SUMENEP, detikkota.com – Suasana berbeda terlihat di SMK Negeri 1 Kalianget, Kabupaten Sumenep. Bukan sekadar belajar di ruang kelas, para siswa justru menunjukkan kreativitas, keterampilan, hingga jiwa kewirausahaan melalui Festival Kuliner Tradisional dan Display Kompetensi Keahlian dalam rangka Kegiatan Tengah Semester (KTS) 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 1–2 Oktober 2026, itu dikemas meriah dengan memadukan pameran karya siswa, kuliner tradisional khas Sumenep, serta berbagai pertunjukan seni dan kreativitas pelajar.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala SMKN 1 Kalianget, Zainul Sahari, di panggung utama sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Zainul mengatakan, KTS tidak hanya menjadi kegiatan pengisi masa tengah semester. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan di luar pembelajaran akademik, khususnya dalam membangun karakter kewirausahaan.
“Kegiatan Tengah Semester ini merupakan program rutin tahunan sekolah guna mengembangkan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) di kalangan siswa SMK,” ujar Zainul Sahari.
Delapan Jurusan Unjuk Karya
Salah satu daya tarik utama KTS 2026 adalah Display Kompetensi Keahlian. Delapan jurusan di SMKN 1 Kalianget membuka stan yang menampilkan beragam hasil karya dan kemampuan siswa.
Delapan kompetensi tersebut meliputi Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), Teknik Ketenagalistrikan (TKL), Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Kimia Industri (KI), Desain Komunikasi Visual (DKV), Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI), serta Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHP).
Masing-masing stan menghadirkan produk dan karya unggulan sesuai bidang keahlian. Mulai dari maket, simulator, produk olahan, hingga karya visual menjadi bagian dari pameran yang dapat dilihat langsung oleh warga sekolah maupun pengunjung.
Konsep tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana pembelajaran berbasis kompetensi diterapkan melalui karya nyata.
Kuliner Tradisional Jadi Magnet Pengunjung
Tak kalah menarik, Festival Kuliner Tradisional Sumenep menghadirkan berbagai kudapan khas daerah yang diolah dan disajikan langsung oleh para siswa.
Suasana festival terasa semakin hidup karena para siswa tidak hanya dituntut mampu menghasilkan produk, tetapi juga belajar bagaimana mengemas, memasarkan, dan memperkenalkan produk kepada pengunjung.
Kegiatan ini menjadi salah satu cara sekolah mengenalkan kekayaan kuliner lokal sekaligus menanamkan nilai kewirausahaan kepada generasi muda.
Dari Tong-Tong hingga Musik Modern
Kemeriahan KTS 2026 tidak berhenti di area stan. Panggung utama juga dipenuhi beragam pertunjukan seni dan kreativitas siswa.
Penampilan Musik Tong-tong Panglepor Ate SMEKAL menjadi salah satu suguhan yang mencuri perhatian. Nuansa seni tradisional kemudian berpadu dengan atraksi Pencak Silat, lantunan selawat Hadrah Banjari Al Barokah, penampilan nyanyi solo, hingga aksi musik modern dari LORONG CANGKA BAND.
Perpaduan seni tradisional dan modern tersebut membuat rangkaian KTS terasa lebih berwarna sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan bakat mereka di hadapan warga sekolah.
Antusiasme siswa dan seluruh civitas akademika pun terlihat sepanjang kegiatan. Stan pameran ramai dikunjungi, sementara panggung hiburan menjadi salah satu titik berkumpulnya warga sekolah.
Rangkaian KTS SMKN 1 Kalianget 2026 dijadwalkan ditutup dengan kegiatan sosial berupa gerakan bakti sekolah secara serentak pada hari terakhir pelaksanaan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KTS 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan di tengah aktivitas pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk berkarya, berkreasi, berwirausaha, sekaligus mengenalkan potensi budaya lokal Sumenep.
Penulis : M
Editor : Id








