harganya Rp23 ribu per kilogram,” sebutnya.

Gubernur Jatim itu menyatakan, untuk komoditas yang dijual di pasar rakyat masih lebih murah dibandingkan harga rata-rata di pasaran.

Informasi yang diketahuinya, harga bahan pokok rata-rata di Kota Malang per 10 November 2023, untuk beras medium Rp11.450 per kilogram, Minyakita Rp14.917 per liter, gula pasir Rp15.500 per kilogram dan telor ayam ras Rp25.667 per kilogram.

“Pasar murah ini digelar untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan menyediakan bahan pokok terjangkau bagi masyarakat,” tegasnya.

Ketua PP Muslimat itu menuturkan, produksi padi dan beras di Jawa Timur dipastikan surplus. Pada periode September 2022 hingga September 2023, di Jatim surplus beras sebesar 9,23% dari total kebutuhan.

Namun, memang harga saat masuk penggilingan sudah melebihi Harga Pokok Pemerintah (HPP), sehingga menyebabkan harga akhir konsumen juga tinggi. Namun, pemerintah daerah akan berupaya untuk menekan harga tersebut.

“Seminggu lalu saya ke Tuban, saya lihat disana Gabah Kering Panen (GKP) sudah lebih tinggi dari HPP,” tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, Gubernur Khofifah memastikan harga edar beras medium di Jawa Timur merupakan yang termurah di Pulau Jawa. Saat ini Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium di Jawa Timur ditetapkan Rp10.900 per kilogram.

“Itu artinya pengendalian dari seluruh lini, bergerak bersama dengan tim Bulog untuk melakukan penetrasi harga beras di pasaran. Kalau yang dijual di pasar murah pasti di bawah HET,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengikuti Jalan Sehat Hari Jadi Ke-78 Provinsi Jatim yang dilaksanakan di depan Kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang. Kegiatan itu, menjadi titik pamungkas gelaran jalan sehat yang digelar di sejumlah kabupaten/ kota di Jawa Timur.

Berita Terkait

TASPEN Salurkan 100 Paket Sembako untuk ASN di Safari Ramadan Pamekasan
BRI, UMKM, dan Tantangan Dampak Nyata: Antara Ekspansi Kredit, CSR, dan Digitalisasi
Kopi Arabika Langka dari Lereng Gunung Raung Jadi “Emas Hijau” Banyuwangi
Nilai Ekspor Banyuwangi Capai Rp 3,9 Triliun Sepanjang 2025, Tembus 80 Negara
Akhiri 2025, Baznas Sumenep Dorong Kemandirian UMKM lewat Bantuan Rombong
Desa Pakel Kembangkan Peternakan Ayam Petelur untuk Perkuat Ekonomi dan Ketahanan Pangan
BPRS Bhakti Sumekar dan Bank Muamalat Jalin Kerja Sama Perkuat Layanan Digital Syariah
BPRS Bhakti Sumekar Gelar Bazar UMKM dan Pasar Murah Semarakkan Hari Jadi Sumenep ke-756

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 00:19 WIB

TASPEN Salurkan 100 Paket Sembako untuk ASN di Safari Ramadan Pamekasan

Kamis, 19 Februari 2026 - 09:19 WIB

BRI, UMKM, dan Tantangan Dampak Nyata: Antara Ekspansi Kredit, CSR, dan Digitalisasi

Selasa, 3 Februari 2026 - 08:58 WIB

Kopi Arabika Langka dari Lereng Gunung Raung Jadi “Emas Hijau” Banyuwangi

Senin, 19 Januari 2026 - 15:47 WIB

Nilai Ekspor Banyuwangi Capai Rp 3,9 Triliun Sepanjang 2025, Tembus 80 Negara

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:06 WIB

Akhiri 2025, Baznas Sumenep Dorong Kemandirian UMKM lewat Bantuan Rombong

Berita Terbaru