Kiai Said, Gus Yahya dan Kiai As’ad, Siapa Yang Masih Mempertahankan Citra Kesederhanaan NU?

Rabu, 22 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, detikkota.com – KH. Mustofa Bisri atau biasa disapa Gus Mus sering berkata hidup sederhana itu seharusnya mudah, karena tidak membutuhkan banyak biaya atau energi. Dengan hidup sederhana orang bisa menjalani kehidupannya dengan ringan santai apa adanya dan tidak ngoyo apalagi banyak gaya. Gus Mus bukan sekedar berpesan soal kesederhanaan, Kiai Nahdlotul Ulama (NU) ini langsung mempraktikkan dalam kehidupan nyata seperti kebanyakan tokoh NU lainnya.

Hidup sederhana begitu menyerap di kalangan NU, mulai dari Kiai sampai santri-santrinya bukan sekedar gimik atau pencitraan tapi itulah citra sejati NU. Jika manusia perkotaan yang beruang sering bangga dengan pola hidup sehat, maka NU dengan penuh kebahagiaan menerapkan pola hidup sederhana dalam kesehariannya.

Saking mendarah dagingnya kesederhanaan Kiai NU, cara hidup ini tetap dijalankan tidak peduli di manapun ia berada. Baik sebagai guru di pesantren atau bahkan sebagai pejabat negara, seperti yang dicontohkan Abdurahman Wahid atau Gus Dur mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlotul Ulama (Ketum PBNU) yang juga Presiden ke-4 Republik Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gusdur saat menjadi Presiden sama sekali tidak melepaskan kesederhanaannya, tidak seperti pejabat sekarang yang kebanyakan gimik dan pencitraan agar dianggap sebagai wakil rakyat atau wong cilik. Kesedarhanaan Gusdur sama sekali tidak dibuat-buat alias natural karena memang begitu pola hidup beliau.

Seperti yang sering diceritakan orang-orang terdekat, saat baru menjabat sebagai Presiden, Gusdur hanya punya dua Jas atau pakaian layak itupun sudah kumel dan dekil dibandingkan jas pejabat lainnya. Bahkan saat ingin membuat poto presiden tim pemotretan istana sampai dibuat bingung dan harus mengambil photo beberapa kali karena sulitnya mendapatkan gambar yang layak dan berkualitas ternyata penyebabnya jas Gusdur yang kumel.

Kesederhanaan Gusdur sama sekali tidak melunturkan kualitas beliau sebagai salah satu pemimpin terbaik yang pernah dimiliki bangsa ini, dan warga NU sangat bangga karena Gusdur dilahirkan dan dibesarkan dari rahim NU.

Bulan Desember 2021, NU akan melaksanakan muktamar ke-34 di Lampung. Tokoh-tokoh NU dari penjuru Nusantara akan berkumpul termasuk tokoh-tokoh besar sampai para santri. Dalam Muktamar ke-34 juga publik dapat melihat apakah kesederhanaan NU masih dipraktikan atau justru ditinggalkan.

Contohnya dua kandidat calon Ketum PBNU, yang pertama ada KH. Said Aqil Siradj (Kiai Said) ia berangkat menggunakan pesawat komersial Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA72. Beda lagi dengan KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya ia berangkat menggunakan pesawat jet pribadi untuk berangkat ke muktamar di Lampung.

Jika dua kandidat utama calon Ketum PBNU sama-sama naik pesawat, bahkan Gus Yahya begitu mewahnya menggunakan pesawat jet pribadi. KH As’ad Said Ali (Kiai As’ad) ternyata masih mempertahankan citra kesederhanaan NU, ia berangkat ke muktamar NU di Lampung dengan kapal seperti kebanyakan muktamirin lainnya.

Erlangga Abdul Kalam
Kader Muda Nahdliyin
Koordinator Kopiin (Koalisi Pemerhati Indonesia)

Berita Terkait

Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa
Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional
Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar
Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas
Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan
Disdik Tegaskan Tak Ada Potongan Dana Insentif Guru Non K2 Non ASN, Tantang Sebut Oknum
Insentif Guru Non K2 di Sumenep Diduga Dipangkas hingga Ratusan Ribu Rupiah
Fiskal Tertekan, AFED Nilai Kebijakan APBD Sumenep Tak Sejalan dengan Visi Kepala Daerah

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 14:12 WIB

Presiden Prabowo: Olahraga Cerminan Kekuatan dan Kebangkitan Bangsa

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:58 WIB

Kapolres Sumenep Terima Penghargaan Presiden RI atas Dukungan Swasembada Pangan Nasional

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:07 WIB

Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Pemulihan Pascabencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:15 WIB

Jalan Rusak Parah, Warga Montorna Terpaksa Gotong Royong Pikulkan Orang Sakit ke Puskesmas

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:11 WIB

Insentif Guru Non ASN Dipersoalkan, Komisi IV DPRD Sumenep Buka Ruang Aduan

Berita Terbaru

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bangkalan, Zainal Alim, mewakili Sekda Bangkalan saat memberikan sambutan pada Musyawarah Wilayah VI RAPI Wilayah 1301 Bangkalan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Minggu (11/1/2026).

Pemerintahan

Pemkab Bangkalan Perkuat Sinergi Informasi melalui Muswil VI RAPI

Minggu, 11 Jan 2026 - 11:30 WIB