Kades Gresik Putih Ngotot, Wakili Investor Sosialisasikan Pembangunan Tambak Meski Warga Menolak

Kamis, 2 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, detikkota.com – Kepala Desa Gresik Putih, Kecamatan Gapura Sumenep, Jawa Timur, Mohamad Mohab diduga memaksakan keinginannya menfasilitas investor membangun tambak garam di wilayah pesisir pantai desa setempat.

Setelah sebelumnya menggalang tanda tangan, saat ini, Kades didampingi perangkat desa bergerilya ke kampung-kampung mensosialisasikan rencana penggarapan tambak garam, meski warga menolaknya.

Rencana pembangunan tambak garam dikawasan pesisir pantai itu seluas 42 hektar. Warga menolak sebab kawasan tersebut merupakan lahan warga untuk mengkap rajungan dan ikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alasan lain, pembangunan tambak juga dikhawatirkan akan semakin mengancam lingkungan di kampung terdekat, yakni Kampung Tapakerbau yang sering mengalami banjir rob akibat perubahan ekologis pantai di sekitarnya.

Apalagi, lahan tersebut masuk kawasan objek wisata Pantai Keris.

Ketua RT 01 RW 01, Ahmad Siddik menyesalkan, upaya Kades Mohab yang terkesan memaksakan kehendaknya supaya warga menyetujui rencana pembangunan tambak garam.

Warganya sudah menyerahkan tanda tangan penolakan dengan berdasarkan kajian bahwa pembangunan tambak tersebut mengancam perekonomian dan lingkungan masyarakat sekitar.

”Saya heran, warga sudah menolak. Bahkan, kami juga menyampaikan pernyataan terkait penolakan itu. Sekarang Kades malah menyosialisasi, seakan kami menyetujui rencananya yang tidak pro rakyat itu,” sesalnya, Kamis (2/3/2023)

Dalam forum sosialisasi, terang Sidik, warga kampung Tapakerbau tegas menolak rencana pembangunan tambak tersebut.

Pihaknya meminta Kepala Desa mempertimbangkan lagi keputusannya menfasilitasi pemilik modal atau investor mengeksploitasi sumber daya alam (SDA) yang dimilikinya.

”Karena bagi kami, kawasan pesisir pantai itu akan jauh lebih menguntungkan dan menyelamatkan masyarakat luar dengan dibiarkan seperti itu. Bukan, justru diprivatisasi dibangun tambak,” ucapnya.

Ketua Gerakan Masyarakat Menolak Reklamasi (GEMA AKSI), Amirul Mukminin menambahkan, penolakan terhadap rencana pembangunan tambak garam tidak hanya dari warga Kampung Tapakerbau, tapi warga sejumlah RT di Dusun Gersik Barat dan Gersik Timur. Namun, Kades seperti tidak memedulikan sikap warganya.

”Ada upaya pemaksaan oleh Kades supaya masyarakat menyetujui. Padahal, jelas rencana tersebut ditolak,” ucapnya.

Amir juga heran Kades justru terkesan menjadi tangan kanan investor. Sosialisasi kepada warga ke kampung-kampung dilakukan oleh Kades sendiri, tanpa melibatkan investor.

”Ini bukan berarti kami setuju, tapi kok bisa sosialisasi itu disampaikan Kades. Mestinya investornya langsung,” katanya.

Sementara itu, dalam sosialisasi Kades Mohab berdalih penggarapan lahan demi kesejahteraan masyarakat. Kawasan pesisir pantai tersebut sebagian besar disertifikat atas nama perorangan.

Pemerintah Desa berinisiatif menggandeng investor untuk mengelola lahan tersebut dengan sistem kerjasama.

Nantinya, Desa akan mendapatkan bagian kurang lebih 10 hektar dari 42 hektar lahan yang akan digarap.

Untuk lahan yang menjadi jatah desa, nantinya akan dikelola oleh yayasan yang dibentuk oleh desa.

”Nanti yayasan yang akan mengaturnya. Dari pada dikelola orang lain. Lebih baik dikerjasamakan dan Desa akan mendapat manfaatnya,” ucap Mohan saat sosialisasi. (red)

Berita Terkait

Agus Dwi Saputra Resmi Jabat Sekda Kabupaten Sumenep
BPS Bangkalan Gelar Sensus Ekonomi 2026 Selama 60 Hari
Dapur MBG Citalang 2 Milik Rossa Diduga Sajikan Buah Naga Busuk untuk SDN Nagri Tengah
Bupati Ipuk dan Forkopimda Pantau Harga Bapok di Pasar Blambangan, Sejumlah Komoditas Naik
Lukman Hakim Keluhkan LSD 90 Persen dan Beban Gaji THL ke Kementerian Dalam Negeri
Dinsos P3A Sumenep Perkuat Gugus Tugas untuk Capai KLA 2026
Mobilitas Tinggi, Jalan Dr. Cipto Masuk Zona Prioritas Kebersihan DLH Sumenep
Pasuruan Siapkan 240 Kursi, Mudik Gratis 2026 Layani 6 Rute Tujuan

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:30 WIB

Agus Dwi Saputra Resmi Jabat Sekda Kabupaten Sumenep

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:22 WIB

BPS Bangkalan Gelar Sensus Ekonomi 2026 Selama 60 Hari

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:07 WIB

Dapur MBG Citalang 2 Milik Rossa Diduga Sajikan Buah Naga Busuk untuk SDN Nagri Tengah

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:57 WIB

Bupati Ipuk dan Forkopimda Pantau Harga Bapok di Pasar Blambangan, Sejumlah Komoditas Naik

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:08 WIB

Lukman Hakim Keluhkan LSD 90 Persen dan Beban Gaji THL ke Kementerian Dalam Negeri

Berita Terbaru

Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Agus Dwi Saputra sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep di Ruang Raden Arya Wiraraja, Kamis (26/2/2026).

Pemerintahan

Agus Dwi Saputra Resmi Jabat Sekda Kabupaten Sumenep

Kamis, 26 Feb 2026 - 16:30 WIB

Kepala BPS Bangkalan, Fajar Fatahillah, saat bertemu jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangkalan membahas persiapan Sensus Ekonomi 2026, Rabu (25/2/2026).

Pemerintahan

BPS Bangkalan Gelar Sensus Ekonomi 2026 Selama 60 Hari

Kamis, 26 Feb 2026 - 15:22 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyapa mahasiswa dan diaspora Indonesia saat tiba di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab, Rabu (25/2/2026).

Internasional

Mahasiswa Indonesia di PEA Antusias Sambut Kunjungan Presiden Prabowo

Kamis, 26 Feb 2026 - 12:02 WIB