Stok Pupuk Subsidi di Sumenep Dipastikan Aman, Pupuk Indonesia Jamin Distribusi hingga Kepulauan

Jumat, 24 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Area Executive (AE) PT Pupuk Indonesia untuk Kabupaten Pamekasan dan Sumenep, Sigit Cahyono.

Area Executive (AE) PT Pupuk Indonesia untuk Kabupaten Pamekasan dan Sumenep, Sigit Cahyono.

SUMENEP, detikkota.com – PT Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Sumenep dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan petani. Hingga 23 Juli 2026, stok pupuk yang tersedia dinilai mencukupi dan distribusi terus dilakukan sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah.

Area Executive (AE) PT Pupuk Indonesia Wilayah Kabupaten Sumenep dan Pamekasan, Sigit Cahyono, mengatakan stok pupuk bersubsidi yang tersedia saat ini terdiri dari 4.666 ton pupuk Urea, 955 ton pupuk NPK, dan 15,68 ton pupuk Organik.

“PT Pupuk Indonesia akan terus melakukan pengiriman pupuk bersubsidi sesuai kebutuhan petani berdasarkan alokasi yang telah ditetapkan pemerintah,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sigit menjelaskan, setelah dilakukan realokasi, total alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Sumenep pada 2026 mencapai 33.718 ton Urea, 19.595 ton NPK, dan 457 ton pupuk Organik.

Sementara itu, realisasi penyaluran hingga 23 Juli 2026 tercatat sebesar 33 persen untuk Urea, 49 persen untuk NPK, dan 67 persen untuk pupuk Organik.

Menurutnya, hingga saat ini distribusi pupuk dilakukan secara merata ke seluruh kecamatan di Kabupaten Sumenep karena kebutuhan petani di setiap wilayah relatif sama.

Terkait distribusi ke wilayah kepulauan seperti Sapeken, Arjasa, Kangayan, dan Masalembu, PT Pupuk Indonesia telah menyiapkan stok di masing-masing titik penyaluran pupuk subsidi (PPTS). Pengiriman juga terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca karena seluruh distribusi menuju kepulauan harus melalui jalur laut.

“Kendala terbesar dalam distribusi pupuk ke wilayah kepulauan adalah faktor cuaca yang memengaruhi proses pengiriman melalui jalur laut,” katanya.

Menanggapi masih adanya keluhan petani yang kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi, Sigit menegaskan pihaknya akan terlebih dahulu melakukan pengecekan apakah petani tersebut telah terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Dalam pengawasan penyaluran, setiap kios atau PPTS diwajibkan memasang stiker Harga Eceran Tertinggi (HET) agar mudah diketahui petani. Selain itu, Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Sumenep secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi ke lapangan untuk memastikan pupuk dijual sesuai HET serta mengecek ketersediaan stok.

Untuk mencegah penyalahgunaan pupuk bersubsidi, PT Pupuk Indonesia menerapkan sistem digital melalui aplikasi i-Pubers. Setiap petani yang menebus pupuk wajib membawa KTP asli dan dilakukan verifikasi serta dokumentasi langsung melalui aplikasi tersebut. Sementara penebusan secara berkelompok harus disertai surat kuasa dan identitas anggota kelompok yang diwakili.

“Seluruh nama petani penerima pupuk bersubsidi di aplikasi i-Pubers berasal dari data e-RDKK sehingga penyaluran dapat dipastikan tepat sasaran,” jelasnya.
Bagi petani yang belum terdaftar dalam e-RDKK, Sigit menyarankan agar berkoordinasi dengan kelompok tani maupun penyuluh pertanian di wilayah masing-masing untuk proses pendataan.

Ia menegaskan PT Pupuk Indonesia berkomitmen menjaga ketersediaan stok mulai dari gudang penyangga, PUD hingga PPTS serta memastikan penyaluran pupuk bersubsidi tepat waktu, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan petani melalui sistem i-Pubers yang terintegrasi dengan data e-RDKK.

Penulis : M

Editor : Red

Berita Terkait

Razia Miras di Cafe Lotus, Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan 48 Botol Minuman Beralkohol
Mahasiswa Jepang dan Malaysia Belajar Membatik di Kraksaan
Salat Subuh Berjamaah di Masjid Agung, Anak-anak Dapat Uang Saku dari Wali Kota
Kemeriahan Madura Night Vaganza 2026: Bappeda Sabet Juara Stand OPD Terbaik!
Hari PMI, Kapolresta Sumenep Dorong Gerakan Donor Darah: Setetes Darah Bisa Selamatkan Nyawa
Gas LPG, Sound System dan Lampu Dicuri dari Rombong Jagung, Pria Asal Pamekasan Ditangkap
Hari PMI, Direktur RSUDMA Sumenep Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian dan Semangat Kemanusiaan
Gerebek Dua Titik di Kota Sumenep, Polisi Sita 102 Botol Miras: Arak Bali Mendominasi

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 17:54 WIB

Razia Miras di Cafe Lotus, Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan 48 Botol Minuman Beralkohol

Minggu, 6 September 2026 - 11:36 WIB

Mahasiswa Jepang dan Malaysia Belajar Membatik di Kraksaan

Minggu, 6 September 2026 - 11:26 WIB

Salat Subuh Berjamaah di Masjid Agung, Anak-anak Dapat Uang Saku dari Wali Kota

Jumat, 4 September 2026 - 06:11 WIB

Kemeriahan Madura Night Vaganza 2026: Bappeda Sabet Juara Stand OPD Terbaik!

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Hari PMI, Kapolresta Sumenep Dorong Gerakan Donor Darah: Setetes Darah Bisa Selamatkan Nyawa

Berita Terbaru