Lestarikan Warisan Nenek Moyang, Pemkab Sumenep Gelar Festival Macopat, Tari dan Musik Tradisional

Minggu, 21 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertunjukan Sintong di Festival Macopat, Tari dan Musik Tradisional di Pendopo Agung Sumenep.

Pertunjukan Sintong di Festival Macopat, Tari dan Musik Tradisional di Pendopo Agung Sumenep.

SUMENEP, detikkota.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menggelar Festival Macopat, Tari dan Musik Tradisional di Pendopo Agung setempat, Sabtu (20/1/2024) malam.

Sebelum acara dimulai, festival dibuka dengan kelompok penari Sintong <span;>Al-Jami’atus Shalihin, Dusun Batang, Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten.

Sintong adalah refleksi jiwa, ungkapan kegembiraan yang diekspresikan dengan cara mengangkat kaki, bergembira ria sambil menari disertai pembacaan shalawat dan barzanji.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gerak tarian dan nyanyian (shalawat dan barzanji) tersebut, hanya ditujukan pada satu Dzat yang menguasai alam semesta, yaitu Sang Khaliq, Sang Maha Pencipta dan Sang Maha Kuasa.

Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo dalam sambutannya menyampaikan pagelaran Festival Macopat, Tari dan Musik Tradisional bertujuan untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan yang ada di daerahnya.

“Ini penting dilaksanakan agar para generasi muda bisa mengenal untuk selanjutnya ikut melestarikan kesenian dan kebudayaan yang ada di Sumenep,” tegasnya.

Selain itu, Pemkab Sumenep juga akan menggelar banyak kegiatan serupa selama tahun 2024 dengan tujuan yang sama.

“Setidaknya ada 102 kegiatan yang akan berlangsung selama satu tahun ke depan, yang salah satu tujuannya memberikan edukasi sekaligus upaya pemerintah daerah dalam melestarikan warisan nenek moyang berupa tradisi dan kebudayaan,” pungkasnya.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan Macopat, salah satu karya dalam kesusastraan Jawa hingga Madura yang masih dilestarikan hingga kini.

Secara garis besar, Macopat merupakan puisi tradisional yang disusun dengan menggunakan aturan tertentu, seperti jumlah baris, suku kata, maupun bunyi sajak di akhir baris.

Tembang Macapat umumnya disenandungkan tanpa menggunakan iringan, namun saat ini Macopat diiringi alat musik tradisional.

Tembang Macopat diyakini muncul pada akhir masa Majapahit. Tembang ini dikenalkan oleh Wali Songo sebagai media dakwah.

Kemudian acara diisi dengan tari Topeng Gethak, salah satu tari tradisi kerakyatan yang menjadi bagian dari seni pertunjukan Sandur.

Pada mulanya, tari Topeng Gethak tidak dapat dipisahkan dari pertunjukan Ludruk Sandur atau kesenian Sandur.

Berita Terkait

Bupati Ipuk dan Tokoh Lintas Agama Sambut Kedatangan Biksu Thudong di Banyuwangi
CV Bangkit Anugrah Jaya Kembali Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Tambang Pasir
Wabup Sumenep Dorong Penampilan Jaran Serek Lebih Kreatif dan Modern
Terak Bulan Geger Jadi Panggung Budaya dan Penggerak UMKM di Bangkalan
Ritual Hong Bahhong dari Geger Diajukan ke WBTbI
Ngaji Budaya Harjakapro ke-280, Soroti Kesejahteraan Seniman Probolinggo
Sego Lemeng dan Kopi Uthek Meriahkan Festival “Janda Reni” di Banyuwangi
Sekdakab Sumenep Dorong Festival Ojung Jadi Ikon Wisata Budaya Bernilai Ekonomi

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 19:46 WIB

Bupati Ipuk dan Tokoh Lintas Agama Sambut Kedatangan Biksu Thudong di Banyuwangi

Minggu, 10 Mei 2026 - 16:42 WIB

CV Bangkit Anugrah Jaya Kembali Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Tambang Pasir

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:58 WIB

Wabup Sumenep Dorong Penampilan Jaran Serek Lebih Kreatif dan Modern

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:08 WIB

Terak Bulan Geger Jadi Panggung Budaya dan Penggerak UMKM di Bangkalan

Kamis, 30 April 2026 - 14:41 WIB

Ritual Hong Bahhong dari Geger Diajukan ke WBTbI

Berita Terbaru

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo saat memberikan keterangan terkait pengawasan ketat Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026 di Kabupaten Sumenep.

Pemerintahan

Pemkab Sumenep Perketat Pengawasan Program BSPS 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:17 WIB

Olah Raga

PASI Sumenep Kirim 18 Atlet Muda ke Kejurda Blitarian III 2026

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:47 WIB